Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

Warga Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka

Penemuan mayat (ilustrasi)
Penemuan mayat (ilustrasi)

BERITA TERKINI, CIBITUNG -- Warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Sarana Jaya, Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria. Mayat lelaki tersebut ditemukan warga dengan kondisi luka parah di bagian leher. 

Kepala Kepolisian Sektor Cibitung, Komisaris Polisi Andre Librian mengatakan kepada wartawan, Senin (7/10) pagi. Penemuan mayat berawal dari warga sekitar yang melaporkan kepada kepolisian. "Saat ini petugas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," jelasnya. 

Informasi yang kami terima, lanjutnya, ada luka di leher korban. Namun, sambungnya, belum bisa memastikan apakah dia korban pembunuhan. Kasus ini kini di tangani oleh Polsek Metro Cibitung.

Friday, October 4, 2013

Hati-hati, Kejahatan Hipnotis Mulai Marak Disejumlah Kota

Hipnotis (ilustrasi)
Hipnotis (ilustrasi)

BERITA TERKINI, PALEMBANG---Aksi kejahatan dengan cara menghipnotis korbannya akhir-akhir ini kembali marak di sejumlah pusat keramaian dan perbelanjaan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan data pengaduan masyarakat yang dihimpun di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Jumat, dalam sebulan terakhir sedikitnya terdapat lima kasus kejahatan hipnotis.

Salah seorang korban kejahatan hipnotis Apriani menjelaskan, dia mengalami aksi kejahatan itu ketika mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan atau mal di kota ini pada 22 September 2013. Aksi kejahatan itu telah dilaporkan kepada petugas SPK Polresta Palembang, namun hingga sekarang belum ada informasi mengenai perkembangannya apakah pelaku sudah tertangkap atau belum, kata dia.

Dijelaskannya, kejahatan yang menimpa dirinya itu diawali adanya seseorang yang berpura-pura menanyakan alamat suatu tempat dan berlanjut pembicaraan lainnya yang akhirnya tanpa disadari kartu anjungan tunai mandiri (ATM) diberikan kepada pelaku berserta nomor PIN-nya.

Akibat aksi kejahatan itu, dirinya mengalami kerugian sebesar Rp12,8 juta karena pelaku menguras isi tabungannya menggunakan kartu ATM yang diberikan kepada pelaku di bawah pengaruh sihir atau hipnotis, katanya.

Menanggapi maraknya aksi kejahatan hipnotis akhir-akhir ini, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto menegaskan, pihaknya akan menyelidiki semua kasus yang dilaporkan masyarakat dan berupaya segera menangkap pelakunya.

Untuk mengantisipasi terus bertambahnya korban aksi kejahatan itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga kota agar meningkatkan kewaspadaan jika berada di pusat keramaian dan perbelanjaan yang menjadi tempat pelaku hipnotis beraksi. "Modus operandi kejahatan hipnotis biasanya dilakukan dengan cara berpura-pura menanyakan sesuatu, menjadi seseorang yang bisa mengobati suatu penyakit sebagai sarana mempengaruhi targetnya dengan sihir yang dapat membuyarkan konsentarsi pikiran atau melemahkan logika," ujarnya.

Thursday, September 12, 2013

Maraknya Penembakan Terhadap Polisi, Polwan-Polwan Cantik Angkat Bicara

Polwan Cantik
BERITA TERKINI, Ini Kata Polwan-Polwan Cantik Soal Maraknya Penembakan - Penembakan terhadap polisi marak terjadi belakangan ini. Terakhir, Aipda Anumerta Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Satu Korps Bhayangkara, polwan-polwan cantik pun angkat bicara. Menurut mereka, nyawa ada di tangan Tuhan. Selama melayani masyarakat, polwan-polwan cantik ini bangga menjadi polisi.

Berikut kata polisi cantik soal maraknya penembakan.

1. Brigadir Avvy Olivia

 
Brigadir Avvy Olivia berharap pelaku penembakan dan pengganggu keamanan dapat dibekuk. Agar warga kembali merasa aman.

Semoga cepet terungkap pelakunya, ujar polisi cantik ini kepada merdeka.com, Kamis (12/9).

Menurut Avvy, dirinya selalu mengantisipasi gangguan keamanan dengan menggunakan jaket jika tugasnya sudah selesai.

Kalo sudah selesai tugasnya, pakai jaket atau mengganti baju, jelas dia.

2. Briptu Eka Frestya

 
Briptu Eka Frestya tak banyak mengomentari penembakan polisi, namun polwan cantik ini mengaku sedih dengan kejadian tersebut.

Saya tak mau banyak mengomentari. Yang pasti sedih dengan peristiwa tersebut, ujar Eka kepada merdeka.com, Kamis (12/9).

3. Brigadir Handayani

 
Brigadir Handayani merasa berduka dengan tewasnya senior-seniornya ditembak orang tak dikenal. Dia berharap pelaku bisa ditangkap dan diadili.

Yang pasti kita sebagai aparat berduka sedalamnya atas kejadian ini. Semoga pelakunya cepat tertangkap dan tidak ada lagi korban selanjutnya, ujar presenter laporan lalu lintas di stasiun televisi nasional ini kepada merdeka.com, Kamis (12/9).

Meski tak takut dengan tindakan orang tak bertanggung jawab itu, Handayani tetap mengantisipasi kemungkinan.

Jika kita sedang melakukan pengaturan di jalan tidak sendirian melainkan berdua atau lebih, dalam artian yang 1 mengatur 2 berjaga untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan, jelas dia.

4. Bripda Eka Rachma

 
Bripda Eka Rachma merasa sedih dengan gugurnya para seniornya ditembak orang tak dikenal selama beberapa bulan belakangan ini. Eka mengaku, hal itu membuat keluarga khawatir terhadap dirinya.

Kejadian itu membuat takut keluarga saya yang khawatir kepada saya. Jujur rasa takut memang ada, tetapi kembali ke tugas pokok, kita melayani masyarakat, jelas Eka kepada merdeka, Kamis (12/9).

Dirinya berdoa agar pelakunya cepat terungkap, supaya jelas latar belakang modus penembakan polisi tersebut. Semoga cepat terungkap, singkatnya.

Eka yang sering menyampaikan laporan lalu lintas di televisi swasta ini memiliki cara untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan tersebut dengan selalu waspada.

Pake jaket, kalo enggak lagi mau on cam. Misalnya makan siang, di luaran gitu pake jaket. Kalo perlu setelah siaran, sudah menjelang malam, ganti pakaian preman, ujar Eka.

Tuesday, September 10, 2013

Menguak Misteri Penembakan Bripka Sukardi?

Suasana olah TKP penembakan polisi Provost Mabes Polri, Bripka Sukardi, Selasa (10/9) malam. Sukardi tewas usai ditembak tiga kali di bagian dada dan perut oleh orang tak dikenal di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Gedung KPK.
Suasana olah TKP penembakan polisi Provost Mabes Polri, Bripka Sukardi, Selasa (10/9) malam. Sukardi tewas usai ditembak tiga kali di bagian dada dan perut oleh orang tak dikenal di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Gedung KPK.

BERITA TERKINI,JAKARTA -- Penembakan Bripka Sukardi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menimbulkan banyak tanda tanya. Salah satunya adalah mengapa lokasi penembakan itu terjadi di depan kantor komisi antirasuah tersebut. Apakah ada sinyal tertentu yang ingin dikirim oleh pelaku penembakan?

Ketika ditanya hal ini, Wakapolri Komjen Oegroseno tidak menjawab banyak. Ia hanya mengatakan motif pelaku masih diselidiki.
"Tidak ada, tidak ada itu. Motifnya (penembakan) jangan dihubungkan ke sana (di depan gedung KPK)," kata Oegroseno pada wartawan, Selasa (10/9) malam.

Bripka Sukardi ditembak oleh eksekutor yang mengendarai motor. Ada dua motor yang menguntit Sukardi. Ketika ditembak, Sukardi posisinya di depan empat truk besar yang mengangkut baja peralatan lift. Belum jelas betul apakah Sukardi mengawal keempat truk tersebut.

Truk berangkat dari Tanjung Priok dengan tujuan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam label di pembungkus baja tersebut tertera nama proyek Rasuna Tower. Sekitar pukul 22.00 WIB pelaku menembak Bripka Sukardi.

Situasi lalu lintas ketika itu masih cukup ramai. Satu petugas polisi yang berjaga-jaga di depan police line tempat kejadian perkara sampai geleng-geleng kepala mendengar waktu peristiwa itu. "Nekat betul pelakunya. Jam segitu kan di sini masih ramai," ujar anggota Brimob itu.

Penembakan juga terjadi di pusat Jakarta. Dekat dengan Ring 1 pusat pemerintahan. Bagaimana analisis polisi terhadap teror di dekat sentral pemerintahan Indonesia dan DKI Jakarta ini? Wakapolri memilih belum mau berkomentar banyak. "Soal itu silahkan tanya pengamat saja," kata Oegroseno.

Sumber: Republika Online

Seorang Polisi Ditembak Tepat di Depan Gedung KPK

Suasana TKP penembakan polisi Provost Mabes Polri, Bripka Sukardi, Selasa (10/9) malam. Sukardi tewas usai ditembak tiga kali di bagian dada dan perut oleh orang tak dikenal di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Gedung KPK.
Suasana TKP penembakan polisi Provost Mabes Polri, Bripka Sukardi, Selasa (10/9) malam. Sukardi tewas usai ditembak tiga kali di bagian dada dan perut oleh orang tak dikenal di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Gedung KPK.

BERITA TERKINI, JAKARTA -- Penembakan terhadap anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini penembakan polisi Provost Mabes Polri yang kerap menjaga Gedung KPK, Selasa (10/9) sekira pukul 22.30 WIB.

Korbannya penembakan tersebut diketahui bernama Sukardi. Belum diketahui penyebab penembakan tersebut.

Pelaku penembakan diduga orang yang mengendarai motor yang sengaja melintasi jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di depan gedung KPK. Kabarnya pelaku menembak bagian perut Sukardi sebanyak tiga kali.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui kondisi terakhir sukardi.

Sumber: Republika Online

Thursday, August 1, 2013

Preman Jakarta Berani Karena Punya "Bekingan" Kuat

Polda Metro Jaya ciduk sejumlah preman di Jakarta,Jumat (5/4).
Polda Metro Jaya ciduk sejumlah preman di Jakarta,Jumat (5/4).

BERITA TERKINI, SEMANGGI -- Tindak-tanduk kriminalitas yang dilakukan para preman di Jakarta dinilai pihak kepolisian memiliki asal. Preman diduga memiliki 'bekingan' sehingga membuat mereka leluasa bertindak mengabaikan aturan hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, para preman ini hanyalah lapisan bawah dari sistem kriminalitas. Operasi mereka ada yang mengontrol juga yang melindunginya.''Ada godfather-nya,'' katanya, Kamis (1/8).

Godfather atau pihak yang melindungi preman tersebut bisa merupkan seseorang atau sebuah organisasi masyarakat tertentu yang ditakuti dan memiliki pengaruh.

Pihak kepolisian berjanji akan segera mengusut pengontrol level atas yang terlibat dalam operasi preman tersebut. Para individu atau ormas masyarakat, kata Rikwanto, telah menginstruksikan para preman tersebut untuk melakukan tindakan ilegal seperti mengadakan pajak jalan, pajak tempat untuk pedagang, serta pajak pengangkutan penumpang.

Seperti diketahui, 48 preman di lima titik di Tanah Abang yakni pasar buah, depan mesjid At-Taqwa, pasar blok G, Blok B, dan pasar Tasik diringkus pihak kepolisian dari Sudit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan Subdit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Polda Metro Jaya, Kamis (1/8).

Salah seorang preman bernama Doni Irwansyah mengaku mendapatkan uang hingga Rp 1 juta perhari dari pengamanan kendaraan seperti kopaja dan kendaraan bermotor. Ia mengungkapkan dirinya adalah bagian dari organisasi bernama PPM yang memberinya perlindungan melakukan aksi-aksinya. "Tugas saya menarik uang parkir Rp 2.000 sekali parkir,'' katanya.

Sumber: Republika Online