Showing posts with label China. Show all posts
Showing posts with label China. Show all posts

Thursday, July 18, 2013

Cina Akan Jadi Negara Adidaya Geser AS

Bendera Cina. Ilustrasi.
Bendera Cina. Ilustrasi.

BERITA TERKINI, Hasil jajak pendapat umum yang baru oleh Pew Research Center mengatakan dunia semakin yakin Cina kelak akan melampaui Amerika sebagai negara adidaya teratas di dunia.
Hasil survei di 39 negara menunjukkan separuh lebih sedikit di antaranya mengakui bahwa Amerika merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Namun mayoritas rakyat dalam 18 dari negara tersebut mengatakan Cina kelak akan melampaui kemampuan Amerika Serikat.

Laporan hasil survei yang dilansir dari VOA itu menunjukkan Amerika terus menikmati citra global yang lebih baik daripada Cina. Enam puluh tiga persen orang yang disurvei menganggap Amerika lebih baik, sementara 50 persen lebih menyukai Cina.

Angka kebaikan citra berbeda jauh dari kawasan ke kawasan. Survei itu mendapati bahwa citra Cina miskin terdapat di kalangan rakyat negara-negara tetangga dekatnya. Survei itu mengatakan citra Amerika paling buruk di negara-negara mayoritas Muslim.

Namun, meskipun di negara-negara yang rakyatnya paling banyak membenci Amerika mengatakan mereka yakin Amerika memberi lebih banyak kebebasan pribadi kepada warganya. Median 70 persen memberitahu Pew bahwa Amerika menghormati kebebasan perorangan, sementara hanya 36 persen mengatakan demikian mengenai Cina.

Sumber: Republika Online

Thursday, June 13, 2013

Kasus Penyadapan NSA, Uji Hubungan Cina-AS

 Para pengunjuk rasa memegang poster foto Edward Snowden, mantan karyawan CIA yang membocorkan informasi rahasia tentang program pengintaian AS, di luar gedung Konsulat Jenderal AS di Hong Kong, Kamis (13/6).    (AP/Kin Cheung)
Para pengunjuk rasa memegang poster foto Edward Snowden, mantan karyawan CIA yang membocorkan informasi rahasia tentang program pengintaian AS, di luar gedung Konsulat Jenderal AS di Hong Kong, Kamis (13/6). (AP/Kin Cheung)

POHUWATO ONLINE, BEIJING -- Terungkapnya program penyadapan komunikasi elektronik oleh Amerika Serikat (AS) dinilai berpeluang menguji hubungan Cina-AS. Harian China Daily, Kamis (13/6) memperkirakan hubungan kedua negara berpotensi memanas akibat pernyataan Washington yang menuduh Beijing melakukan mata-mata Internet.

Persoalan tersebut menjadi rumit setelah mantan subkontraktor pemerintah AS, yang membocorkan keterangan program penyadapan itu, Edward Snowden, melarikan diri ke Hong Kong dan menolak diekstradisi. Di Hongkong, Snowden secara mengejutkan menyatakan Badan Keamanan Negara Amerika Serikat (NSA) meretas komputer di Cina dan Hong Kong sejak 2009.

"Program penyadapan tersebut akan merusak citra Washington di luar negeri dan dapat menguji hubungan AS dengan Cina," kata peneliti dari Foreign Affairs University Li Haidong, seperti dilansir AFP. "Kasus penyadapan komunikasi elektronik ini akan menjadi tantangan besar bagi niat baik kedua negara untuk memperbaiki hubungan."

Kepada harian tersebut, Li juga menunjukkan ironi bahwa program penyadapan AS terungkap justru saat Washington sedang secara intensif menuduh pemerintah Cina berada di belakang para peretas yang menyerang dan mencuri data-data dari komputer negeri Paman Sam.

Beijing sendiri dengan tegas menolak tuduhan Washington dan kedua presiden, Barack Obama dan Xi Jinping, telah bertemu di California pada pekan lalu untuk membahas persoalan tersebut. "Saat ini tantangan terbesar dari pencapaian kebebasan individu dan privasi di Amerika Serikat adalah kekuasaan yang tak terbatas dari pemerintah," kata Li.

Sebelumnya, berbagai laporan mengungkapkan bahwa NSA menyadap data komunikasi pengguna layanan perusahaan-perusahaan internet besar seperti Apple, Facebook, dan Google. Selain itu, NSA juga dituduh mengumpulkan rekaman pembicaraan telepon penduduk AS. Pengungkapan tersebut memicu debat panjang soal privasi dan keamanan negara.

Sumber: Republika Online