Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

Sniper Palestina Beraksi, Pemukim Israel Berjatuhan

Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina

BERITA TERKINI, RAMALLAH -- Seorang pemukim Israel, Sabtu (5/10) malam waktu setempat, terluka parah dalam sebuah peristiwa penembakan.

Pemukim tersebut terkena tembakan sniper saat dia berada di pemukiman Yahudi Bsaghot yang berdiri di atas tanah Palestina di timur laut Ramallah.

Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa aksi penembakan yang terjadi ini nampaknya dilakukan oleh sniper Palestina.

Sumber zionis menjelaskan pemukim yang terluka itu dalam keadaan kritis. Seperti dikutip dari laporan Infopalestina, pemukim Zionis tersebut sudah dibawa ke rumah sakit Israel di Alquds.

Sumber-sumber ini menambahkan bahwa pasukan penjajah zionis memobilisasi prajuritnya untuk melakukan jam malam melarang pemukim zionis keluar rumah karena khawatir mengalami serangan tembakan serupa.

Seorang sniper Palestina dari kota Hebron sebelumnya berhasil menembak mati seorang serdadu zionis dekat pos militer Israel pada bulan lalu. Sampai sekarang pasukan zionis tidak mampu menemukan pelaku. 

Thursday, October 3, 2013

10 Ribu Warga Palestina Ditangkap

Tentara Israel menahan seorang warga Palestina
Tentara Israel menahan seorang warga Palestina

BERITA TERKINI, RAMALLAH -- Kementerian Palestina urusan Tahanan dan Eks-tahanan mengatakan pasukan penjajah Israel menangkap sekitar 10 ribu warga Palestina sejak pecahnya Intifadah Kedua (Al-Aqsha) pada September 2000.

Kementerian itu mengatakannya dalam sebuah laporan pada kesempatan perayaan ke-13 Intifada Kedua yang juga dikenal sebagai Intifadah Al-Aqsha pada Sabtu (28/9).
Kementerian mengatakan Israel menahan 250 anak-anak di penjara dan kamp penahanan di wilayah Palestina yang dijajah Israel dan Tepi Barat.

Intifadah Al-Aqsha pecah pada 28 September 2000 menyusul kunjungan pemimpin sayap kanan Israel, Ariel Sharon, ke Masjid Al-Aqsha.
Kementerian Tahanan Palestina itu mengatakan sekitar 90 persen dari anak-anak Palestina ditangkap dari rumah mereka selama kampanye penangkapan di mana tentara penjara Israel biasanya membawanya setelah tengah malam.

''Kementerian mengungkapkan mayoritas dari mereka dipaksa untuk menandatangani pengakuan tertulis dalam bahasa Ibrani,'' sebut laporan IINA yang diberitakan Mi’raj News Agency

Menurut kementerian itu, anak-anak Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel dalam keadaan yang sangat sulit. Mereka mengalami pelanggaran selama penangkapan dan selama proses pengadilan mereka.

Kementerian mengatakan otoritas penjara Israel menempatkan mereka di bawah tekanan psikologis dan beberapa sipir menganiaya beberapa anak.

Sumber: Republika Online

Monday, September 30, 2013

Galau, Israel Berulah Lagi

Militer Israel (Ilustrasi)
Militer Israel (Ilustrasi)

BERITA TERKINI, KOTA GAZA -- Pasukan Israel menembak dua orang Palestina ketika mereka berusaha menerobos pagar keamanan yang memisahkan Israel dari Jalur Gaza, Senin, kata seorang juru bicara militer Israel.

Belum jelas apakah orang-orang Palestina itu cedera atau tewas dalam penembakan tersebut, yang terjadi di dekat daerah Beit Hanun di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, kata pejabat Israel itu.

Pasukan melepaskan tembakan ke arah orang-orang Palestina itu ketika mereka mendekati pagar dan peluru menghantam mereka ketika orang-orang itu mulai memotong rintangan besi. Sejumlah sumber keamanan Palestina mengatakan, ambulan dikerahkan ke daerah Beit Hanun di Jalur Gaza namun mereka tidak bisa memberikan penjelasan terinci lebih lanjut. Sumber-sumber itu menyatakan, pasukan Israel juga menembakkan bom ke daerah itu.

Israel melarang warga Gaza mendekati pagar perbatasan karena mereka khawatir gerilyawan akan menyerang pasukan patroli perbatasan atau menembak petani Israel yang bekerja di ladang-ladang di dekat perbatasan tersebut.

Pasukan Israel berulang kali menembak warga Gaza di dekat perbatasan sejak akhir ofensif delapan hari pada November 2012. Puluhan orang cedera akibat insiden-insiden itu, kata para pejabat Gaza. Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November 2012 yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel -- empat warga sipil dan dua prajurit.

 Sumber: Republika Online

Sunday, September 29, 2013

Obama-Rouhani Mesra, Israel Galau

Barack Obama dan Hassan Rouhani
Barack Obama dan Hassan Rouhani

BERITA TERKINI, YERUSALEM -- Mencairnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran tak membuat semua pihak bahagia. Kecurigaan kini menyerang negara-negara Arab yang selama ini menjadi sekutu AS, termasuk sekutu terdekat Paman Sam, Israel.

Menjelang kepulangannya ke Teheran, Jumat (27/9), Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden AS Barack Obama berbincang lewat telepon. Dua kepala negara ini sama-sama bersepakat perlunya penyelesaian isu nuklir Iran.

Sejumlah pengamat menyatakan, kehangatan AS terhadap Iran mengkhawatirkan, seakan membawa masuk rival utama ke dalam lingkaran pertemanan. Satu akademisi di negara Teluk menulis dalam akun Twitter-nya,''Ini seperti runtuhnya Tembok Berlin.''

Jamal Khasoggi, jurnalis kenamaan di Arab Saudi yang dekat dengan keluarga kerajaan, termasuk yang memandang skeptis. ''Ada kecurigaan bahkan paranoia mengenai kesepakatan rahasia Amerika dan Iran,'' katanya seperti dikutip New York Times, Ahad (29/9).

Hal yang menjadi perhatiannya, AS menerima Iran apa adanya. Jadi, ujar Khasoggi, Iran bakal tetap menjalankan kebijakan lamanya berupa agresi dan ekspansionisme. Tak hanya Arab Saudi yang merasakan kekhawatiran itu, negara-negara Arab lainnya pun demikian.

Bagi Israel, Iran masih dianggap sponsor terorisme karena mendukung Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, yang bermusuhan dengan Israel. ''Rezim bisa berubah tapi kebencian pada Israel tidak,'' kata Ketua Studi Timur Tengah di Universitas Tel Aviv Uzi Rabi.

Meski demikian, belum ada reaksi resmi baik dari Arab Saudi maupun Israel terkait komunikasi Obama dan Rouhani lewat telepon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta para menterinya tak banyak berkomentar.

Selepas Rouhani pulang ke Teheran, Obama memang memiliki agenda pertemuan dengan Netanyahu, Senin (30/9). Isu yang dibahas dipastikan salah satunya soal Iran.

Obama yang telah berbicara hangat dengan Rouhani kemungkinan berdebat sengit dengan Netanyahu. Jelang terbang ke Washington, Sabtu (28/9) malam, Netanyahu pun sudah menyampaikan kata-kata pedas.

Menurut dia, Rouhani jelas menggunakan pendekatan diplomatis sebagai taktik membodohi Barat. Pada saat bersamaan, kata Netanyahu, Iran terus melakukan pengayaan uranium. ''Fakta harus diungkapkan di tengah pembicaraan yang manis dan tebaran senyuman,'' ucap Netanyahu.

Seorang sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengungkapkan skenario Obama saat bertemu Netanyahu. Obama akan menekan Netanyahu untuk bersabar. Paling tidak, dia diminta memberikan sedikit waktu bagi Rouhani untuk membuktikan semua ucapannya. Obama juga akan meyakinkan Israel bahwa AS tak akan mencabut sanksi bagi Iran secara prematur.

Profesor Hubungan Intenasional Mohammad Ali Bassiri, menulis di Etemad, harian proreformasi Iran, bahwa tantangan besar dalam hubungan Iran-AS adalah Israel. Ia menyatakan Zionis takkan membiarkan hubungan dua negara itu terjalin karena merusak kepentingan mereka. 

Sumber: Republika Online

Thursday, September 26, 2013

Berhasil Bunuh Tentara Israel, Penembak Jitu Palestina Terkepung di Hebron

Tentara Israel menahan seorang warga Palestina
Tentara Israel menahan seorang warga Palestina

BERITA TERKINI, HEBRON -- Militer Israel masih terus memburu penembak jitu yang telah membunuh tentara Zionis, Gel Gabe, di dekat Masjid Ibrahim, Hebron tengah, Ahad (22/9).

Chanel 10 Israel melansir pernyataan personel keamanan Zionis bahwa penembak jituh Palestina masih berada di dalam kota Hebron.

Dia mengisyaratkan pasukan Zionis di bawah komando Hafati dan Nehel yang disertai dengan anjing pelacak terlatih dari kesatuan Oxta ikut dalam aksi penggeledahan dan penyisiran secara luas kota Hebron.

Laporan-laporan media Zionis menegaskan militer Zionis tidak memperkenankan warga Palestina satupun untuk masuk atau keluar dari kota tersebut. Dalam beberapa jam malam sampai dini hari, penggeledahan rumah-rumah warga kota tersebut gencar dilakukan.

''Tak satupun rumah warga Palestina terlewatkan dari penggeledahan pasukan Zionis dengan harapan bisa menangkap penembak jitu Palestina tersebut,'' sebut  laporan media Israel yang dikutip Infopalestina.

Penggeledahan dilakukan sesuai informasi yang diperoleh dari Badan Intelejen Israel. Itu terutama informasi dari mata-mata Palestina yang direkrut oleh Israel di dalam kota tersebut.

Sejumlah analisis Israel terkait dengan proses penembakan jitu tersebut mengatakan serangan penembak jitu profesional Palestina memanfaatkan unsur-unsur 'mendadak' dan 'tiba-tiba' sehingga sang sniper layak disebut professional.

''Penembak jitu Hebron Palestina ini sangat professional,'' tegas seorang pakar militer Yahudi.
Sebab, ia memilih targetnya dari serdadu Israel tanpa menemukan peluru yang digunakan. Peluru ini menembus leher serdadu Israel tersebut. Ia menembak serdadu Israel dari belakang tepat di lehernya.

Tujuannya agar peluru tersebut setelah mengenai serdadu langsung melesat dan menghilang sehingga tidak memungkinkan tim investigasi menemukan bukti jenis senapan apa yang digunakan untuk menyerang. Sampai saat ini peluru tersebut belum ditemukan.

Sumber: Republika Online

Monday, September 23, 2013

Israel: Senyum Manis Presiden Iran Terkesan Mengejek

PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu

BERITA TERKINI, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) siap untuk membuka jalur pembicaraan dengan Iran. Tak hanya berbicara, AS menambahkan negosiasi terkait program nuklir Iran didasarkan prinsip saling menghormati.

Namun, AS menegaskan, dikutip dari Al Arabiya, Iran harus menunjukkan program nuklirnya benar-benar bertujuan damai. ''Kami memiliki sejumlah keterkaitan dengan Iran dan kami siap melanjutkan pembicaraan dengan basis saling menghormati,'' kata Wakil Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest dikutip dari Reuters, Ahad (22/9).

Pun, AS meminta Iran benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan bertindak serius. Sebelumnya, Earnest mengungkapkan pertemuan antara Presiden AS Barack Obama dan Hassan Rouhani bisa dilakukan. Meski sebenarnya tak ada jadwal untuk pertemuan tersebut ketika keduanya menghadiri Majelis Umum PBB.

AS meyakini Iran belum mengambil langkah untuk menciptakan senjata dalam program nuklir mereka. Sehingga, masih ada waktu untuk mengejar pertemuan dan pembicaraan untuk menyelesaikan krisis nuklir Iran.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak yakin dengan senyum manis Rouhani. Sejak awal kemenangan Hassan Rouhani, Netanyahu telah menjelaskan bahwa ia hanya boneka pemimpin spiritual Ayatullah Ali Khamenei.

Namun, keadaan saat ini malah membuat Netanyahu seakan-akan terisolasi dari masyarakat internasional. Bahkan sahabat setia Israel, yaitu AS tampak membuka jalan negosiasi damai.

Menteri Israel untuk Strategi dan Intelijen, Yuval Steinitz, menegaskan Israel khawayir dengan kampanye penuh senyum Rouhani yang terkesan mengejek. Karena meski ia terlihat moderat namun, Iran hingga kini tak menunjukkan tanda-tanda menghentikan pengayaan uranium. Uranium diketahui sebagai kunci utama untuk memproduksi senjata nuklir.

''Dia akan terus tersenyum sepanjang jalan hingga pembuatan bom,'' ucap Steinitz. 
Meski Iran selama ini mengklaim bahwa program mereka untuk tujuan damai, namun Israel tak percaya. Ia yakin kegiatan pengayaan rahasia hingga menolak ketika diperiksa tim investigasi nuklir PBB menunjukkan mereka sedang membuat bom. Israel, satu-satunya negara yang diketahui memiliki senjata nuklir di Timur Tengah, sangat khawatir dengan Iran. Apalagi selama ini Iran mendukung kelompok atau organisasi yang berperang melawan Israel, seperti Hizbullah, Jihad Islam dan Hamas.

Berulang kali Israel menyatakan rasa frustasi karena Barat tak mampu menghentikan program nuklir Iran. Israel malah meminta agar dilakukan ancaman tindakan militer karena tekanan diplomatik dan ekonomi belum cukup.

Thursday, August 22, 2013

Israel: Kelumpuhan Militer Mesir Target Utama Kudeta

Militer Mesir
Militer Mesir

BERITA TERKINI, JERUSALEM -- Beberapa jenderal Israel mengungkapkan sejumlah fakta terkait kudeta militer Mesir. Mereka menegaskan Israel memiliki peran dalam kudeta militer yang dipimpin oleh panglima Abdul Fattah Al Sisi.

''Para jenderal menegaskan bahwa Israel ingin melumpuhkan militer Mesir untuk jangka panjang,'' sebut laporan PIP mengutip situs Isu Central Israeli pada Kamis (22/8).

Laporan itu dikutip dari hasil wawancara wartawan radio militer Israel, Razi Berkani, yang mengundang sejumlah jenderal veteran negara itu sebagai narasumber. Berkani mengundang mantan panglima angkatan udara Israel, Raven Bethatsor; mantan panglima militer Israel, Dani Haltus; dan mantan ketua peneliti di badan intelejen militer, Amos Galboa.

Jenderal-jenderal Israel ini sepakat bahwa langkah paling penting dalam kudeta Mesir bukan melengserkan Muhammad Mursi dan menjatuhkan pemerintah Ikhwanul Muslimin. ''Tetapi, target paling penting adalah mendorong militer Mesir untuk semakin lumpuh,'' sebut laporan tersebut.

Melumpuhkan militer Mesir menjadi setrategi terpenting bagi Israel. Sebab, Israel menilai militer mesir masih memiliki kekuatan dan perlu diwaspadai.

''Israel tidak pernah memperkirakan terjadinya hasil seperti ini di Mesir. Israel tidak pernah memperkirakan militer Mesir akan merebut kekuasaan politik dengan cara seperti ini,'' kata Bethadsor.

''Dengan berkuasanya militer ke pucuk pimpinan politik, maka hal ini akan mengubah perimbangan kekuatan antara Israel dengan Arab di masa mendatang dalam jangka panjang,'' katanya.

Sementara, Amos menegaskan Amerika Serikat harus memanfaatkan pengaruhnya terhadap elit militer Mesir dan meyakinkan mereka untuk melakukan peran seperti halnya peran militer di Turki sebelum era Recep Tayyip Erdogan.

Amerika harus menjamin militer mencegah pihak-pihak kelompok ekstrim menguasai pemerintahan di Kairo. ''Israel dan Amerika memiliki kepentingan di dalam hal ini,'' katanya.

Dani Haltus menegaskan,“Meski kami gembira dengan jatuhnya Mursi, namun yang terpenting dari itu adalah bagaimana militer Mesir akan lemah karena sibuk dengan kekuasaan politik selama jangka waktu mendatang.” 

Sumber: Republika Online

Tuesday, August 20, 2013

Pertemuan Rahasia Israel-Palestina, Bahas Apa?

Israel Palestina
Israel Palestina

BERITA TERKINI, RAMALLAH---Para juru runding Israel dan Palestina melakukan pertemuan secara rahasia, kata seorang pejabat tinggi Palestina, satu pekan setelah pembicaraan damai yang ditengahi Amerika Serikat diluncurkan kembali di Kota Suci.

"Pertemuan dilangsungkan hari ini antara delegasi Palestina yang dipimpin oleh Saeb Erakat dan Mohammad Shtayyeh, dan delegasi Israel (yang dipimpin Menteri Kehakiman) Tzipi Livni dan Yitzhak Molcho," kata pejabat itu yang tidak ingin disebutkan jati dirinya kepada kantor berita Prancis AFP. Rincian pembicaraan tidak diungkapkan, yang rupanya disesuaikan dengan permintaan Washington pekan lalu agar pertemuan itu tidak diliput media.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa utusan khusus Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Martin Indyk, pada Senin telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk menekankan agar perundingan terus dijalankan "kendati terus berlangsungnya pembangunan permukiman, yang merupakan hambatan terbesar dalam meneruskan pembicaraan."

Pembicaraan yang berlangsung Rabu dilakukan secara rahasia di lokasi yang tidak diketahui di Yerusalem. Pertemuan itu merupakan hasil upaya diplomatik berbulan-bulan yang dilancarkan secara intensif oleh AS untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan setelah terhenti selama hampir tiga tahun. Abbas mengatakan kedua pihak membahas semua masalah kunci, namun ia menolak memberikan keterangan lebih rinci terkait dengan kesepakatan untuk menutup informasi kepada media.

Sumber: Republika Online

Wednesday, July 31, 2013

Mentri Israel: Bunuh Saja Para Tahanan Palestina

Jasad Moataz Shawrana (19) dikelilingi keluarganya, ketika tiba di rumah sakit untuk keperluan otopsi di Hebron, Tepi Barat. Pemuda ini tewas akibat tembakan militer Israel setelah bentrok di desa Dura, dekat Hebron. | HAZEM BADER / AFP
 

JERUSALEM, BERITA TERKINI— Saat perundingan perdamaian Israel-Palestina dijadwalkan untuk dilanjutkan lagi setelah terhenti tiga tahun, media Israel, 972 Magazine, melaporkan bahwa seorang anggota kabinet negara itu menyatakan dukungannya untuk membunuh saja para tahanan Palestina ketimbang membawa mereka ke pengadilan.

Minggu (28/7/2013) lalu, Israel mengumumkan akan membebaskan 104 tahanan Palestina, sebuah peringatan penting dalam rencana yang ditengahi John Kerry, Menteri Luar Negeri AS, untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian itu.

Namun, menurut laporan 972, Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Israel yang juga Pemimpin Partai Rumah Yahudi, Naftali Bennett, tidak dapat menyetujui hal lain, sebagaimana yang diusulkan dalam sidang kabinet pada hari Minggu itu, selain cara ilegal untuk berurusan dengan para tahanan.

"Jika anda menangkap teroris, anda cukup membunuh mereka," kata Bennett, menurut sebuah laporan dalam edisi cetak berbahasa Ibrani dari harian Yedioth Ahronoth.

Penasihat Keamanan Nasional Israel, Ya'akov Amidror, dilaporkan bereaksi dengan mengatakan bahwa praktik seperti itu ilegal. Bennett kemudian dilaporkan menyatakan, "saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya, dan tidak ada masalah dengan hal itu."

Bennett, seorang mantan perwira militer Israel (IDF) yang berhaluan konservatif, sempat bergabung dengan para demonstran yang menentang keputusan untuk membebaskan para tahanan sebelum menghadiri rapat kabinet hari Minggu. Menurut The Jewish Press, sebelum pemungutan suara di rapat kabinet pada hari Minggu itu, Bennett mengatakan, "teroris harus dibunuh, bukan dibebaskan."

Pembicaraan perdamaian di Washington dimulai pada hari Senin, meskipun kedua belah pihak tetap skeptis tentang komitmen untuk menyelesaikan kebuntuan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2013/07/30/1105175/Menteri.Israel.Saya.Sudah.Bunuh.Banyak.Orang.Arab

Wednesday, July 24, 2013

Israel Selatan Kena Hantaman Dua Roket Gaza

roket
roket

BERITA TERKINI, YERUSALEM -- Dua roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza menghantam Israel selatan. Kepolisian setempat melaporkan dua roket tersebut tidak menimbulkan kerusakan atau korban.

"Roket-roket itu mendarat di daerah Eshkol," kata Luba Samri, Rabu (24/7) waktu setempat.
Sebuah roket menghantam daerah yang sama pada Ahad (21/7) lalu, dan dua lagi mendarat di Israel selatan pada Kamis pekan lalu, namun tidak ada korban atau kerusakan.

Insiden saling serang terakhir antara Israel dan pejuang Gaza terjadi pada 25 Juni lalu, ketika kelompok Jihad Islam menembakkan lima roket ke Israel yang dibalas dengan gempuran udara ke Gaza.

Hamas bertanggung jawab memastikan bahwa kelompok-kelompok pejuang Palestina menghormati ketentuan gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang mengakhiri konfrontasi besar delapan hari dengan Israel tahun lalu.

Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel.

Kekerasan itu meletus pada 14 November dengan pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel.

Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel, 421 diantaranya disergap oleh sistem anti-rudal Iron Dome.

Sumber: Republika Online

Sunday, July 21, 2013

Iran dan Suriah Bikin Netanyahu Buka Perundingan Israel-Palestina

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu

BERITA TERKINI, PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan dibukanya kembali perundingan dengan Palestina sangat penting bagi strategi Israel.

Dalam pernyataan Sabtu petang, Netanyahu mengatakan, selain untuk mengakhiri konflik Israel Palestina, perundingan juga sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi Israel dari Iran dan Suriah seperti dilansir voa.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Israel mengumumkan akan membebaskan sejumlah terbatas narapidana Palestina sebagai tanda iktikad baik. Menteri Pemerintahan Israel Yuval Steinitz mengumumkan hal itu hari Sabtu, tetapi tidak memberikan rincian mengenai jumlah dan identitas narapidana yang akan dibebaskan.

Jumat malam, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John  Kerry mengumumkan rencana membuka kembali perundingan Israel Palestina setelah bertemu dengan presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ia mengatakan, beberapa rincian masih digarap dan jika semua berjalan lancer pejabat Israel dan Palestina akan datang ke Washington untuk melakukan pembicaraan awal dalam satu atau dua pekan mendatang.

Sumber: Republika Online

Sunday, July 14, 2013

Israel Akan Dahului AS Gebuk Iran

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu

BERITA TERKINI, WASHINGTON---Iran bergerak "semakin dekat" untuk membangun senjata nuklir dan Israel mungkin harus bertindak sebelum Amerika Serikat, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Mereka (Iran) merayap hingga ke garis merah. Mereka belum melewatinya," kata Netanyahu dalam acara berita CBS.

"Mereka semakin dekat dengan bom. Dan mereka harus diberitahu secara tegas bahwa itu tidak akan diizinkan terjadi," katanya.

Netanyahu mengatakan bahwa Israel memiliki jadwal yang lebih sempit dibandingkan Washington, yang mengisyaratkan bahwa tindakan sepihak harus diambil untuk menghentikan program nuklir kontroversial Iran. "Jam kami berdetak pada kecepatan yang berbeda. Kami lebih dekat dibandingkan Amerika Serikat. Kami lebih rentan. Karena itu kami akan menyikapi hal itu bagaimana menghentikan Iran, mungkin sebelum yang dilakukan Amerika Serikat," ujarnya.

Netanyahu mengatakan Tehran telah membangun centrifugal lebih cepat yang memungkinkan mereka melompati garis, mungkin pada tingkat yang jauh lebih cepat yaitu dalam beberapa minggu ke depan. Netanyahu mengatakan kebijakan nuklir Iran kemungkinan tidak berubah di bawah persiden selanjutnya, yaitu Hassan Rouhani ulama moderat dan mantan negosiator nuklir yang akan memegang kekuasaannya pada 3 Agustus. "Dia mengkritik pendahulunya (Presiden Mahmoud Ahmadinejad) untuk menjadi serigala berbulu serigala. Strateginya adalah menjadi srigala berbulu domba. Tersenyum dan membangun bom," kata Netanyahu.

Sumber: Republika Online

Tuesday, July 9, 2013

Ketakutan, Israel Minta AS Tak Bekukan Bantuan Militer ke Mesir

Aksi unjuk rasa para pendukung Presiden Muhammad Mursi di Nasser City, Kairo, Mesir, Kamis (4/7).    (AP/Hassan Ammar)
Aksi unjuk rasa para pendukung Presiden Muhammad Mursi di Nasser City, Kairo, Mesir, Kamis (4/7). (AP/Hassan Ammar)

BERITA TERKINI, TEL AVIV -- Israel menilai, Washington seharusnya tidak membekukan bantuan tahunan sebesar 1,3 miliar dolar AS ke Kairo setelah penggulingan Muhammad Mursi dari kursi presiden oleh militer. Di bawah undang-undang As, semua bantuan militer dan ekonomi akan dibekukan bagi semua negara yang pemerintahannya digulingkan militer. Meskipun, Washington belum mempertimbangkan penggulingan Mursi sebagai sebuah kudeta.

Berdasarkan sumber dari pejabat senior AS yang dikutip Haaretz, pemimpin politik Israel telah membuat sejumlah panggilan telepon ke Washington. Mereka memperingatkan pembekuan bantuan dapat berdampak pada keamanan Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menelpon Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon berbicara dengan kepala Pentagon, Chuck Hagel dan penasehat keamanan nasional Israel, Yaakov Amidror berkonsultasi dengan penasehat keamanan AS, Susan Rice.

"Israel memperingatkan pemotongan bantuan militer ke Mesir akan berdampak negatif bagi keamanan Israel. Terutama mengingat kemungkinan memburuknya keamanan di Sinai. Mereka juga memperingatkan penghentian bantuan dapat merusak perjanjian damai Israel dengan Mesir," tulis surat kabar tersebut dilansir Al-Arabiya.

Bantuan AS ke Mesir terus berlangsung sejak 1979 karena adanya perjanjian damai dengan Israel. Karena itu, Israel khwatir kebijakan AS dapat melemahkan komitmen tentara Mesir pada perjanjian internasional.

Sumber: Republika Online

Monday, June 10, 2013

Netanyahu dan Mossad Makin Galau

Mossad
Mossad

POHUWATO ONLINE, Pejabat-pejabat senior intelijen dan keamanan Israel menyatakan keprihatinan mereka tentang pemogokan para staf departeman luar negeri Israel tersebut dan mendesak Perdana Menteri Benyamin Netanyahu turut campur tangan untuk mengakhirinya.

Para pemimpin Dinas Rahasia Israel (Mossad), badan keamanan Shin Bet dan departemen urusan militer telah memberitahu Netanyahu yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri bahwa pemogokan itu telah merugikan keamanan Israel.

Seperti dilansir kantor berita IRNA, pada bulan Maret, departeman luar negeri Israel mulai mogok sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai "pengikisan upah dan pembubaran departeman luar negeri."

Mogok tersebut menimbulkan ketegangan antara dinas intelijen dan departeman luar negeri. Pasalnya para staf menolak mengeluarkan paspor diplomatik bagi para menteri dan menyusun perjalanan mereka ke luar negeri.

Selain itu, para staf departeman luar negeri berencana menggelar long march menuju parlemen Israel (Knesset) pada Selasa (11/6) pagi.

Sumber: Republika Online

Israel Rencana Serang Tank Suriah di Perbatasan

 Sejumlah tank Israel bersiaga di kawasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dekat perbatasan dengan Suriah, Rabu (22/5).
Sejumlah tank Israel bersiaga di kawasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dekat perbatasan dengan Suriah, Rabu (22/5).

POHUWATO ONLINE, TEL AVIV -- Pasukan pertahanan Israel diduga mengancam akan menyerang tank Suriah di perbatasan. Mereka mengajukan izin menyerang ke Dewan Keamanan PBB.

Dalam pertemuan dengan 15 anggota Dewan Keamanan di New York, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk operasi penjaga perdamaian, Herve Ladsous mengatakan, tentara Israel dan Suriah berada di ambang bentrokan militer. Ia memperingatkan bentrokan akan menjadi yang terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Yerusalem Post melaporkan, rezim Suriah meminta Israel menahan diri dari menembaki kendaraan. Menurutnya, kehadiran tank hanya untuk memerangi anggota oposisi bersenjata.

Awal pekan ini, oposisi Suriah menguasai persimpangan dengan Israel. Namun, wilayah itu direbut kembali pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad beberapa jam kemudian.

"PBB telah diinformasikan komandan pasukan Suriah bahwa kehadiran tank semata-mata untuk tujuan memerangi anggota oposisi bersenjata dan meminta pasukan Israel untuk tidak mengambil tindakan," ungkap sebuah laporan.

Sementara, Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon mengatakan, Israel mengeluh kepada PBB tentang masuknya tank ke zona penyangga.

Sumber: Republika Online

Sunday, June 9, 2013

Israel Ragukan Pasukan Internasional?

Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting in Jerusalem January 13, 2013.
Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting in Jerusalem January 13, 2013.

POHUWATO ONLINE, YERUSALEM -- Perpecahan di tubuh pasukan pemelihara perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan menggaris-bawahi fakta israel "tak bisa mengandalkan pasukan internasional untuk menjaga keamanannya", kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ahad (9/6).

Netanyahu merujuk kepada keputusan Austria, yang diumumkan Kamis lalu (6/6), untuk menarik 380 prajuritnya dari Pasukan Pengamat Pemisah PBB (UNDOF) --yang memantau kesepakatan gencatan senjata 1973 antara Suriah dan Israel.

"Meskipun (pasukan PBB) dapat menjadi bagian dari kesepakatan, mereka tak bisa menjadi landasan keamanan Israel," kata Netanyahu kepada kabinetnya pada awal pertemuan mingguannya, Ahad.
Netanyahu mengatakan ia akan mengangkat masalah itu dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada akhir pekan ini, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Di dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelum pertemuan kabinet tersebut, Menteri Urusan Strategis Israel Yuvat Steinits mengumandangkan pernyataan Netanyahu. Ia mengatakan kepergian Austria dari Dataran Tinggi Golan membuktikan "pasukan multinasional tak bisa dipercaya".

"Kami melihat apa nilainya pasukan semacam itu di Lebanon terhadap Hizbullah, di Sinai terhadap kelompok jihad global dan penyelundupan senjata, dan sekarang di Dataran Tinggi Golan," kata Steinitz sebagaimana dikutip laman berita Walla.

"Setiap orang yang mengira akan mungkin untuk menggabungkan pasukan multinasional dalam mempertahankan Israel Tengah sebagai bagian dari penyelesaian diplomatik menipu dirinya sendiri," ia menambahkan.

Pada Kamis, Austria memutuskan untuk menarik 380 personelnya, lebih sepertiga dari prajurit pemelihara perdamaian UNDOF --yang berjumlah 1.000 personel-- dari pasukan pemelihara perdamaian PBB itu.

PBB menganggap tindakan tersebut sebagai pukulan bagi misi di Dataran Tinggi Golan, daerah yang direbut Israel dari Suriah dan dicaplok setelah Perang 1967.

Keputusan Austria untuk menarik pasukannya dari UNDOF dilakukan beberapa jam setelah gerilyawan Suriah merebut tempat penyeberangan perbatasan Quneitra, yang diawaki PBB, dalam pertempuran sengit melawan prajurit militer Damaskus --yang belakangan merebut kembali tempat itu.

Sumber: Republika Online

Serangan Cyber Iran Meningkat, Israel Resah

Serangan siber (ilustrasi)
Serangan siber (ilustrasi)

POHUWATO ONLINE, YERUSALEM--Serangan siber terhadap Israel yang berasal dari Iran telah meningkat. Begitulah bunyi tudingan dari PM Israel Benyamin Netanyahu pada Ahad (9/6), seperti dilaporkan AFP.

 "Dalam beberapa bulan terakhir kita telah mengidentifikasi peningkatan serangan siber secara signifikan yang berasal dari Iran, baik yang dilakukan langsung oleh Iran maupun lewat kedok sekutunya, Hizbullah dan Hamas," tuduhnya, di depan konferensi keamanan siber yang berlangsung di Universitas Tel Aviv.

"Targetnya adalah sistem-sistem krusial," ujarnya tanpa memberi rincian lagi. Pidato itu kemudian dirilis oleh kantor keperdanamentrian.

"Saat ini kita membangun kemampuan untuk menghadapi serangan tersebut dan menangkis sebagian besar dari mereka, saat bersamaan kita pun membangun 'Iron Dome digital'," ujarnya mengacu kepada nama sistem pertahanan antirudal tersohor milik Israel.

Sumber: Republika Online