Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Wednesday, September 4, 2013

Vladimir Putin Sebut John Kerry Sebagai Pembohong

John Kerry
John Kerry

BERITA TERKINI, MOSKOW -- Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry sebagai seorang pembohong.

Pernyataan itu dilontarkan Putin menyusul tuduhan AS yang menyebut Pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia untuk menyerang warga sipil dalam beberapa kali serangan dan keterlibatan pasukan opisisi Al-Qaidah.

Putin menyatakan, Al Qaidah yang sudah lama menjadi target Negeri Paman Sam itu terbukti ikut berperang melawan Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad. Menurut Putin, tudingan Kerry mengada-ada.

"Ini sangat tidak mengenakkan dan terus terang saya terkejut. Ketika saya berbincang dengan dia (Kerry), saya menghargainya sebagai orang yang terhormat. Namun dia itu berbohong. Herannya, dia tahu sedang berbohong. Ini tentu sangat menyedihkan," ujar Putin, seperti dikutip Associated Press, Kamis (5/9). 

Sumber: Republika Online

Tuesday, September 3, 2013

Serangan AS Untuk Suriah Disetujui Kongres

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama

BERITA TERKINI, WASHINGTON -- Presiden Barack Obama mendapatkan dukungan dari kedua belah pihak di Kongres untuk menyerang Suriah.

Juru bicara kongres dan pimpinan Republikan, John Boehner mengatakan, dia akan mendukung mosi presiden untuk menyerang rezim Bashar al-Assad karena menggunakan senjata kimia. Dia juga meminta teman satu partai mendukung rencana presiden tersebut.

"Kami memiliki musuh di seluruh dunia yang butuh mengerti kami tidak akan menoleransi perilaku seperti ini," ujar Boehner dikutip Al-Jazeera edisi Selasa (3/9) malam.

Rekan Republik, pemimpin mayoritas kongres Eric Cantor juga menyuarakan dukungan serupa. Sementara itu, pemimpin partai demokrat di kongres, Nancy Pelosi mengatakan dia tidak percaya kongres akan menolak permintaan Obama.

"Tindakan Assad keluar dari perilaku kemanusiaan dan kami harus meresponnya," ujar Nancy.

Pernyataan politisi tersebut datang setelah pertemuan di Gedung Putih dimana presiden percaya diri kongres akan mendukung aksi militer. "Apa yang kita bayangkan adalah sesuatu yang terbatas. Ini proporsional. Ini akan menurunkan kemampuan Assad," ujar Obama.

Menurutnya, pada saat yang sama, AS akan meningkatkan kemampuan oposisi. Obama menegaskan kembali bahwa pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya pada 21 Agustus di pinggiran kota Damaskus.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan menteri pertahanan Chuck Hagel memberikan bukti kepada komite hubungan luar negeri senat terkait temuan penggunaan senjata kimia. Kerry mengatakan jika tidak ada tindakan pada Assad akan memungkinkan kriminal lain bertindak kebal hukum.  

Sumber: Republika Online

Sunday, September 1, 2013

Konflik Suriah Akan Jadi Perang Rusia vs Amerika

Amerika Serikat dan Rusia
Amerika Serikat dan Rusia

BERITA TERKINI, Penggunaan senjata kimia dalam perang sipil di Suriah menyisakan dua kubu besar di kalangan internasional. Kubu pertama, yakni mereka yang ingin menyerang Suriah dan kelompok kedua, yang menentang invasi. Kubu pertama dipimpin oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. Hanya, kongres Inggris menolak keinginan Perdana Menteri Inggris David Cameron untuk terlibat dalam penyerangan.  Sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi dan Qatar, diketahui telah sejak lama memasok senjata buat oposisi.

Kubu kedua, yakni kelompok negara yang menentang serangan tersebut. Rusia merupakan negara yang berdiri paling depan dalam barisan ini, selain Cina dan Iran. Bagi Rusia, Suriah merupakan pertaruhan gengsinya dengan AS. Berbeda dengan Iran yang memiliki kedekatan secara aliran dengan Presiden Bashar al-Assad (sama-sama Syiah), Rusia memiliki hubungan bisnis dan historis yang cukup panjang dengan rezim Assad.

Hubungan Rusia (dulu Uni Soviet) telah berlangsung selama beberapa dekade, bahkan sejak ayah Bashar al-Assad, Hafez al-Assad, berkuasa. Pada 1972, Hafez al-Assad telah menandatangani perjanjian pakta pertahanan keamanan dengan Rusia. Selama era itu, Moskow mengirimkan senjata senilai 135 juta dolar AS ke Damaskus. Pada 1980, Assad dan Presiden Uni Soviet Leonid Brezhnev bahkan menandatangani pakta kerja sama lanjutan selama 20 tahun terakhir.

Pemimpin Soviet terakhir, Mikhail Gorbachev, pada 1987 pernah mengatakan menjamin akan terus melanjutkan bantuan ekonomi dan militernya untuk Suriah. Janji ini terus dipegang hingga Hafez al-Assad digantikan oleh Bashar al-Assad. Di sisi lain, partai politik di Suriah dikuasai oleh Partai Bath yang dikategorikan masuk dalam kelompok sayap kiri. Kedekatan pandangan atau ideologi politik dengan Uni Soviet ini merekatkan keduanya. Selain dengan Suriah, Uni Soviet juga dekat dengan rezim Irak Saddam Husein yang telah diluluhlantakkan oleh AS dan sekutu.

Karena itu, jika Assad berhasil digulingkan dan Suriah berhasil ditaklukkan Barat dan sekutunya, ini bisa menjadi tamparan besar buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Padahal, Putin telah berjanji akan mengembalikan masa kejayaan Rusia setelah sebelumnya, Negeri Beruang Merah itu bergelut dalam persoalan ekonomi.

Washington Post menulis ada empat alasan mengapa Rusia ingin melindungi Assad. Pertama, Rusia memiliki pangkalan di Suriah yang cukup strategis. Pangkalan ini merupakan markas militer terakhir Rusia di luar negara-negara Uni Soviet. Kedua, Rusia masih memiliki jiwa mental perang dingin. Dia ingin tetap mempertahankan aliansi militer terakhirnya. Ketiga, Rusia membenci ide intervensi Barat seperti yang dilakukan terhadap Suriah. Keempat, Suriah telah membeli perlengkapan militer cukup besar dari Rusia. Sejak abad 20, Rusia mungkin telah menjual lebih dari 1,5 miliar dolar AS senjata ke Suriah. Belakangan, Rusia dikabarkan telah menjual pesawat tempur MiG-29 dan s-300 ke Suriah.

Dalam tanggapan terakhirnya soal rencana serangan Barat ke Suriah, Putin meminta AS dan sekutunya agar membuktikan terlebih dahulu apakah Assad benar menggunakan senjata kimia ataukah tidak. Dia juga menilai ini hanya provokasi dari negara-negara tertentu. Rusia merupakan salah satu negara tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Rusia bersama Cina berulang kali mengeblok keinginan Barat yang ingin menjatuhkan Assad melalui resolusinya. Kecurigaan Putin bahwa senjata kimia itu merupakan propaganda kelompok tertentu dapat dimaklumi. Karena, memang saat insiden serangan senjata kimia itu berlangsung, masih memiliki posisi cukup kuat dan tidak dalam keadaan terdesak.

Media Iran, Press TV dalam salah satu artikelnya mengatakan, senjata kimia berasal dari intelijen Arab Saudi. Laporan ini memang tidak sepenuhnya bisa diterima. Namun, konflik di Suriah bisa menguntungkan Arab Saudi, baik secara ekonomi maupun politik. Secara ekonomi, mereka bisa mendapatkan keuntungan dari naiknya harga minyak sedangkan dari politik, jika Assad jatuh, mereka akan menambah satu sekutu baru di negara Arab.

Kini, bola terakhir ada di tangan AS dan Rusia. Jika AS menyerang dan Rusia membalas dengan memberikan bantuan ke tentara Assad, ini bisa menjadi babak baru perang di Timur Tengah. Perang ini bisa melibatkan Iran, Hezbullah Lebanon, yang mendukung Assad melawan kelompok Suni Arab yang didukung Barat. 

Sumber: Republika Online

Parlemen Iran: AS Serang Suriah Untuk Amankan Israel

Bendera Iran  (ilustrasi)
Bendera Iran (ilustrasi)

BERITA TERKINI, TEHERAN---Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif menyatakan kesedihan atas kemungkinan serangan militer terhadap Suriah yang diajukan oleh negara-negara Barat dan beberapa negara-negara regional.

"Saya sedih mendengar bahwa beberapa tetangga kami telah menyerukan solusi militer terhadap Suriah. Ini menunjukkan bahwa mereka kurang pemahaman yang tepat tentang situasi regional," kata Zarif.

Dia lebih jauh menyoroti permusuhan beberapa negara regional dan Israel dengan Suriah dan mengatakan, "Mereka mengambil keuntungan dari apa yang terjadi di Suriah dan memperkuatnya untuk mendukung rezim Zionis atau bahan bakar bagi perbedaan sektarian."

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani juga memperingatkan kemungkinan serangan terhadap Suriah, dan mengatakan bahwa Barat harus merawat Israel atas kasus melancarkan perang terhadap Suriah.

Pada Sabtu, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menyatakan bahwa Gedung Putih sedang mempelajari opsi militer terhadap Suriah. Hagel menyarankan Pentagon mengirimkan pasukan ke tempat terdepan atas kemungkinan aksi militer terhadap Suriah, bahkan pada saat Presiden AS Barack Obama menyuarakan kehati-hatiannya.

 Sumber: Republika Online

Saturday, August 31, 2013

Dukungan Suriah, Delegasi Iran Kunjungi Damaskus

 Tentara Suriah berjalan di antara bangunan yang hancur akibat perang saudara yang melanda negara tersebut.
Tentara Suriah berjalan di antara bangunan yang hancur akibat perang saudara yang melanda negara tersebut.

BERITA TERKINI, DAMASKUS -- Ketua Kebijakan Luar Negeri dan Komisi Keamanan Nasional Iran, Alaeddin Boroujerdi, mengatakan Majelis Iran memimpin delegasi parlemen negara itu tiba di Damaskus pada Sabtu. Kunjungan ini sebagai tanda solidaritas dengan pemerintah Suriah.

Delegasi Iran akan bertemu dengan Ketua Parlemen Suriah, Mohammad Jihad Al Laham, untuk membahas perkembangan terbaru di Suriah.

Delegasi terdiri anggota parlemen Boroujerdi, Javad Karimi Qodosi dan Fathollah Hosseini mengunjungi Suriah untuk menyuarakan solidaritas Iran dengan bangsa dan pemerintah Suriah terhadap masalah yang sedang mereka hadapi.

Delegasi parlemen Iran akan meninjau perkembangan terbaru di Suriah dan mempelajari cara jalan keluar dari masalah saat ini selama pertemuan mereka dengan para pejabat tinggi Suriah.

Setelah kunjungan ke Suriah, delegasi Iran akan mengunjungi Lebanon untuk berunding dengan para pejabat tinggi Lebanon serta para anggota parlemen Lebanon membahas perkembangan regional.

Iran mengecam cara-cara Washington dalam berurusan dengan negara-negara Muslim dan berbicara dengan bahasa pemboman dengan kaum muslimin yang menyebabkan pertumpahan darah tak berdosa pria, wanita dan anak-anak.

Washington menginvasi Irak pada tahun 2003 dan menewaskan beberapa ratusan ribu Muslim Irak untuk menghukum presiden Saddam Hussein atas dugaan memiliki senjata pemusnah massal. Tuduhan yang dijadikan dasar pembenaran atas pertumpahan darah yang terbukti kemudian tidak berdasar.

Sumber: Republika Online

Media Massa Mesir Pojokkan IKhwanul Muslimin

 Seorang pengunjuk rasa pendukung Presiden Muhammad Mursi meneriakkan slogan  melawan militer Mesir dalam aksi unjuk rasa di dekat masjid Al-Nour di Kairo, Jumat (23/8).   (AP/Manu Brabo)
Seorang pengunjuk rasa pendukung Presiden Muhammad Mursi meneriakkan slogan melawan militer Mesir dalam aksi unjuk rasa di dekat masjid Al-Nour di Kairo, Jumat (23/8). (AP/Manu Brabo)

BERITA TERKINI, KAIRO -- Tekanan kepada Ikhwanul Muslimin (IM) belum berhenti. Kali ini, berbagai media massa cetak nasional Mesir yang terbit Sabtu (31/8) waktu setempat, serempak menyindir dan memojokkan IM yang mendukung Presiden terguling, Muhammad Mursi.

Demo 'Jumat Syuhada' yang digelar IM, Jumat (30/8) kemarin dinilai merugikan semakin merugikan rakyat Mesir. "Demo besar Ikhwan jumlahnya terbatas di tengah kebencian rakyat dan dikuasai keamanan," demikian judul berita di halam muka koran berpengaruh, Al Ahram.

 Sindiran serupa datang dari koran Al Gomhoriyah yang menurunkan berita berjudul, "Ikhwan di bawah kepungan rakyat. Masyarakat mengusir dan melarang mereka berunjuk rasa."

Judul seirama diutarakan koran Al Shuruq, "Ikhwan tanpa massa di hari penentuan". Pun koran Al Watan, "Kegagalan Ikhwan di hari penentuan", lalu koran Akhbar Al Yaoum menulis, "Penumbangan kedua bagi Ikhwan".

Sumber: Republika Online

Friday, August 30, 2013

Prancis-AS Tegaskan Kerja Sama Serang Suriah

Presiden Prancis, Francois Hollande (kiri) dan Presiden AS, Barack Obama.
Presiden Prancis, Francois Hollande (kiri) dan Presiden AS, Barack Obama.

BERITA TERKINI, PARIS-- Presiden Prancis Francois Holland pada hari Jumat menegaskan keinginannya untuk melancarkan aksi militer bersama-sama dengan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Suriah. Pernyataan itu menjadikan Paris sekutu utama Washington dalam krisis Suriah setelah Inggris menarik diri dari rencana operasi.

Dalam pembicaraan selama 45 menit melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Barack Obama, Hollande mengatakan Prancis masih memiliki tekad untuk menghukum rezim Suriah. Paris merasa yakin bahwa rezim tersebut telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri pada pekan lalu, demikian menurut ajudan presiden Prancis.

Obama dan Hollande "sama-sama yakin bahwa serangan itu merupakan serangan kimia dan bahwa tidak dapat dipungkiri rezim (Suriah) adalah pihak yang bertanggung jawab," kata ajudan tersebut.

"Hollande mengulang tekad Prancis untuk tidak membiarkan kejahatan-kejahatan itu lolos dari hukuman dan beliau (Hollande) merasakan tekad yang sama di pihak Obama."

Sebelumnya Inggris mundur dari rencana penyerangan terhadap Suriah --setelah parlemen melakukan pemungutan suara pada hari Kamis, yang hasilnya menentang keinginan pemerintah Inggris. Amerika Serikat dan Prancis pun menjelma menjadi sebuah tim memimpin intervensi  militer dalam perang Suriah yang sudah berjalan selama 29 bulan itu.

Bersatunya Prancis dan AS dalam sebuah tim merupakan hal yang jarang terjadi dalam tahun-tahun terakhir ini. Situasi saat ini sangat jauh berbeda dengan keadaan pada satu dekade sebelumnya, yaitu ketika hubungan Prancis dan Amerika Serikat menyentuh titik paling buruk karena perbedaan sikap menyangkut Irak.

Hubungan di titik rendah itu juga dikarenakan penentangan presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, terhadap serangan AS ke pemerintahan Saddam Hussein. Demikian dalam kebencian itu hingga kentang goreng yang dinamai 'French fries' diganti menjadi 'freedom fries' di beberapa restoran Amerika, termasuk yang berada di gedung DPR AS.

Kebalikan dari situasi yang dramatis pada saat itu, Hollande mencoba mendukung upaya Washington untuk membentuk koalisi internasional bagi kemungkinan penyerangan terhadap Suriah. "Prancis menginginkan tindakan yang tegas dan sebanding terhadap rezim Damaskus," katanya dalam wawancara dengan surat kabar Le Monde yang dipublikasikan hari Sabtu.

Dalam pidato yang disampaikannya menyangkut operasi militer di Suriah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pada hari Jumat memuji Prancis sebagai "sekutu terlama" Washington namun tidak menyebut Inggris.

Jika koalisi Prancis-AS benar-benar terbentuk, Paris berada dalam posisi untuk membantu koalisi dengan mengerahkan peluru-peluru kendali yang diluncurkan dari pesawat-pesawat jet tempur serta kapal selam.

Sumber: Republika Online

50 Persen Warga AS Menentang Invasi Suriah

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama

BERITA TERKINI, WASHINGTON -- Setengah dari warga Amerika Serikat percaya Presiden Barack Obama seharusnya tidak ikut campur secara ketentaraan di Suriah dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh penguasanya, kata jajak pendapat disiarkan pada Jumat.

Masyarakat tampak terpecah pada masalah apakah menggunakan kekuatan tentara untuk langsung menghukum Presiden Suriah Bashar Assad yang menggunakan gas beracun pada rakyatnya, sehingga menewaskan ratusan warga Suriah pada pekan lalu.

Menurut hasil jajak pendapat, hanya 42 persen warga AS mendukung Obama melancarkan serangan terhadap Suriah sebagai tanggapan. 50 persen warga menentang dan delapan persen tidak yakin.

Saat ditanya lebih khusus apakah mereka mendukung tanggapan terbatas pada serangan udara menggunakan peluru kendali jelajah ditembakkan dari kapal Angkatan Laut AS untuk menghancurkan sarana tentara, yang digunakan untuk melakukan serangan kimia, petanggap lebih mendukung.

Limapuluh persen mendukung gerakan itu, sementara 44 persen menentang, kata NBC. Sejumlah besar, 58 persen, menyatakan menyetujui penggunaan bahan kimia senjata oleh negara mana pun melanggar "garis merah", yang memerlukan tanggapan hakiki Amerika Serikat, termasuk kemungkinan serangan.

Tapi, hampir delapan dari 10 petanggap mengatakan presiden harus diminta mendapatkan persetujuan Kongres sebelum ikut campur. Jajak pendapat atas 700 orang itu, dengan tingkat kesalahan 3,7 persen, dilakukan pada Rabu dan Kamis saat presiden menimbang pilihan untuk menanggapi Assad.

Regu keamanan negara Obama menjelaskan kepada duapuluhan anggota Kongres melalui telepon pada Kamis tentang rencana yang dipertimbangkan bila ia memutuskan campur tangan tentara.

Pemerintahan Obama secara taat asas menyatakan penggunaan senjata kimia oleh Bashar merupakan ancaman bagi kepentingan Amerika Serikat.

Namun, hanya 21 persen petanggap jajak pendapat itu mengatakan memikirkan tindakan terhadap pemerintah Suriah adalah kepentingan negara Amerika Serikat.

Jajak pendapat NBC itu juga menunjukkan tingkat penerimaan keseluruhan pekerjaan Obama merosot satu titik sejak Juli, menjadi 44 persen. Persetujuan atas penanganan kemelut Suriah hanya 35 persen.

Sumber: Republika Online

Sistim Anti Rudal S-300 Untuk Iran Dihancurkan, Mengapa?

Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.
Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.

BERITA TERKINI, MOSKOW -- Satu pabrik senjata penting Rusia, Kamis (29/8), mengatakan bahwa sistem-sistem rudal pertahanan udara S-300 yang diproduksi untuk Iran telah dibongkar dan dibuang. Hal itu dilakukan setelah tekanan Barat untuk membatalkan kontrak itu.

"Perangkat keras untuk Iran itu tidak ada lagi," kata direktur umum pabrik senjata Rusia Almaz-Antev, Vladislav Menshhikov, kepada Wartawan. "Kami telah membongkarnya dengan tuntas. Peralatan yang dapat digunakan telah dimanfaatkan," katanya.

Dia menambahkan bahwa beberapa bagian lainnya telah dihancurkan. "Ini adalah informasi yang dapat dipercaya," katanya yang dikutip kantor berita Interfax dan AFP, Jumat (30/8).

Kontrak Rusia untuk menjual kepada sekutu Irannya rudal-rudal darat ke udara yang mutakhir diperkirakan mencapai sekitar 800 juta dolar AS.

Pada tahun 2010, Rusia membatalkan kontrak itu setelah mendapat tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Israel agar tidak menjual sistem-sistem senjata itu,yang menimbulkan protes keras dari Teheran.

Rusia, yang adalah sekutu penting Iran dan telah membangun pusat listrik tenaga nuklir pertamanya di kota Busher, Iran selatan, mengatakan pihaknya akan mengganti uang muka yang telah dibayarkan Iran sesuai perjanjian kontrak itu. 

Sumber: Republika Online

Thursday, August 29, 2013

Kapal Perusak Kelima AS "USS Stout" Menuju Suriah

Kapal Perang AS bernama USS Nimitz
Kapal Perang AS bernama USS Nimitz

BERITA TERKINI, WASHINGTON --  Angkatan Laut Amerika Serikat mengirim kapal perusak kelima ke Meditrenia timur, kata seorang pejabat pertahanan kepada kantor berita Prancis AFP, Kamis (29/8), saat dugaan meningkat tentang serangan segera terhadap Suriah.

Kapal perusak berpeluru kendali USS Stout, berada "di Meditrenia, sedang menuju ke arah timur" menggantikan kapal perusak Mahan, kata pejabat itu dan menambahkan kedua kapal itu mungkin akan tetap berada di lokasi tersebut untuk sementara.

Kapal-kapal perusak lainnya di kawasan itu-- Ramage, Barry dan Gravely-- mondar-mandir di Meditrenia dan dapat meluncurkan peluru-peluru kendali Tomahawk mereka ke arah Suriah jika diperintahkan oleh Presiden AS Barack Obama.

Pejabat pertahanan itu, yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan, tidak mengatakan berapa lama Mahan akan berada di daerah itu sebelum kembali ke pelabuhan pangkalannya di Norfolk, Virginia, yang ditinggalkannya sejak Desember 2012.

Tiga kapal perusak biasanya meronda Meditrenia di bawah wewenang Armada ke-VI AS yang terutaa mereran pertahanan antirudal. Angkatan Laut AS merahasiakan jumlah rudal Tomahawk yang dimiliki masing-masing kapal itu tetapi diperkirakan sekitar 45.

Menteri Pertahanan Chuck Hagel sudah mengatakan pasukan AS siap melancarkan serangan, tetapi Obama mengatakan ia belum membuat satu keputusan mengenai hal itu.

Pejabat pertahanan AS itu juga mengindikasikan bahwa kapal induk USS Nimitz dan kapal-kapal pengawalnya tetap berada di daerah Armada ke-V AS, yang membentang dari Laut Merah sampai ke Teluk dan Laut Arab.

Pejabat itu menambahkan bahwa walaupun Nimitz tetap berada di perairan itu, "itu tidak ada hubungannya dengan opsi-opsi serangan terhadap Suriah saat ini."

Sumber: Republika Online

Wednesday, August 28, 2013

PM Suriah: Penyerang Menggali Kuburan Sendiri di Suriah

PM Suriah Wael al-Halqi
PM Suriah Wael al-Halqi

BERITA TERKINI, DAMASKUS --  Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi pada Rabu (28/8) waktu setempat, mengatakan, Suriah akan menjadi "kuburan para penyerang" jika tentara negara asing melakukan campur tangan. 

Ia juga menuduh Barat mencari-cara alasan untuk melancarkan serangan, lapor AFP.  Suriah akan memberi kejutan kepada para penyerang, seperti yang terjadi pada perang Yom Kippur 1973, yaitu ketika pasukan Arab membuat Israel lengah, dan menjadi "kuburan para penyerang", katanya. 

"Ancaman kekuatan Barat penjajah tidak membuat kita takut, karena rakyat Suriah memiliki tekad, yaitu tidak akan tinggal diam jika dihina," kata Halqi seperti dikutip stasiun televisi pemerintah. 

Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Muqdad, sementara itu, mengatakan Barat telah mendorong para pemberontak anti-pemerintah untuk menggunakan gas beracun. Di saat yang sama menyalahkan pemerintah sebagai alasan untuk melancarkan tindakan campur tangan Barat. 

"Kelompok teroris menggunakan gas sarin di sejumlah daerah di negara ini dengan mendapat dorongan dari Amerika, Inggris dan Prancis," katanya kepada para wartawan. 

"Dorongan negara Barat ini harus dihentikan karena dengan membela para teroris ini. Kelompok-kelompok ini akan segera mengarahkan persenjataan kimia terhadap rakyat Eropa,"lanjutnya.

Mugqdad mengeluarkan pernyataan itu setelah melakukan pertemuan dengan utusan PBB urusan perlucutan senjata, Angela Kane. Angela merupakan ketua tim pemeriksa senjata PBB yang telah berada di Suriah sejak 18 Agustus.

Sumber: Republika Online

Presiden Venezuela: Tujuan Amerika Menghancurkan Bangsa Arab

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

BERITA TERKINI, KARAKAS -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Rabu (28/8), menyampaikan penolakannya terhadap campur tangan yang mungkin dilakukan di Suriah oleh Amerika Serikat dan negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Negara NATO dan AS telah mempersenjatai kelompok oposisi di Suriah untuk mempersiapkan campur tangan dan kendali atas negara Arab tersebut, kata Maduro melalui Twitter sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. 
 
"Cukup sudah perang penaklukan imperial terhadap bangsa-bangsa di dunia. Kapitalisme selalu memaksakan perang untuk mengatasi krisisnya sendiri," kata Maduro. 
 
Ia menyatakan keinginan AS ialah menghancurkan bangsa Arab dan merusak kestabilan di wilayah tersebut. 
 
Pernyataan Maduro dikeluarkan setelah Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, Selasa (27/8) mengatakan pasukan AS siap melancarkan serangan terhadap Suriah dan mereka cuma menunggu Presiden Barack Obama mensahkan serangan itu.
 
Sumber: Republika Online

Tuesday, August 27, 2013

Berikut Langkah Obama Sebelum Serang Suriah,

Barack Obama
Barack Obama

BERITA TERKINI, WASHINGTON, DC---Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Presiden Obama sedang berkonsultasi dengan para pemimpin DPR dan Senat, tetapi tidak mengatakan apakah Presiden Obama sedang mengupayakan wewenang dari Kongres bagi kemungkinan serangan militer.

Beberapa anggota Kongres dari faksi Republik dan Demokrat menunjukkan keprihatinan bahwa Presiden Barack Obama mungkin akan memerintahkan tindakan militer terhadap terhadap Suriah tanpa meminta persetujuan Kongres. Mantan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Ileana Ros-Lehtinen – yang juga wakil faksi Republik dari negara bagian Florida mengatakan.

“Saya kira penting bagi Presiden Obama untuk datang ke Kongres, meminta wewenang untuk melakukan serangan terhadap Suriah – meskipun belum jelas apakah wewenang itu akan diberikan atau tidak, dan kemudian bertindak sesuai keinginan Kongres Amerika. Ini yang dilakukan Presiden Bush dalam beberapa perang sebelumnya,” kata Ros-Lehtinen seperti dilansir VOA.

Tetapi anggota Kongres ini ragu hal tersebut akan terjadi. Ros-Lehtinen menambahkan, “Saya yakin serangan misil terhadap pasukan Bashar Al-Assad akan segera terjadi, dan saya rasa yang akan dilakukan Presiden Obama adalah memberitahu kami – bahwa dalam 20 menit serangan akan dimulai”.

Anggota Kongres dari faksi Demokrat Barbara Lee dari negara bagian California mengatakan tidak ada solusi militer bagi krisis di Suriah dan ia menyerukan kepada Kongres Amerika untuk melangsungkan perdebatan sebelum tindakan militer apapun diambil.

Menjawab desakan untuk meminta otorisasi Kongres, juru bicara Gedung Putih Jay Carney hari Selasa menunjukkan keyakinan presiden bahwa konsultasi dengan para pemimpin Kongres saja sudah cukup. “Kita sedang terlibat pada apa yang kita yakini sebagai tanggungjawab kita, yaitu berkonsultasi dengan Kongres. Proses itu sedang berlangsung,” ujar Carney.

Sumber: Republika Online

Thursday, August 22, 2013

PM Gaza: Penyeberangan Gaza Akan Dibuka Mesir Sabtu ini

Penyeberangan Gaza
Penyeberangan Gaza

BERITA TERKINI, GAZA CITY, WILAYAH PALESTINA -- Mesir berencana akan membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah, kata seorang pejabat Hamas, Kamis (22/8), sepekan setelah Kairo menutup satu-satunya lintas darat Jalur Gaza yang tidak melewati Israel.

"Rafah akan dibuka kembali Sabtu ini selama empat jam sehari, untuk kasus kemanusiaan dan warga Palestina dengan kebangsaan asing," kata Maher Abu Sabha, direktur jenderal perbatasan bagi pemerintah Hamas, dalam sebuah pernyataan.

Mesir telah menutup "tanpa batas" Rafah dari yang kantung pesisir yang diperintah Hamas pada 15 Agustus, karena alasan keamanan di balik gerakan sehari setelah kekerasan mematikan secara nasional. Penutupan tersebut telah menyebabkan ratusan warga Palestina terdampar di kedua sisi.

Hamas mengatakan, keputusan Mesir dilakukan setelah adsa tekanan dari Perdana Menteri Gaza Ismail Haniya dan kementerian luar negeri pemerintahannya.

Pada Sabtu, Mesir telah membuka kembali Rafah untuk memungkinkan ke wilayahnya satu bus bermuatan penuh warga Palestina dengan paspor internasional dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis.

Hamas bersekutu dengan Ikhwanul Muslimin Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi.

Sumber: Republika Online

Israel: Kelumpuhan Militer Mesir Target Utama Kudeta

Militer Mesir
Militer Mesir

BERITA TERKINI, JERUSALEM -- Beberapa jenderal Israel mengungkapkan sejumlah fakta terkait kudeta militer Mesir. Mereka menegaskan Israel memiliki peran dalam kudeta militer yang dipimpin oleh panglima Abdul Fattah Al Sisi.

''Para jenderal menegaskan bahwa Israel ingin melumpuhkan militer Mesir untuk jangka panjang,'' sebut laporan PIP mengutip situs Isu Central Israeli pada Kamis (22/8).

Laporan itu dikutip dari hasil wawancara wartawan radio militer Israel, Razi Berkani, yang mengundang sejumlah jenderal veteran negara itu sebagai narasumber. Berkani mengundang mantan panglima angkatan udara Israel, Raven Bethatsor; mantan panglima militer Israel, Dani Haltus; dan mantan ketua peneliti di badan intelejen militer, Amos Galboa.

Jenderal-jenderal Israel ini sepakat bahwa langkah paling penting dalam kudeta Mesir bukan melengserkan Muhammad Mursi dan menjatuhkan pemerintah Ikhwanul Muslimin. ''Tetapi, target paling penting adalah mendorong militer Mesir untuk semakin lumpuh,'' sebut laporan tersebut.

Melumpuhkan militer Mesir menjadi setrategi terpenting bagi Israel. Sebab, Israel menilai militer mesir masih memiliki kekuatan dan perlu diwaspadai.

''Israel tidak pernah memperkirakan terjadinya hasil seperti ini di Mesir. Israel tidak pernah memperkirakan militer Mesir akan merebut kekuasaan politik dengan cara seperti ini,'' kata Bethadsor.

''Dengan berkuasanya militer ke pucuk pimpinan politik, maka hal ini akan mengubah perimbangan kekuatan antara Israel dengan Arab di masa mendatang dalam jangka panjang,'' katanya.

Sementara, Amos menegaskan Amerika Serikat harus memanfaatkan pengaruhnya terhadap elit militer Mesir dan meyakinkan mereka untuk melakukan peran seperti halnya peran militer di Turki sebelum era Recep Tayyip Erdogan.

Amerika harus menjamin militer mencegah pihak-pihak kelompok ekstrim menguasai pemerintahan di Kairo. ''Israel dan Amerika memiliki kepentingan di dalam hal ini,'' katanya.

Dani Haltus menegaskan,“Meski kami gembira dengan jatuhnya Mursi, namun yang terpenting dari itu adalah bagaimana militer Mesir akan lemah karena sibuk dengan kekuasaan politik selama jangka waktu mendatang.” 

Sumber: Republika Online

Dampak Konflik, Sembako Mesir Melambung

Bantuan sembako disiapkan tim ACT-PPMI di posko kemnusiaan Konsulat Jenderal RI di Nasr City
Bantuan sembako disiapkan tim ACT-PPMI di posko kemnusiaan Konsulat Jenderal RI di Nasr City

BERITA TERKINI, KAIRO -- Harga sembako mulai melambung di Mesir sepekan setelah diberlakukannya Undang-Undang Darurat. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai pelajar mulai merasakan dampaknya.

Henda, salah seorang mahasiswa Al-Azhar, Kairo bersama istrinya mulai merasa seperti berada dalam penjara yang luas. Situasi aman tapi tak bisa bebas bepergian kemana-mana. Jika malam menjelang, panser sudah mulai memadati jalan-jalan protokol.

Ia menuturkan, beberapa bulan yang lalu ramai mahasiswa lalu lalang ke tempat studi. Kali ini sebagian besar berdiam diri di rumah. "Yang paling kentara itu harga sembako. Beras rata-rata naik tujuh Pound setiap 5 kg, telur naik enam Pound setiap satu kerat isi 30 butir dan harga buah-buahan naik signifikan," ujar Henda.

Kenaikan harga barang terjadi karena terhentinya aktivitas ekonomi saat jam malam diberlakukan. Kendaraan pengangkut hasil pertanian dari desa-desa ke pusat kota tak bisa beroperasi di malam hari.
Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) SOS–Egypt mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan kebutuhan pokok di sekitar Sapta, Nasr City. Sejumlah harga barang naik dan persediaanya pun terbatas. Pembelian dalam jumlah besar baru bisa dipenuhi 2-3 hari.

Meski begitu Posko kemanusiaan ACT-PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Nasr City mulai hari ini akan beroperasi. Sejumlah sembako disiapkan untuk WNI yang memerlukan suplai kebutuhan pokok.

Sumber: Republika Online

Mubarak Di Bebaskan, Revolusi Mesir Dinilai Gagal

Former Egyptian president Hosni Mubarak (center) sits with his sons Gamal (left) and Alaa (right) inside a cage in a courtroom at the police academy in Cairo April 13, 2013.
Former Egyptian president Hosni Mubarak (center) sits with his sons Gamal (left) and Alaa (right) inside a cage in a courtroom at the police academy in Cairo April 13, 2013.

BERITA TERKINI, KAIRO -- Beberapa warga Mesir yang ditemui Washingtonpost mengungkapkan, akan mengajukan banding terhadap pemberitaan bebasnya mantan Presiden Mesir Husni Mubarak. Warga yang ikut dalam revolusi 25 Januari 2011 tersebut pun kecewa atas pembebasan ini.

"Ini akhir dari revolusi 25 Januari,"ujar Walid Ibrahim (29 tahun) seorang penjaga toko buku di Kairo yang turut serta menjadi peserta demonstrasi pada dua tahun lalu.  "Karena revolusi 25 Januari adalah melawan rezim Mubarak. Masalahnya, revolusi 25 Januari tidak mendongkel rezim, hanya kepalanya."

Kolega Walid, Mahmud Muhammad (31 tahun) berteriak,"Kami sudah bangun dan sekarang, kami harus kembali ke masa tiga tahun silam,"ujarnya. Seorang pekerja lain menambahkan,"Dia (Mubarak) diadili dengan sistem pengadilannya sendiri."

Seorang pegawai di Kementerian Informasi Mesir Adel Sayed Ahmed menjelaskan, Mubarak memiliki banyak pendukung. Menurutnya, Partai Nasional Demokrat masih ada dan kian bertumbuh sejak kejatuhan Presiden Muhammad Mursi.

"Kebebasan Mubarak akan menjadi kegagalan dari sistem hukum. Seperti kegagalan sistem keamanan untuk melindungi demonstrasi yang damai ujarnya kepada Aljazeera.


Akan tetapi, Warga Mesir lain yang telah mendukung kudeta 3 Juli oleh militer terhadap Presiden Muhammad Mursi, mengatakan, mereka masih fokus terhadap krisis politik yang sedang terjadi ketimbang untuk kesal dengan pembebasan Mubarak.

Dengan situasi politik yang semakin terbelah sejak 2011 lalu, beberapa warga bahkan menginginkan kembalinya rezim Mubarak yang memperlakukan kekuatan oposisi dengan represif. Praktik korupsi yang terjadi pada pemerintahannya dan berbagai penyimpangan lain sudah terhapus di memori sebagian warga Mesir.

"Di bawah Mubarak, kami memiliki keamanan. Kami merasa aman dengan istri, anak kami bisa berjalan bebas yang sekarang tak lagi kami rasakan,"ujar Muhammad al Laban, seorang sopir yang sedang duduk-duduk dengan kawannya di salah satu kafe di sudut Kairo, kepada Washingtonpost.

Sumber: Republika Online

Serdadu Di Hukum 35 Tahun Karena Bocorkan Rahasia Amerika

Bradley Manning
Bradley Manning
BERITA TERKINI, MARYLAND -- Seorang serdadu Amerika Serikat Bradley Manning diganjar hukuman penjara 35 tahun di penjara militer, Rabu, karena terbukti memberikan sebanyak 700 ribu dokumen rahasia ke Wikileaks, suatu penerobosan data rahasia terbesar di negara tersebut.

Mantan pengulas intelijen tingkat rendah yang berusia 25 tahun itu berdiri diam dalam seragam dan tidak menunjukkan perasaan ketika hakim, Kolonel Denise Lind, menjatuhkan hukuman lebih ringan dari tuntutan 60 tahun penjara yang diminta oleh penuntut umum.

Menurut aturan pembebasan bersyarat militer, Manning bisa keluar dari penjara dalam tujuh tahun, kata pengacaranya, suatu fakta yang menurut pendiri Wikileaks, Julian Assange, adalah "kemenangan taktis" untuk Pertahanan. 
 
Namun pegiat keterbukaan mengatakan hukuman itu tetap akan memberi dampak membekukan bagi prospektif pembocor rahasia. 
 
Hukuman yang dijatuhkan pada saat pemerintahan Presiden Barack Obama sedang bergiat mengusut pembocoran rahasia adalah yang terberat yang pernah diberikan untuk pemberian dokumen rahasia kepada media. 
 
Para pengunjung sidang di Fort Meade, Maryland, ruang sidang militer, menahan nafas saat hakim Lind membacakan hukuman Manning. 
 
Bibi tentara itu, Debra Van Alstyne, memejamkan mata; tampaknya ia menahan air mata. Para pendukungnya berteriak, "Bradly, kami di pihakmu." }
Pengacara militer, David Coombs, mengaku menangis mendengar kabar tersebut dan kliennya berusaha mengusap air matanya. 
 
"Saya dan beberapa orang lainnya berlinangan air mata. Ia melihat saya dan berkata 'tidak apa-apa, tak apa-apa'," kata Coombs kepada wartawan setelah sidang. Ia menambahkan bahwa Manning mengatakan kepadanya, "Saya akan baik-baik saja. Saya akan menjalaninya ... saya berada dalam keadaan bahwa klien menghibur saya. Ia adalah pria muda yang ulet." 
 
Coombs mengatakan ia akan mengajukan pengampunan kepada Presiden Barack Obama atas Manning, yang akan menjalani hukuman di barak Fort Leavenworth, Kansas. 
 
Manning akan diberhentikan dengan tidak hormat dari militer AS, kata Lind. 
 
Ia mengurangi hukuman selama tiga tahun sesuai masa tahanan yang sudah dijalani Manning ditambah 112 hari yang diberikan sebagai pengganti perlakukan tidak senonoh yang dialaminya saat terdakwa ditangkap tiga tahun lalu. 
 
Manning bekerja sebagai analis intelijen di Baghdad pada 2010 ketika ia memberikan bocoran kepada Wikileaks beberapa dokumen rahasia termasuk rekaman video tahun 2007 berupa serangan helikopter AS, Apache di Irak yang menyebabkan pulhan orang terbunuh termasuk staf pemberitaan Reuters. 
 
Selama masa persidangan pengacara Manning berharap bahwa pengungkapan dokumen itu bisa menyadarkan warga Amerika mengenai perang di Irak dan Afganistan dan mengundang semakin banyak perdebatan. 
 
Penuntut menyebut perbuatan terdakwa menempatkan keamanan negara dalam bahaya dengan memberikan informasi rahasia. 
 
Manning mengatakan dalam pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya bahwa ia memutuskan mengeluarkan dokumen tersebut dengan pertimbangan moral. 
 
"Saya mula mempertanyakan moralitas atas apa yang kami perbuat," katanya.
"Kami telah melupakan kemanusiaan kami."
Pengacaranya menolak memberi komentar setelah hukuman dijatuhkan.

Tuesday, August 20, 2013

Terkait Penggulingan Mursi, PM Turki Tuding Israel

Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan

BERITA TERKINI, ANKARA---Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Israel  berada di belakang penggulingan Presiden Mesir, Mohammad Mursi, oleh militer bulan lalu.
"Apa yang mereka katakan tentang Mesir: demokrasi bukan kotak suara. Siapa di belakang ini? Dialah Israel," kata Erdogan, pengeritik keras negara Yahudi itu, kepada hadirin dalam pertemuan Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP).

"Kami mempunyai bukti," kata Erdogan, menyebut apa yang dia katakan komentar-komentar oleh seorang menteri kehakiman Israel pada satu forum 2011 di Prancis yang dia katakan Ikhwanul Muslimin, organisasi asal Mursi tak akan tetap berkuasa bahkan jika menang dalam pemilihan sekalipun.

Tetapi tuduhan Erdogan ditolak mentah-mentah oleh Mesir, yang menyatakan "faktanya tak berdasar". Pernyataan-pernyataan PM Turki itu mengundang kecaman dari Amerika Serikat. Gedung Putih melukiskan komentar-komentar itu "ofensif dan tak substantif dan salah".

Mursi diambil sumpah sebagai presiden pertama Mesir yang dipilih melalui pemilihan umum secara demokratis pada Juni 2012 tetapi kemudian digulingkan oleh militer bulan lalu dengan dukungan rakyat. AKP pimpinan Erdogan, yang menjalin hubungan persahabatan dengan Mursi dan Ikhwanul Muslimin, telah menyatakan penggulingan presiden Mesir itu kudeta. Sikap Turki telah membuat marah pemerintahan sementara dukungan militer Mesir yang bulan lalu menyuarakan "pernyataan keras" atas komentar-komentar Erdogan yang pro-Mursi.

Sumber: Republika Online

Labels