Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts

Wednesday, September 4, 2013

Vladimir Putin Sebut John Kerry Sebagai Pembohong

John Kerry
John Kerry

BERITA TERKINI, MOSKOW -- Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry sebagai seorang pembohong.

Pernyataan itu dilontarkan Putin menyusul tuduhan AS yang menyebut Pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia untuk menyerang warga sipil dalam beberapa kali serangan dan keterlibatan pasukan opisisi Al-Qaidah.

Putin menyatakan, Al Qaidah yang sudah lama menjadi target Negeri Paman Sam itu terbukti ikut berperang melawan Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad. Menurut Putin, tudingan Kerry mengada-ada.

"Ini sangat tidak mengenakkan dan terus terang saya terkejut. Ketika saya berbincang dengan dia (Kerry), saya menghargainya sebagai orang yang terhormat. Namun dia itu berbohong. Herannya, dia tahu sedang berbohong. Ini tentu sangat menyedihkan," ujar Putin, seperti dikutip Associated Press, Kamis (5/9). 

Sumber: Republika Online

Friday, August 30, 2013

Sistim Anti Rudal S-300 Untuk Iran Dihancurkan, Mengapa?

Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.
Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.

BERITA TERKINI, MOSKOW -- Satu pabrik senjata penting Rusia, Kamis (29/8), mengatakan bahwa sistem-sistem rudal pertahanan udara S-300 yang diproduksi untuk Iran telah dibongkar dan dibuang. Hal itu dilakukan setelah tekanan Barat untuk membatalkan kontrak itu.

"Perangkat keras untuk Iran itu tidak ada lagi," kata direktur umum pabrik senjata Rusia Almaz-Antev, Vladislav Menshhikov, kepada Wartawan. "Kami telah membongkarnya dengan tuntas. Peralatan yang dapat digunakan telah dimanfaatkan," katanya.

Dia menambahkan bahwa beberapa bagian lainnya telah dihancurkan. "Ini adalah informasi yang dapat dipercaya," katanya yang dikutip kantor berita Interfax dan AFP, Jumat (30/8).

Kontrak Rusia untuk menjual kepada sekutu Irannya rudal-rudal darat ke udara yang mutakhir diperkirakan mencapai sekitar 800 juta dolar AS.

Pada tahun 2010, Rusia membatalkan kontrak itu setelah mendapat tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Israel agar tidak menjual sistem-sistem senjata itu,yang menimbulkan protes keras dari Teheran.

Rusia, yang adalah sekutu penting Iran dan telah membangun pusat listrik tenaga nuklir pertamanya di kota Busher, Iran selatan, mengatakan pihaknya akan mengganti uang muka yang telah dibayarkan Iran sesuai perjanjian kontrak itu. 

Sumber: Republika Online

Thursday, July 11, 2013

Alasan Rusia Kembali Gunakan Mesin Ketik

Bendera Rusia
Bendera Rusia

BERITA TERKINI,JAKARTA--Lembaga negara Rusia, yang bertanggung jawab untuk menjaga komunikasi Kremlin, berniat membeli mesin ketik kuno guna mencegah kebocoran dari piranti keras komputer, kata sumber pada Kamis.

Kemunduran ke zaman kertas bertebaran pada masa birokrasi Soviet itu dikabarkan dipicu oleh penerbitan naskah rahasia oleh laman pantang kerahasiaan WikiLeaks dan informasi yang dibocorkan mantan kontraktor intelijen Amerika Serikat Edward Snowden.

Lembaga Garda Federal, yang juga bertugas melindungi Presiden Vladimir Putin, akan menghabiskan lebih dari 486 ribu rubel (148 juta rupiah) untuk membeli sejumlah mesin ketik listrik, menurut laman lembaga pengadaan negara, zakupki.gov.ru.

"Pembelian ini telah direncanakan selama lebih dari satu tahun terakhir," menurut seorang sumber di lembaga itu, yang dikenal dengan akronim nama Rusianya FSO, Kamis.
Pemberitahuan di laman itu diunggah pekan lalu. Seorang juru bicara untuk lembaga itu menolak memberikan komentar.

Surat kabar pro-Kremlin, Izvestia, melaporkan jika lembaga negara itu berniat membeli 20 mesin ketik karena penggunaan komputer untuk dokumen sangat rahasia tampaknya tidak lagi aman.

Sumber: Republika Online

Monday, June 17, 2013

Konflik Suriah, Rusia dan AS Sepakat Dorong Ke Perundingan

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama membahas Suriah hari Senin (17/6) di sela-sela pertemuan puncak G8 di Irlandia Utara
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama membahas Suriah hari Senin (17/6) di sela-sela pertemuan puncak G8 di Irlandia Utara

POHUWATO ONLINE, ENNISKILLEN -- Rusia dan Amerika Serikat ingin menghentikan kekerasan di Suriah. Presiden Vladimir Putin mengatakan, Rusia dan AS sepakat mendorong semua pihak dalam konflik untuk mengadakan perundingan perdamaian di Jenewa, Swiss.

"Tentu saja pendapat kita tidak bertemu, tetapi kita semua memiliki niat untuk menghentikan kekerasan di Suriah.

Dan untuk memecahkan situasi damai termasuk dengan membawa para pihak untuk duduk dimeja perundingan di Jenewa.
Kami sepakat untuk mendorong para pihak ke meja perundingan," kata Putin usai perbincangan bilateral dengan Presiden AS Barack Obama di KTT G8, seperti dinukil dari AFP.

Kekuatan dunia telah selama berbulan-bulan membahas konferensi perdamaian internasional di Jenewa untuk menyelenggarakan satu konferensi serupa di kota Swiss tahun lalu. Tujuannya tak lain utnuk mengakhiri kekerasan di Suriah.

Obama mengakui mereka memiliki perspektif yang berbeda, tetapi berbagi kepentingan dalam mengurangi pertumpahan darah di Suriah. "Sehubungan dengan Suriah kita memiliki perspektif yang berbeda pada masalah tersebut," kata Obama, saat ia dan Putin duduk di kursi dan pernyataan disampaikan setelah pembicaraan mereka.

"Tetapi kami berbagi minat dalam mengurangi kekerasan, mengamankan senjata kimia dan memastikan bahwa mereka tidak menggunakan mereka juga tidak tunduk proliferasi, dan bahwa kita ingin mencoba untuk menyelesaikan masalah melalui politik jika mungkin, "katanya.

"Jadi kita akan menginstruksikan tim kami untuk terus bekerja pada potensi tindak lanjut Jenewa."

Obama dan Putin akan mengadakan pembicaraan bilateral di Moskow pada 3-4 September, menjelang KTT G20 di St Petersburg pada 5-6 September.

Sumber: Republika Online

Tuesday, June 11, 2013

Presiden Rusia: Masalah Iran, AS Bersikap Lebay

Vladimir Putin
Vladimir Putin

POHUWATO ONLINE, MOSKOW---Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan bahwa Washington telah melebih-lebihkan bahaya dari Iran. Dia mengatakan "Amerika Serikat menggunakan Iran untuk menyatukan sekutu Barat melawan beberapa ancaman nyata dan yang tidak ada sama sekali."

Kekhawatiran tentang program nuklir Iran, yang disebut Iran untuk tujuan damai, termasuk pembangkit listrik, kata Putin, harus diatasi.

Pekan lalu, Rusia bergabung dengan China, AS, Inggris, Prancis dan Jerman untuk menekan Iran agar bekerja sama dalam penyelidikan badan nuklir PBB yang terhenti mengenai dugaan penelitian atom oleh negara-negara Islam.

Pada pernyataan bersama 5 Juni, dimaksudkan untuk memperlihatkan kesatuan mereka dalam sengketa selama satu dekade mengenai program nuklir Iran. Enam negara mengaku "sangat prihatin" atas negara dengan kegiatan atom.

Sumber: Republika Online