Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts
Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts

Sunday, August 18, 2013

Motivator Televisi Saudi Dipecat Karena Dukung Ikwanul MUslimin

Tareq al Suwaidan
Tareq al Suwaidan

BERITA TERKINI, Pangeran Saudi Alwaleed bin Talal telah memecat seorang mubalig  di acara televisi berkebangsaan kuwait yang juga dikenal sebagai motivator, Tareq al Suwaidan.

Alwaleed menyebut Tareq memiliki kecenderungan untuk berperilaku ekstrimis dan berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin. 

"Tidak ada tempat buat mereka yang membawa pemikiran menyimpang di Saluran Al Risalah,"tulis Alwaleed dalam suratnya kepada Tareq, berdasarkan keterangan dari kantor Pangeran Alwaleed, seperti dikutip Aljazeera

Menurutnya, dia sudah mengingatkan kepada Suwaidan berulangkali untuk tidak menampilkan afiliasi politik. Suwaidan memiliki 1,9 juta follower di twitter dan merupakan seorang dosen yang dikenal di dunia Arab.

Suwaidan seringkali memberi kuliah tentang pengembangan diri lewat perspektif Islam. Dia pun menyebut dirinya sebagai salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin saat membawakan kuliah di Yaman, kata Pangeran Alwaleed.

Atas pemecatan ini, Suwaidan meresponsnya di twitter. "Hanya jiwa yang lemah khawatir tentang mencari nafkah. Tidak ada yang meninggalkan prinsip kecuali dia yang hanya peduli dengan hal-hal duniawi."

Sumber: Republika Online

Monday, July 1, 2013

Arab Saudi Akan Gaji Pengangguran

Pengangguran (ilustrasi)
Pengangguran (ilustrasi)

POHUWATO ONLINE, RIYADH -- Dewan Syura menyetujui skema asuransi yang memberikan gaji minimum bagi pengangguran di Arab Saudi. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi pengangguran serta mendorong mereka untuk bekerja di sektor swasta.

"Dewan mengesahkan hukum, yang memiliki 29 ayat, setelah mendengarkan pandangan yang diungkapkan Komite Administrasi dan Tenaga Kerja tentang masalah ini," kata Asisten Presiden Dewan Syura, Al-Hamad Fahaad seperti dikutip Arabnews, Selasa (2/7).

Skema tersebut menurutnya merupakan bagian dari asuransi sosial. Dia menambahkan warga yang kehilangan pekerjaan karena alasan di luar kendali mereka akan menerima kompensasi.

Pekerja Saudi yang berusia di bawah 59 tahun akan mendapatkan skema tersebut di bawah Organisasi Umum Untuk Asuransi Sosial (GOSI). Mereka akan menerima pendapatan minimum jika kehilangan pekerjaan.

Meski demikian, premi dari asuransi tersebut diambilkan dari dua persen gaji. Premi ditanggung bersama antara majikan dan karyawan.

"Skema ini akan memberi dampak besar pada pekerja Saudi di sektor swasta," ujar Ibrahim Badawood, direktur di Komunitas Inisiatif ALJ.

Menurutnya, skema tersebut akan menguntungkan warga muda Saudi yang minim pengalaman dan sering takut dipecat dari pekerjaan. Namun, Badawood mengatakan para pekerja malas seharusnya tidak diperbolehkan mengeksploitasi sistem tersebut.

Sumber: Republika Online