Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Thursday, September 26, 2013

Para Kusir Delman Protes Jokowi

Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

BERITA TERKINI, JAKARTA---Puluhan kusir delman Betawi meminta agar Surat Keputusan Walikota Jakarta Pusat nomor 011/754 tahun 2007 tentang pelarangan sementara beroperasinya delman di dalam area Monas dicabut. Sehingga mereka bisa kembali mencari nafkah di kawasan wisata tersebut.

Humas Aksi Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB), Roni mengatakan, pihaknya meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk mengesahkan keberadaan delman Betawi di area Monas dengan membuat sebuah surat legalisasi. "Pak Jokowi sudah pernah menyatakan bahwa keberadaan delman di kawasan Monas itu dilegalkan, asalkan tidak sampai mengganggu," kata Roni, seperti dilansir situs beritajakarta.

Menurut Roni, dalam beberapa waktu terakhir, para kusir delman yang biasa beroperasi di area Monas seringkali ditegur oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait keberadaan delman tersebut. "Akhir-akhir ini, kita sering ditegur oleh Satpol PP. Mereka (Satpol PP) menanyakan surat legal dari pak Gubernur yang mengizinkan kami untuk beroperasi di Monas. Padahal pak Jokowi sudah pernah mengizinkan secara lisan," ujar Roni.

Dalam aksi yang digelar setidaknya ada tiga rekomendasi yang ingin disampaikan kepada Jokowi. Pertama, cabut SK Walikota Jakarta Pusat Nomor 011/754 tahun 2007 tentang pelarangan sementara beroperasinya delman di area Monas. Kemudian mereka meminta agar segera diterbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang melegalkan beroperasinya delman di dalam kawasan wisata Monas. "Ketiga, kusir-kusir delman ini meminta agar keberadaan delman di Monas dijadikan sebagai perangkat penting bagi kebudayaan Betawi," ucapnya.

Setidaknya ada sekitar 30 kusir delman menggelar aksi dengan membawa andong-andong yang dicat warna-warni. Selain itu mereka juga membawa spanduk besar yang berisikan permintaan kepada Jokowi.

Sumber: Republika Online

Wednesday, September 18, 2013

Jokowi Nyapres Golkar Tak Gentar

Jokowi
Jokowi

BERITA TERKINI, SANGGATA--DPP Partai Golkar menyatakan tidak akan gentar jika nantinya harus menghadapi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang kini digadang-gadang sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 dari PDI Perjuangan.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organisasi dan Kaderisasi H Mahyudin, Rabu, saat dihubungi terkait semakin meningkatnya popularitas dan elektabilitas nama Jokowi, mengatakan siapapun nantinya yang tampil sebagai calon Presiden dan menjadi rival Capres Golkar Aburizal Bakrie, termasuk Jokowi, Partai Golkar tidak akan gentar bahkan siap bersaing secara sehat dan demokratis.

Menurut Mahyudin, Partai Golkar dan Capresnya Aburizal Bakrie (ARB) bukan hanya siap menghadapi Jokowi tapi juga kandidat capres lainnya seperti Wiranto, Prabowo Subanto dan lain-lain.

Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur itu mengatakan, Partai Golkar dengan pengalamannya sebagai partai politik besar di Indonesia, sangat siap dan bersiap untuk menghantarkan ARB sebagai pemenang Pilpres 2014.

Ditanya peluang dan elektabilitas Capres ARB, Mahyudin yang juga mantan Bupati Kutai Timur itu menegaskan, hasil survei terakhir elektabilitas ARB di peringkat ketiga di bawah Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Popularitas dan elektabilitas ARB terus naik, oleh karena itu Golkar optimistis peluang ARB cukup terbuka untuk menjadi RI 1 2014-2019," katanya.

Terkait calon wakil presiden (cawapres) yang akan disandingkan dengan ARB, Mahyudin menegaskan hal itu kewenangan partai dan ARB untuk memutuskannya. "Cawapres akan dibahas Golkar bersama ARB, namun untuk menentukan dan memutuskannya siapa itu menjadi hak ARB," ujarnya.

Tuesday, September 17, 2013

Diduga Korupsi, Dua Pejabat Jokowi Ditahan

Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

BERITA TERKINI, JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, telah mengetahui jika dua anak buahnya di Dinas Perindustrian dan Energi DKI ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Namun, orang nomor satu di ibu kota ini tidak akan mengintervensi kasus tersebut, dan menyerahkan semua penanganan kasus dugaan korupsi anak buahnya kepada penegak hukum. "Kita serahkan ke wilayah hukum, biar nanti (diputuskannya) kayak apa, ya lihat saja," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, seperti dilansir situs beritajakarta.

Jokowi juga mendukung langkah Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut. Sehingga diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya jika akan melakukan tindakan korupsi. "Ya, bagus dong, biar ada efek jera juga," tegasnya.

Seperti diketahui, dua PNS Dinas Perindustrian dan Energi DKI yakni inisial MM yang menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu dan SBR, Kepala Seksi Perawatan UPT Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Tahun 2012 silam, keduanya melaporkan proyek perbaikan dan pemeliharaan kelistrikan sejumlah pulau di Kepulauan Seribu dengan nilai Rp 1,3 miliar telah selesai. Padahal, tidak ada pekerjaan sama sekali. Bahkan, di Pulau Tidung dan Pulau Kelapa, komponen yang dibeli tidak terpasang. 

Proyek mencakup pemeliharaan dan perbaikan 16 generator listrik yang tersebar di 16 tempat di Pulau Tidung, Pramuka, Untung Jawa, Kelapa, dan Harapan. Terdapat 16 generator dengan kapasitas 500 kilovolt ampere (KVA) sebanyak 4 buah, 250 KVA (4 generator), 125 KVA (4 generator), dan 60-90 KVA (4 generator). Berdasarkan penyelidikan sementara, penyidik hanya menemukan kwitansi pembelian komponen generator senilai Rp 144 juta pada 2012.

Sumber: Republika Online

Thursday, September 12, 2013

Pak Raden Jual Lukisan Di Kantor Jokowi

Pak Raden
Pak Raden

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Drs Suyadi alias Pak Raden, pencipta tokoh Si Unyil mendatangi Kantor Gubernur DKI Jakarta, Jumat (13/9) pagi. Tujuannya, Pak Raden ingin menjual sebuah lukisan karyanya berjudul 'Perang Kembang' kepada Gubernur Joko Widodo.

“Kalau saja laku, hasil jual lukisan ini saya gunakan untuk berobat untuk kaki saya," ujar pria yang kerap tampil dengan kumis lebat ini.

Pak Raden menjelaskan, setelah kondisi fisiknya sehat, ia akan kembali melanjutkan proyek membuat buku anak bergambar yang bercerita mengenai wayang kulit dan wayang orang.
Diakui Pak Raden, ia sebenarnya telah menyusun buku tersebut sejak medio 1980-an. Namun, penyusunan buku tersebut sempat terhenti karena sakit yang dideritanya.

Ide membuat buku wayang berawal dari keprihatinan Pak Raden ketika melihat beberapa perhelatan wayang yang digelar setahun belakangan ini. Pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 80 tahun lalu itu, menjelaskan, ketersediaan buku mengenai wayang untuk anak-anak masih terbilang langka jika dibandingkan buku anak bertema lainnya.

Karenanya, ia ingin mengisi kekosongan itu dengan membuat buku tentang wayang. "Itu membutuhkan biaya, waktu dan tenaga. Makanya, saya mau ngamen di kantor Pak Jokowi," katanya penuh semangat.

Sumber: Republika Online

Sunday, September 1, 2013

Jokowi Makin Kurus, Mau Tau Penyebabnya?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)

BERITA TERKINI,  JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengaku saking sibuknya mengurusi masalah Waduk Ria Rio di wilayah Jakarta Timur dan karena sering bolak-balik ke sana, berat badan Jokowi turun setengah kilogram. "Saya sudah sering ke sana. Berat badan saya sudah turun setengah kilogram," kata Jokowi. 

Menurutnya Jokowi, banyaknya eceng gondok yang tumbuh di Waduk Ria Rio membuat penampungan air raksasa di kawasan Jakarta Timur tersebut tak seperti waduk. Bahkan fungsinya sebagai tempat penampungan air dan pengendali banjir pun menjadi tak maksimal. Untuk itu, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan normalisasi waduk tersebut.

"Waduk Ria Rio itu kalau tidak dikeruk dan eceng gondoknya sampai seperti itu, orang tidak tahu kalau itu waduk. Luasnya 9 hektar, total sama daratan 24 hektar, jadi kalau itu tidak diurus, dikeruk, tidak diperbaiki, sampe kapan pun tempat itu akan banjir terus," ungkap Jokowi seperti dilansir situs beritajakarta.

Menurut Jokowi, di Jakarta membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau (RTH). Terlebih cuaca di ibu kota saat ini sudah semakin panas. Sehingga semua yang berkaitan dengan RTH, waduk, dan setu akan dikembalikan fungsinya. "Jakarta ini panas kalau tidak ada hutannya, tidak ada taman kota, sampai kapan pun ya akan begini terus," ujarnya.

Sumber: Republika Online

Thursday, August 29, 2013

Kekisruhan Keraton Solo, Jokowi Pernah Mediasi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)

BERITA TERKINI, JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengakui tidak mudah untuk menyelesaikan konflik internal keluarga Keraton Solo. Bahkan ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi mengaku sempat melakukan mediasi, namun konflik serupa kembali muncul.  

Sulitnya merukunkan keluarga tersebut karena cukup banyak keluarga yang terlibat. Sebelumnya Jokowi mengaku telah memediasi antara Sinuhun Tedjowulan dengan Sinuhun Hangabehi. Mediasi itupun berjalan lancar dalam waktu hitungan menit dan dianggap konflik Keraton Solo 100 persen sudah rampung. "Kita kan sudah memediasi dulu antara Sinuhun Tedjowulan dengan Sinuhun Hangebehi agar bisa rukun. Saya kira surah rukun, tetapi ternyata di keluarga besarnya kan belum rukun semua," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, seperti dilansir situs beritajakarta.

Dirinya pun terkejut karena setelah berlangsung lebih dari satu tahun mediasi yang dilakukan ternyata kembali muncul konflik antar kedua kubu. Seharusnya, kata Jokowi, kalau yang atas sudah rukun semestinya yang dibawahnya juga bisa mengikuti. "Tapi ternyata tidak mudah merukunkan. Kalau sinuhun-sinuhun ini rukun ternyata pemuda pemuda dibawahnya tidak," ujarnya. 

Jokowi mengharapkan ketika itu semua keluarga besar, kerabat juga sudah rukun namun ternyata keluarga yang berusia lebih muda masih berseteru sehingga konflik kembali meletus menjelang pengukuhan Tedjowulan sebagai Maha Menteri. Ketika ditanya tentang akan memediasi lagi atau tidak, Jokowi enggan menjawab karena tidak ada yang minta. "Siapa yang minta, misal siapa? Saya sudah di Jakarta gini," tandasnya.

Sumber: Republika Online

Monday, August 26, 2013

Di Kritik Foke, Berikut Bantahan Jokowi

Jokowi
Jokowi
BERITA TERKINI, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menjawab kritikan yang disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang menyebutkan, Jakarta akan bangkrut karena tidak sanggup melayani warga Jakarta yang terus melonjak akibat arus urbanisasi yang tidak terbendung. 

Jokowi berpendapat kebangkrutan itu tidak akan pernah terjadi. Karena secara finansial pertumbuhan ekonomi di Jakarta cukup baik, bahkan melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. "Kita ini bukan seperti Kota Detroit di Amerika Serikat yang bangkrut. Income kita besar, pertumbuhan ekonomi kita juga baik, bahkan melebihi nasional," kata Jokowi, di Balaikota, seperti dilansir situs beritajakarta.

Jokowi menilai Jakarta berbeda dengan Kota Detroit di Amerika Serikat pernah jaya berkat industri otomotifnya. Namun, karena perencanaan yang buruk, jumlah penduduk yang membludak, anjloknya pendapatan pajak, korupsi, serta salah kelola keuangan kota itu mengalami kebangkrutan.

Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi urbanisasi, kata Jokowi, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah pusat. Bentuk kerjasama seperti memperbaiki pelayanan perizinan, yang akan berperngaruh pada dunia usaha dan kondisi ekonomi di Jakarta. "Apalagi nanti pelayanan perizinan kita perbaiki dan dipersepsikan positif bagi dunia usaha saya kira akan menjadi lebih baik," ungkapnya. 

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo memberikan masukan kepada Pemprov DKI agar segera menentukan langkah strategis untuk membendung arus urbanisasi ke ibu kota. Sebab apabila masalah urbanisasi itu tidak cepat diatasi maka dikhawatirkan Jakarta akan bangkrut secara finansial.

Sumber: Republika Online

Monday, August 19, 2013

Bicara Soal Bisnis, Berikut Komentar Jokowi

Jokowi
Jokowi

BERITA TERKINI, JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait dengan pemecatan 1.200 buruh di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP). Sebab, pemberian upah merupakan urusan perusahaan dengan karyawannya. Terlebih Pemprov DKI Jakarta memang berencana menggeser industri keluar ibu kota.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, pemberian upah bisa dibicarakan antara pengusaha dengan karyawan. Menurutnya dalam sebuah industri tidak melulu mendapatkan keuntungan sehingga harus diperhitungkan pula resiko kerugian. "Ya perusahaan itu kan berhitung untung dan rugi. Kalau hitung-hitungannya untung itu pasti, tapi kalau rugi ya mereka punya escape dari kalkulasi yang ada," kata Jokowi, di Balaikota, seperti dilansir situs beritajakarta.

Selain itu, pihaknya tidak ingin Jakarta menjadi pusat industri. Sehingga tidak menarik orang untuk datang ke Jakarta. Karena Jakarta saat ini dibangun menjadi kota jasa dan perdagangan. "Kalau itu kan urusan perusaahaan dengan pekerja, mereka bisa berbicara. Tapi apa kita mau di Jakarta ini penuh dengan industri? Kan tidak. Arah kita jelas, kalau industri memang baiknya di luar atau di pinggir Jakarta," ujarnya.

Ia pun tidak khawatir dengan adanya pemecatan tersebut akan menambah jumlah pengangguran di ibu kota. Sebab para pekerja akan mencari tempat industri itu sendiri. "Di mana pun yang namanya perusahaan, yang namanya usaha, yang namanya uang itu bergerak ke tempat yang menguntungkan," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Humas PT JIEP, Achmad Maulizal mengatakan, sebanyak empat perusahaan di kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta Timur, terancam ditutup. Empat perusahaan itu adalah PT Winer 3, PT Hansol 1, PT Hansai 5, dan PT Olimpic.

Penutupan terpaksa dilakukan perusahaan asal Korea Selatan itu, karena tidak mampu membayar upah para pekerjanya sesuai UMP DKI Jakarta sebesar Rp 2,2 juta. "Kenaikan UMP tahun ini dianggap terlalu tinggi. Jadi mereka tidak sanggup membayarkannya kepada buruh," ujarnya.

Sumber: Republika Online

Sunday, August 18, 2013

Kekesalan Jokowi Saat Upacara HUT Kemerdekaan RI

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo alias Jokowi
Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo alias Jokowi

BERITA TERKINI, JAKARTA---Banyak pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tidak mengikuti upacara HUT ke-68 Kemerdekaan RI di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat dengan tertib. Bahkan ada sejumlah pegawai yang terlihat berkeliaran di sekitar kawasan Monas. 

Hal ini tentu saja membuat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara kecewa. Bahkan orang nomor satu di Jakarta itu sempat menyindir pegawai yang tidak tertib dalam mengikuti upacara tersebut. "Mari kepada peserta upacara untuk mengikuti upacara dengan khidmat dan tertib serta mohon maaf lahir dan batin," kata Jokowi,seperti dilansir situs beritajakarta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta I Made Karmayoga sempat menghubungi seorang pegawai melalui sambungan telepon untuk memberitahu agar peserta upacara tertib. "Sepertinya pak Gubernur tahu. Beliau kelihatannya kecewa, terus di belakang ada yang ribut-ribut sendiri. Ya sudah ini untuk evaluasi ke depannya bersama," ungkap Made.

Sumber: Republika Online

Monday, July 22, 2013

Prediksi LSI: Jokowi Pemenang Pilpres 2014

Jokowi
Jokowi

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 merupakan momentum Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Jokowi diprediksikan bakal menjadi pendulang suara karena elektabilitasnya terus naik. “Jokowi dipasangkan dengan siapa pun. Sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden, Jokowi berpeluang besar keluar sebagai pemenang,” kata Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby, Senin (22/7).

Dia pun menyimpulkan duet Jokowi dan Hatta Rajasa akan lebih kuat dibandingkan Prabowo Subianto-Hatta. Jokowi-Megawati Soekarnoputri dan Jokowi-Aburizal Bakrie pun memiliki peluang untuk menang.

Adjie mengatakan, Pilpres 2014 merupakan momentum Jokowi jika ingin menjadi presiden. Jika Jokowi tidak mengambil kesempatan ini, posisi elektabilitas Jokowi tidak akan sekuat sekarang.
Sejak terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta, Adjie menerangkan, popularitas Jokowi makin melejit. Gaya kepemimpinan Jokowi yang apa adanya, terang-terangannya, langsung turun ke bawah, tidak birokratis, sederhana, adalah antitesis dari gaya kepemimpinan para pemimpin sebelumnya, termasuk mantan gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Masyarakat suka dengan gaya kepemimpinan Jokowi," ujar dia.

Jika capres lain mencoba melakukan upaya yang sama dengan Jokowi, ujar Adjie, hasilnya tidak akan efektif. Apalagi, jika capres tersebut selama ini dikenal sebagai tokoh yang tidak pernah turun ke bawah, jauh dari rakyat, dan birokratis.
Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro mengatakan, Jokowi tidak memiliki keleluasaan untuk memilih karena terikat dengan PDI Perjuangan. PDI Perjuangan sudah menyerahkan keputusan pencalonan presiden kepada Megawati selaku ketua umum.

Megawati masih menjadi calon kuat sebagai capres dari PDI Perjuangan. Meski demikian, Jokowi bisa mendampingi Megawati. "Kalau animo masyarakat masih kuat seperti ditunjukkan hasil survei saat ini, maka kemenangan pasangan ini tak terelakkan," kata dia.
Zuhro menambahkan, pimpinan parpol sebaiknya tidak terlena dengan hasil survei yang menempatkan Jokowi di posisi puncak.

Sebab, kemampuan Jokowi memimpin belum teruji. Jokowi baru berhasil memimpin Kota Solo dan sedang menjalankan tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta. Selain itu, kata Zuhro, munculnya calon presiden dari kalangan nonpartai tidak bisa diabaikan.
Calon-calon presiden dari kalangan nonpartai itu, seperti mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. “Kemungkinan akan muncul lagi nama-nama lainnya.”

Jika nama-nama itu diakomodasi oleh parpol dan memenangi Pilpres, kata Zuhro, akan menjadi kemenangan civil society. Karena pada dasarnya, masyarakat saat ini memang sedang ingin mencari pemimpin-pemimpin alternatif. 

Sumber: Republika Online

Tuesday, July 16, 2013

Jokowi Cari Cara Tepat Kurangi Pendatang Baru di Jakarta

Jokowi
Jokowi

BERITA TERKINI, JAKARTA---Operasi yustisi kependudukan (OYK) yang rutin dilakukan di Jakarta dinilai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak efektif dalam menekan arus urbanisasi ke Jakarta. Terus membanjirnya pendatang baru ke Jakarta membuat Pemprov DKI Jakarta akan mencari cara baru untuk mengatasi persoalan kependudukan tersebut.

"Saya tanya, operasi yustisi sudah diadakan berapa puluh tahun? Penduduk tambah atau tidak? Kita hitung memang tidak efektif. Akan kita coba, tapi paling tidak kita tidak rutinitas lah. Karena kalau itu terbukti efektif tidak apa-apa, akan kita pakai. Nyatanya tambah-tambah juga penduduknya," kata Jokowi, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, seperti dilansir situs beritajakarta.

Jokowi mengatakan saat ini masih mencari formula yang tepat untuk dapat menekan angka urbanisasi. Sehingga usai Lebaran jumlah penduduk Jakarta tidak akan melonjak tajam seperti sebelumnya. "Karena memang belum ketemu jurus yang lain. Kalau ketemu jurus lain, nanti akan kita sampaikan," ujarnya.

Ia pun mengimbau pemudik tidak membawa sanak saudaranya saat kembali nanti usai Lebaran. Sebab berdasarkan hasil sensus 2011, populasi penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa, ditambah warga luar yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari sebanyak 2,5 juta. "Kita akan ajak besar-besaran kepada seluruh pemudik. Kita mengajak agar mereka tidak membawa sanak saudaranya untuk nambahin penduduk Jakarta," tegasnya.

Ia menyebutkan tengah mencari alternatif lain sebagai cara menekan jumlah penduduk usai Lebaran. Salah satu yang diusulkan yakni mengatur sistem kependudukan di Jakarta. "Ini baru dalam proses. Ada alternatif lain akan kita coba, entah kampanye besar-besaran atau mungkin nanti sistem kependudukannya yang kita atur untuk memberikan hambatan agar tidak ke Jakarta," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, menegaskan OYK tetap diadakan, hanya saja diubah sistem operasinya dengan lebih memfokuskan pembinaan kependudukan kepada masyarakat. Untuk tujuan itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) akan melaksanakan sosialisasi pembinaan kependudukan kepada warga dimulai dari tingkat RT/RW.

Sumber: Republika Online

Tuesday, July 9, 2013

Jokowi Janji Betulkan Kartu Jakarta Sehat

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

BERITA TERKINI, KEBON SIRIH -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memperbaiki Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang salah identitas. Ini menyusul keluhan 1.526 dari 1.586 warga RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur yang kemudian mengembalikan KJS ke Puskesmas.

Jokowi menganggap kesalahan cetak dalam KJS sebagai hal wajar karena program baru dan harus sering dievaluasi agar semakin baik. "Nanti KJS dibetulkan, itu tidak sulit, kok," ujarnya di Balai Kota, Rabu (10/7).

Menurutnya, KJS yang salah cetak tidak dapat dibiarkan begitu saja. Kesalahan identitas warga yang tercantum pun bukan masalah yang besar. "Tidak ada masalah. Ya, dibetulkan. Tidak mungkin kita biarkan," ujarnya.

Lagi pula, lanjutnya, KJS itu menggunakan sistem rujukan. Sehingga puskesmas telah mengetahui warga di kelurahan tersebut yang berobat sesuai KTP-nya.

Sebelumnya Selasa (8/7), warga Cipinang Melayu berbondong-bondong mengeluhkan KJS yang salah identitas. Mereka mengaku kecewa karena meskipun menerima kartu tetapi tidak dapat digunakan karena identitas yang berbeda dengan KTP.

Sumber: Republika Online

Friday, July 5, 2013

Jokowi Prihatin, Banyak Warga Miskin Tak Dapat BLSM

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

POHUWATO ONLINE, JAKARTA---Masih banyaknya warga miskin yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di berbagai daerah disesalkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dirinya pun mempertanyakan keakuratan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan untuk pembagian BLSM. "Tidak tahu kenapa begitu. Datanya BPS gimana sih, kayak tidak tahu saja," ujar Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, seperti dilansir situs beritajakarta.

Meski begitu, dikatakan Jokowi, hal tersebut bukanlah kewenangannya sehingga ia pun enggan membahasnya lebih lanjut. Dirinya justru lebih memilih merealisasikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. "Kok tahu saya kasih bantuan? Orang saya tidak ke sana juga kan? Iya kemarin saya kirim," kata Jokowi.

Seperti diketahui, belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memberikan bantuan bagi Isroni atau Yoyon (62) warga Jl Kringkit I No 20, RT 09/04, Pecenongan, Gambir. "Bukan atas dasar apa-apa, tapi dia harusnya dapat BLSM, kok malah tidak dapat. Itu saja," katanya.

Dua hari lalu, salah seorang ajudan Jokowi mengunjungi rumah Yoyon yang tinggal di gubuk reyot di kawasan Pecenongan. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp 600.000 diterima Yoyon yang diserahkan oleh salah seorang ajudan Jokowi.

Sumber: Republika Online

Thursday, June 27, 2013

Jokowi Dukung Mahfud Maju Capres

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

POHUWATO ONLINE, BANTUL -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku mendukung Mahfud MD apabila mencalonkan diri menjadi presiden. Sementara itu, Jokowi juga mengaku tidak ingin mencalonkan diri sebagai presiden.

"Sekali lagi jangan ada yang ngompor-ngomporin. Saya sekarang Gubernur Jakarta dan tetap fokus untuk menyelesaikan tugas saya," katanya di Auditorium Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Sleman, Yogyakarta, Jumat (28/6).

Jokowi yang mengenakan kemeja putih itu pun mengatakan tetap akan mendukung Mahfud MD, mantan Ketua MK, jika mencalonkan diri sebagai presiden.

Sementara itu, Mahfud MD, mengatakan Jokowi menjadi sosok yang tepat untuk memimpin negara. "Kalau Pak Jokowi mimpin negara, menurut saya memenuhi syarat. Biar rakyat yang menilai," kata Mahfud disamping Jokowi. Menurutnya, Jokowi adalah sosok pemimpin yang bekerja dengan hati dan tanpa teori.

Sumber: Republika Online

Wednesday, June 26, 2013

Jokowi: Tiga Tahun Kedepan, Monorel Beroperasi di Jakarta

  Prototipe monorel buatan PT Melu Bangun Wiweka di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Selasa (29/1).  (Republika/Adhi Wicaksono)
Prototipe monorel buatan PT Melu Bangun Wiweka di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Selasa (29/1). (Republika/Adhi Wicaksono)

POHUWATO ONLINE, JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta secara resmi mengumumkan, proyek monorel yang dikerjakan PT Jakarta Monorail (JM) dipastikan berlanjut. Ditargetkan, tiga tahun ke depan, angkutan massal berbasis rel ini sudah beroperasi di Jakarta. Terlebih, PT JM yang menggandeng Ortus Ltd dalam mega proyek ini juga telah menjamin ketersediaan dana pembangunan dua jalur monorel yang disiapkan.

Dikatakan Jokowi, dirinya telah menandatangani dokumen kelanjutan proyek monorel yang sebelumnya sempat mangkrak sejak tahun 2007. "Dokumen pembangunan proyek monorel di Jakarta oleh PT JM sudah saya tandatangani. Jadi, proyek pembangunan ini dipastikan dilanjutkan kembali," ujar Jokowi, saat mengunjungi pameran monorel di kawasan Monas, seperti dilansir situs beritajakarta.

Meski ditergetkan pembangunannya akan rampung dalam tiga tahun ke depan, namun waktu pelaksanaan proyek ini diserahkan sepenuhnya kepada para investor. Seperti diketahui, nilai proyek ini mencapai Rp 8 miliar. "Pelaksanaannya terserah investor. Yang penting kira-kira dalam tiga tahun rampung. Karena ini kan hanya melanjutkan," katanya.

Agar tidak kembali mangkrak, kata Jokowi, pihaknya akan mengawal pengerjaan proyek ini. Selain itu, dilakukan manajemen kontrol agar pembangunannya selesai tepat waktu. Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas akan dikoordinasikan Dishub DKI dan Polda Metro Jaya.

Direktur Utama PT JM, Sukmawati Syukur mengatakan, dalam waktu tiga bulan ke depan, pihaknya akan meninjau ulang dokumen-dokumen yang dibutuhkan serta desain monorel. Tahap pertama yang akan dikerjakan yakni untuk jalur hijau atau green line di Jalan Rasuna Said. "Tiga bulan ini kami akan mereview beberapa dokumen dan desain. Karena kan beberapa titik seperti di Casablanca sudah ada JLNT," ujarnya.

Sumber: Republika Online

Tuesday, June 25, 2013

Tiru Gaya Bung Karno, Jokowi Berani Abaikan Bank Dunia,

Meniru Bung Karno, Jokowi berani melawan asing
Jokowi Tiru Bung Karno

POHUWATO ONLINE, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan yang sangat berani dan tegas terkait pendanaan Jakarta Emergency Dredging Initiave (JEDI). Dia menyatakan tidak akan mengajukan permohonan peminjaman dana kepada Bank Dunia.

Pernyataan tegas ini muncul dari mulut Jokowi lantaran kesal dengan rumitnya persyaratan yang ditetapkan Bank Dunia. Dia memilih menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI daripada harus repot mengurus persyaratan bantuan tersebut.

"Saya enggak mau diatur-atur terlalu banyak kayak gitu, mau pinjem saja kok rumit begitu," ujar Jokowi usai menyerahkan laporan keuangan di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (28/3).

Jokowi pun menyatakan tidak mau dipusingkan oleh keinginan Bank Dunia di balik pinjaman dana sebesar Rp 1,2 triliun itu. Dia merasa dana APBD DKI Jakarta sangat mencukupi bahkan melebihi kebutuhan untuk program JEDI itu. "Kalau emang masih rumit, kita bisa pakai APBD," tegas dia.

Penolakan Jokowi terhadap pinjaman Bank Dunia ini mirip dengan langkah Presiden pertama Indonesia Soekarno. Bung Karno, sapaan akrab Soekarno, pernah menolak bantuan dari Amerika Serikat.

"Go to the hell with your aid (pergilah ke neraka dengan bantuanmu)," ujar Bung Karno yang kesal dengan pemerintah Amerika.

Kala itu, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi karena pemerintah terlalu terfokus dalam ranah politik dan kurang memperhatikan masalah ekonomi dalam negeri. Melihat hal itu, pemerintah Amerika Serikat mencoba menawarkan bantuan agar Indonesia dapat mengatasi krisis tersebut.

Namun demikian, terdapat kepentingan terselubung dalam bantuan tersebut karena negeri paman Sam itu melihat Indonesia begitu dekat dengan blok komunis. Hal itu membuat pemerintah Amerika Serikat membuat syarat agar Indonesia dapat menerima bantuan tersebut, yakni membendung dan memberantas paham komunis dari negeri ini.

Bung Karno pun mampu mencium gelagat buruk dari Amerika Serikat. Sehingga, Bung Karno dengan tegas menyatakan sikap Indonesia tidak akan menerima bantuan dari Amerika Serikat dan memilih memenuhi kebutuhan ekonomi dengan anggaran yang ada.

"Persetan dengan bantuanmu! Lautan dollar tak akan dapat merebut hati kami," teriak Bung Karno.

Sumber: Merdeka.com

Jokowi Tiru Gaya Kepemimpinan Bung Karno

Joko Widodo 
 Joko Widodo
 
POHUWATO ONLINE, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) makin gencar mendekatkan diri dengan masyarakat. Menurut Pengamat Politik, Arbi Sanit, apa yang dilakukan Jokowi saat ini, mirip dengan strategi mantan Presiden Soekarno (Bung Karno) saat berkuasa.

"Ini meniru Bung Karno, tanpa partai tapi didukung rakyat. Makanya dia (Bung Karno) bisa berkuasa dan berpengaruh," kata Arbi kepada Okezone, Sabtu (22/6/2013).

Kata dia, blusukan dan mengadakan acara yang bisa mengumpulkan massa merupakan strategi politik Jokowi untuk menuju jenjang karir yang lebih tinggi. Dengan menggunakan pengaruh pada rakyat, kemungkinan Jokowi bisa menjadi presiden terbuka lebar.

"Solo dan Jakarta sudah dicoba dan dia sukses. Tinggal selangkah lagi ke nasional," ungkapnya.

Menurutnya, strategi politik Bung Karno yang merangkul rakyat masih berlaku untuk saat ini. Zaman boleh saja berbeda, namun keinginan masyarakat tetap sama.

"Masyarakat mencari orang yang melindungi dan berpihak pada mereka. Kapanpun, itu akan tetap berlaku," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak menjadi orang nomor satu di Jakarta, Jokowi tak pernah berhenti masuk ke gang sempit, pasar dan perkampungan kumuh. Tidak hanya itu saja, dia juga beberapa kali menggelar acara yang melibatkan banyak warga Ibu Kota.

Acara terakhir yang sukses digelar mantan walikota Solo itu adalah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke 486. Ribuan warga tumplek di sepanjang jalan MH Thamrin hingga Sudirman, Jakarta. (trk) 

Sumber: okezone.com