Showing posts with label PBB. Show all posts
Showing posts with label PBB. Show all posts

Sunday, August 25, 2013

Majalah Jerman: NASA Sadap Markas Besar PBB

Markas PBB di New York (ilustrasi)
Markas PBB di New York (ilustrasi)

BERITA TERKINI, BERLIN -- Program-program pengintaian Amerika Serikat kembali ditelanjangi. Kali ini dalam sebuah laporan terbaru yang diturunkan majalah mingguan Jerman, Der Spiegel, terungkap, Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) juga pernah menyadap markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Der Spiegel, mengutip dokumen-dokumen yang didapatnya dari bekas pegawai kontrak badan intelijen yang diburu AS, Edward Snowden, mengatakan berkas-berkas yang ada menunjukkan betapa Amerika Serikat secara sistematik memata-matai negara-negara lainnya serta lembaga-lembaga.

Der Spiegel mengatakan Uni Eropa dan badan pengawas nuklir PBB yang bermarkas di Wina, Austria, International Atomic Energy Agency (IAEA), adalah lembaga-lembaga yang termasuk dalam daftar target agen-agen intelijen AS.

Pada musim panas tahun 2012, para ahli di NSA berhasil memasuki sistem konferensi video PBB dan memecahkan sistem yang dilindungi kode rahasia, demikian menurut dokumen yang dikutip oleh Der Spiegel.

"Lalu lintas data itu membuat kita mendapatkan telekonferensi video internal Perserikatan Bangsa-Bangsa (hore!)," demikian  Der Spigel mengutip isi dokumen tersebut. Der Spiegel juga mengatakan dalam waktu tiga minggu, jumlah komunikasi dengan kode rahasia mencapai 458 dari 12.

Berkas-berkas internal juga menunjukkan bahwa NSA memata-matai kantor misi Uni Eropa di New York setelah UE pindah ke ruangan-ruangan yang baru pada musim gugur 2012.

Di antara dokumen-dokumen yang disalin oleh Snowden dari komputer-komputer NSA mengungkapkan rencana-rencana misi Uni Eropa, infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki kelompok negara Eropa itu beserta penyedia layanan teknologi informasinya.

Menurut dokumen, NSA melancarkan penyadapan pada lebih dari 80 kedutaan besar dan konsulat di seluruh dunia melalui program yang disebut sebagai "Special Collection Service".

"Pengintaian itu dilakukan secara terus-menerus dan sangat teratur serta hanya sedikit atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan penangkalan teroris," demikian tulis Der Spiegel.

Pembocoran rahasia yang dilakukan oleh Snowden telah membuat malu Amerika Serikat karena program-program pengintaian yang selama ini dijalankannya terkuak.

Washington berkukuh operasi pengintaian yang dilakukannya itu masih dalam koridor hukum dan bahwa pembocoran rahasia itu telah merusak keamanan nasional. 

Sumber: Republika Online

Sunday, July 21, 2013

PBB Berang Dengan Facebook, Mengapa?

Facebook. Ilustrasi
Facebook. Ilustrasi

BERITA TERKINI, NEW YORK---Pakar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluhkan sikap Facebook, yang menolak menjawab pertanyaan tentang tersangka perompak kapal, yang diduga mengatur kegiatannya di laman gaul itu, kepada Dewan Keamanan PBB.

Dalam laporan diluncurkan pada Jumat, ahli itu -yang memantau embargo senjata PBB pada Somalia serta sanksi terhadap tersangka perompak serta gerilyawan Shebab- mengatakan Facebook tidak menjawab pendekatan "berulang", yang dilakukan.

Petugas penyelidikan itu mengatakan bahwa perompakan kapal tersebut, yang terkenal di Somalia, didukung kaki tangan, yang boleh jadi bankir, pengusaha, politisi atau pekerja kemanusiaan, yang semua menggunakan pekerjaan rutin atau posisi mereka untuk membantu satu atau jaringan lain. "Penyelidikan telah mengkonfirmasi bahwa para fasilitator ini saling terkait melalui berbagai saluran komunikasi dan menggunakan jaringan layanan sosial, seperti Facebook," kata laporan itu.

"Meskipun telah berulang kali melakukan korespondensi resmi dengan Facebook Inc, tapi yang bersangkutan tidak pernah menanggapi permintaan kelompok pengawas itu untuk membahas informasi mengenai akun Facebook milik individu-individu yang terlibat dalam perompakan dan penyanderaan," kata ahli dalam laporan itu, yang disiapkan untuk Dewan Keamanan.

Para ahli mengatakan mereka telah "memperoleh dukungan aktif dan komprehensif" dari perusahaan swasta yang lain dalam penyelidikan mereka. Raksasa media sosial Facebook tidak segera menjawab permintaan untuk memberikan komentar.

Sumber: Republika Online