Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

Manfaat Menangis

Seorang pengunjuk rasa berdoa sambil menangis saat berunjuk rasa mengutuk serangan militer Israel di Jalur Gaza, di depan Kedubes AS di Kuala Lumpur,Jumat (16/11). (AP/Lai Seng Sin)
Seorang pengunjuk rasa berdoa sambil menangis saat berunjuk rasa mengutuk serangan militer Israel di Jalur Gaza, di depan Kedubes AS di Kuala Lumpur,Jumat (16/11). (AP/Lai Seng Sin)

HIKMAH, "Menangis yang Bermutu" Oleh HM Rizal Fadillah

Orang  menangis untuk banyak keadaan. Anak kecil menangis karena ingin sesuatu. Merajuk orang tuanya agar memenuhi keinginannya itu. Seorang yang diputuskan cinta oleh kekasihnya menangis karena sedih berpisah. Serupa dengan yang ditinggalkan wafat oleh kerabat atau orang dekat.

Ada pula yang menangis karena terharu membaca tulisan pengalaman orang lain. Kita pun bisa menangis ketika mendapat kebahagiaan. Pada intinya menangis adalah ekspresi perasaan yang dalam terhadap sesuatu yang menyentuh hatinya. 

Dari Anas Ra Rasulullah setelah membaca ayat “..wa quuduhaan naasu walhijaaroh..”   (Dan bahan bakar neraka adalah manusia dan batu..)—QS Al Baqarah 24. Lalu  Beliau SAW bersabda “Api di neraka dipanaskan selama seribu tahun hingga berwarna merah. Kemudian dipanaskan seribu tahun lagi hingga berwarna putih, dan terus dipanaskan hingga berwarna hitam. Maka sekarang warnanya hitam dan nyalanya tidak bisa dipadamkan”. 

Perawi mengatakan bahwa di depan Rasulullah SAW ketika itu duduk seorang Habsyi yang berkulit hitam. Mendengar hal itu, dia menangis. Tentu ia keliru mempersepsikan warna kulit dengan bahan bakar hitam manusia neraka.

Menangis paling buruk adalah pura-pura menangis. Hatinya sebenarnya gembira. Kepura-puraan adalah sifat munafik. Ini yang sering disebut dengan air mata buaya. Buaya jika sudah memakan mangsa dan merasa kenyang, maka matanya mengeluarkan air mata. 
 
Menangis yang baik adalah menangis konteks agama, karena takut kepada Allah. Karena hal itu akan berpengaruh terhadap perilaku kehidupan sehari-harinya. Jibril as berkata bahwa Allah SWT berfirman, “Demi Kemulian-Ku demi Keagungan-Ku, demi Ketinggian-Ku di atas Arsy-Ku, barangsiapa di antara hamba-Ku menangis karena takut kepada-Ku, Aku akan membuat dia tertawa sepuas-puasnya nanti di dalam Surga!”

Nah ayat-ayat Alquran yang kita baca sebenarnya melatih agar hati kita menjadi lunak dan mudah tersentuh. Benar cara membaca, bagus bacaan dan memahami makna ayat adalah modal dasar bagi sentuhan-sentuhan iman yang dapat membuat kita menangis. Makanya jika bermakmum pada imam shalat yang hafidz  Qur’an kita sering melihat imam terisak-isak menangis saat mengimami.

‘Ubaid bin ‘Umair r.a menceritrakan bahwa suatu ketika Umar bin Khattab mengimami shalat shubuh dan membaca surat Yusuf. Ketika ia membaca ayat “Wa tawallaa ‘anhum wa qoola yaa asafaa ‘alaa yuusufa wa abyadhdhot ‘ainaahu minal huzni...” (Dan dia berpaling dari mereka dan berkata “Betapa kesedihanku untuk Yusuf” Dan matanya menjadi putih karena sedih....)—QS Yusuf 84 maka ia menangis terisak-isak dan tak sanggup melanjutkan bacaan, lalu segera ruku.

Abdullah bin Mas’ud r.a menceritrakan Nabi SAW menyuruhku untuk membaca Quran. Aku berkata, ”Akankah saya membaca Alquran di depan engkau padahal ia diturunkan kepadamu  Ya Rosulullah ?”. Beliau berkata “Aku ingin mendengarkan  AlQuran dari orang lain”. Maka aku membaca surat An Nisa dan ketika sampai ayat 41 “Bagaimana jadinya jika Kami datangkan kepada setiap kaum seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi kepada mereka”. Rosulullah SAW bersabda “Cukuplah !”. Ketika aku memandang wajah Rosulullah SAW aku melihat air mata berlinangan dari kedua mata beliau.

Abu Hurairah r.a  meriwayatkan bahwa ketika ayat-ayat ini diturunkan, “Afamin haadzaal hadiitsi ta’jubuun—Watadhhakuuna walaa tabkuun” (Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini ? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis ?)—QS AN Najm 59-60. Maka para shahabat ahli suffah menangis sedemikian rupa sehingga air mata mereka membasahi pipi dan janggut-janggut mereka.  Ketika Rasulullah SAW mendengar tangisan mereka, beliau pun ikut menangis dan kami semua ikut menangis. 

Ketika Rasulullah SAW wafat, tak ada satu pun umat yang hadir atau mendengarnya tidak menangis. Betapa kepergian Beliau diantarkan oleh tangisan rasa syukur dan terima kasih pada keteladanan, perhatian, dan pengorbanan yang sangat besar.

Bukan saja untuk sahabat yang mengelilinginya tapi untuk umat dan pengikut kemudiannya. Malaikat pun menangis bahagia menyambut kembalinya sang kekasih Allah.  
 

Saturday, October 5, 2013

Definisi dan Keutamaan Qurban















HIKMAH, Qurban: Definisi dan Keutamaan | Qurban (قربن) berasal dari kata qaraba (قرب) yang artinya adalah mendekati. Jadi qurban pada dasarnya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Disebutkan Qurban secara khusus pada hari nahar (hari raya qurban, idul adha) dan hari tasyrik adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih binatang tertentu, yang disebut dengan udhhiyah dan dhahiyah.

Karenanya, qurban juga disebut dengan udhhiyah dan dhahiyah, yaitu istilah untuk hewan sembelihan seperti unta, sapi dan kambing yang dipotong pada hari raya nahar (qurban) dan tasyrik sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah.

Keutamaan Qurban

1. Qurban adalah amal yang paling dicintai Allah, khususnya pada hari raya qurban.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ
Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan. (HR. Tirmidzi)

2. Pahala qurban sangat besar, bahkan setiap bulunya adalah kebaikan.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ
Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah ditanya tentang qurban, maka beliau menjawab: "Tuntunan ayah kalian Ibrahim". Mereka bertanya : "Apa yang kita dapatkan darinya?" Beliau menjawab : “Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan”. Mereka bertanya lagi: “Bagaimana dengan bulu (domba)?" Maka beliau menjawab: “Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan”.

3. Qurban menenangkan jiwa
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Maka tenangkanlah jiwa dengan berqurban. (HR. Tirmidzi)

4. Qurban mendatangkan ampunan Allah.

يا فاطمة قومي فاشهدي اضحيتك فانه يغفر لك باول قطرة تقطر من من دمها كل ذنب عملته
“Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan…” (HR al-Baihaqi)

5. Qurban adalah syiar agama Islam.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ
Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya)… (QS. Al-Hajj : 36)

Demikian Definisi dan Keutamaan Qurban, semoga memotivasi kita, khususnya yang memiliki kelapangan rezeki (mampu), untuk berqurban di tahun 1433 H ini. []

Apa Makna Kurban?

Ilustrasi
Ilustrasi

HIKMAH, JAKARTA--Merupakan kehendak Allah SWT, semua bentuk ibadah dalam Islam memiliki hikmah dan landasan filosofis. Hari raya senantiasa tiba seusai umat Islam melaksanakan ibadah  cukup berat.

Idul Fitri datang setelah ibadah puasa Ramadhan. Idul Kurban tiba setelah umat Islam beramal saleh selama 10 pertama Dzulhijjah dan puasa Arafah. Esensi hari raya hanyalah peristirahatan sebentar setelah perjalanan ibadah yang berat atau hadiah kemenangan dari Allah untuk kaum Mukminin yang telah sukses melawan godaan setan.

Hari raya bukanlah peristiwa tahunan untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan ketaatan sebagaimana yang sering disalahpahami sejumlah orang. Setiap insan hanyalah sebagai hamba Allah dalam segala ucapan dan perbuatannya. Agama tidak menginginkan seorang hamba kehilangan hubungannya dengan Allah walau sekejap.

Kehidupan Muslim bagaikan perjalanan panjang yang ditempuhnya, sekali-sekali istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan perjuangan spiritual dan kehidupannya yang lurus dan bersih. Istirahat sebentar itu adalah hari raya, yang di dalamnya diperbolehkan bergembira ria dengan berbagai hiburan yang mubah (dibolehkan).

Itulah sebabnya, dalam bahasa Arab disebut dengan 'id' yang artinya senantiasa kembali dengan membawa kebahagiaan, kegembiraan, dan kelapangan.  

Hari raya dalam perspektif Islam harus diisi dengan berbagai nasihat, syiar, dan ibadah yang mengandung nilai-nilai sosial, di samping merupakan kesempatan untuk membahagiakan  setiap insan di muka bumi. Allah SWT telah mengaitkan Idul Adha ini dengan nilai sosial yang abadi dalam bentuk pengorbanan.

Pengorbanan artinya menyerahkan sesuatu yang dimilikinya kepada orang yang membutuhkannya. Pada hari raya ini dan hari-hari tasyrik, Allah mensyariatkan bagi yang mampu untuk menyembelih hewan kurban yang dibagikan kepada fakir miskin, karib kerabat, dan sebagian untuk keluarganya sebagai upaya menebar kebahagiaan di muka bumi.

Dalam syariat kurban terkandung makna pengokohan ikatan sosial yang dilandasi kasih sayang, pengorbanan untuk kebahagiaan orang lain, ketulusikhlasan, dan amalan baik lainnya yang mencerminkan ketakwaan.

Kilasan esensi ini diungkap Allah dalam surah al-Hajj ayat 37, "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Di antara nilai sosial yang harus menghiasi setiap Muslim pada hari raya adalah menghilangkan berbagai bentuk kedengkian dan iri hati dalam diri, melupakan macam-macam permusuhan dan pertentangan, serta kita tingkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

Mari bersama mengorbankan hawa nafsu, membuang sikap individualistis dan fanatis mekelompok, demi ukhuwah insaniyah. Dengan Idul Kurban, kita teladani Ibrahim dan Ismail AS, serta bersama menebar kasih sayang.

Sumber: Republika Online

Kontroversi Cadar dan Penampilan Ala Ninja?

Muslimah memakai cadar (ilustrasi).
Muslimah memakai cadar (ilustrasi).

"Apa Hukumnya Bercadar?" Oleh Nashih Nasrullah (Wartawan Republika)

HIKMAH,  Penampilan “ala ninja” sebagian Muslimah memang mengundang perhatian sejumlah kalangan. Sebagian masyarakat bahkan menganggap hal itu sedikit aneh, bahkan cenderung memandang fenomena itu sebelah mata.

Padahal, persoalan bercadar masuk dalam ranah ijtihad yang patut dihormati, apa pun argumentasinya. Lalu, seperti apakah hukum mengenakan busana penutup wajah itu? 
Pada 1995, cendekiawan Muslim Syekh Yusuf al-Qaradhawi pernah mengeluarkan fatwa soal hukum bercadar.

Sebelum memaparkan ragam pandangan ulama terkait hukum menutup keseluruhan muka dengan menyisakan kedua mata ataupun bahkan menutup total sembari memberi kain transparan di bagian penglihatan, Ketua Persatuan Ulama se-Dunia ini menegaskan perdebatan menyoal cadar yang masuk ranah ijtihad. 

Ulasannya tak akan pernah selesai, lewat berbagai media dan forum ilmiah apa pun selama terdapat indikator perbedaan cara pandang dan metode pengambilan hukum atas varian dalil di sana. “Saling hormati jangan dipertentangkan,” kata alumnus Universitas Al-Azhar Mesir, itu.

Ulama yang kini menetap di Qatar itu pun memaparkan, pendapat mayoritas ulama ialah, hukum bercadar tidak wajib dan boleh menampakkan bagian luar, yaitu wajah dan kedua telapak tangan. 
Ini seperti dinukilkan dari sejumlah kitab fikih mazhab, yakni kitab al-Ikhtiyar yang bercorak Hanafi, Aqrab al-Masalik ila Madzhab Malik mewakili Mazhab Maliki, sedangkan dari Mazhab Syafii bisa merujuk al-Muhadzab karangan as-Syairazi. Sementara, untuk Mazhab Hanbali bisa menyunting kitab Ibnu Qudamah al-Mughni.

Beberapa dalil yang jadikan dasar, di antaranya, tafsir surah an-Nur ayat 31. Penafsiran kalimat “kecuali yang (biasa) tampak darinya” menurut sebagian besar ulama adalah wajah dan kedua telapak tangan. Agar lebih detilnya, uraian tafsir ayat itu bisa membaca kitab karangan Imam as-Suyuthi, ad-Dur al-Mantsur fi at-Tafsir bi al-Ma'tsur.   

Ini diperkuat pula dengan tafsiran kalimat “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya” pada ayat yang sama. Jika bercadar diwajibkan, mestinya akan disebutkan secara jelas untuk menutup muka total di ayat itu.

Argumentasi tersebut didukung dengan hadis, antara lain, riwayat sahih Abu Dawud dari Aisyah RA. Rasulullah SAW menyatakan, perempuan yang telah melalui masa haid wajib mengenakan aurat kecuali yang biasa terihat. “Kecuali bagian ini dan ini,” sabdanya. Rasul menunjuk bagian muka dan kedua telapak tangan. 

Meski demikian, Syekh al-Qaradhawi menggarisbawahi, ketentuan tidak wajibnya bercadar bukan berarti mengenakan burqa tersebut dilarang. Siapa pun yang hendak bercadar silakan. 

Apalagi, bila ia berkeyakinan tengah muncul fitnah. Memang, jika dalam kondisi merebaknya fitnah itu, para ulama menyarankan bercadar. Sekalipun, belum ditemukan dalil yang secara tegas memerintahkan menutup keseluruhan muka. 

Pendapat ini diamini juga oleh Lembaga Fatwa Dar al-Ifta, Mesir. Setelah memaparkan sejumlah perbedaan pandangan seperti uraian di atas, lembaga yang saat ini digawangi oleh Syekh Syauqi Ibrahim Abd el-Karim Allam itu menegaskan, bercadar dan menutup kedua telapak tangan bukan perkara wajib, tetapi hukumnya sebatas boleh. 

Silakan saja bercadar, tetapi bila sekadar berjilbab biasa, juga telah dianggap sah. Seraya menambahkan, bahwa agar ketentuan syar'i berbusana Muslimah tetap diperhatikan, yaitu tidak transparan dan tidak ketat.  

Bahkan, cedekiawan Muslim terkemuka almarhum Syekh al-Ghazali menyatakan bahwa cadar merupakan mode berbusana tradisi Arab klasik untuk membedakan antara perempuan baik-baik dan budak nakal saat itu.

Friday, October 4, 2013

Apa Kira-kira Hadiah Paling Berharga?

Jamaah haji belanja di Makkah
Jamaah haji belanja di Makkah

HIKMAH, "Hadiah Paling Berharga" Oleh HM Rizal Fadillah
Sudah lazim Jamaah Haji di samping beribadah baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi juga biasa membeli ini itu sebagai oleh oleh untuk keluarga, kerabat, dan handai tolan. Tak jarang kita melihat jama’ah dengan daftar “pesanan” yang panjang.

Hal ini tentu tak menjadi masalah asal tidak dikategorikan isyraf atau berlebih-lebihan. Hadiah yang akan diberikan dimaksudkan untuk menyambung tali silaturahim, wujud rasa cinta dan bersih hati.

Rosulullah SAW menganjurkan kita untuk saling memberi hadiah dan menerimanya sebagaimana disampaikan oleh Siti Aisyah r.’anha “Rosulullah SAW menerima hadiah dan membalasnya” (HR Bukhori).  Dalam riwayat lain Beliau SAW bersabda, “Barangsiapa yang ditawari sesuatu tanpa memintanya maka hendaklah menerimanya” (HR Ahmad). Juga Hadis “Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian saling mencintai” (HR Bukhori). Hadis-haadis ini menunjukkan bahwa saling memberi hadiah adalah positif sekaligus menjadi bagian dari nilai tinggi ajaran Islam.

Meskipun memberi adalah proses interaksi manusiawi, akan tetapi kita tak boleh memandang itu hanya sebagai aspek hubungan antar manusia, melainkan hal tersebut adalah karunia atau rezeki yang diberikan Allah. Kebaikan harus berkategori amal sholeh dan itu hanya bisa jika didasarkan pada iman.
Iman mengajarkan bahwa pemberian manusia adalah rezeki yang patut untuk disyukuri. “Barangsiapa yang Allah datangkan kepadanya sesuatu dari harta ini, tanpa dia memintanya, maka hendaklah ia menerimanya karena sesungguhnya itu adalah rezeki yang Allah kirimkan kepadanya” (Hadits shahih At Targhib).  Karenanya harus disyukuri.

Hadiah yang sudah diberikan tak boleh diminta kembali tentunya karena Rosulullah SAW melarangnya “Sesungguhnya orang yang mengambil kembali barang yang telah dihadiahkan bagaikan seseorang yang muntah lalu menelan kembali muntahnya” (HR Bukhori-Muslim).

Lalu  bagaimana dengan hadiah yang dimaksudkan untuk balasan hal hal yang pragmatis seperti agar naik jabatan atau dimutasi ke tempat yang “basah”, untuk memenangkan tender, anak mudah masuk sekolah, diputus ringan atau bebas oleh Hakim, ditolong masuk kerja, atau untuk mendapatkan fasilitas fasilitas bisnis ? Nah hadiah seperti inilah yang dapat dikualifikasikan sebagai “risywah” yang dihukumkan haram. Rosulullah jauh jauh sudah mencegah agar sahabat tidak menerima hadiah yang dikaitkan  dengan tugas atau jabatan.

Ibnu Luthbiah   ditugaskan mengumpulkan zakat. Kemudian ia bekerja dengan amanah dan zakatpun banyak terkumpul. Ia melapor kepada Rosulullah akan hasil kerjanya. “Ya Rosulullah, inilah zakat yang aku kumpulkan dan ini ada hadiah yang diberikan kepadaku dari orang yang senang dengan kerjaku”. Rosulullah SAW menjawab “zakat yang kau kumpulkan masukkan ke Baitul Mal, sedangkan hadiah yang diberikan kepadamu kembalikan!”

Tentu Ibnu Luthbiah heran sebab orang yang memberi hadiah tidak bermasud apa-apa dengan pemberian hadiah itu. Keheranan inilah yang dijawab Nabi “Apakah engkau mendapat hadiah itu ketika engkau sedang berada di rumah ibumu?” Tentu tidak, hadiah diberikan saat melaksanakan tugas.
Sikap Nabi adalah tindakan preventif untuk menjaga mentalitas bersih para aparat.  Agak bertolak belakang dengan situasi kita sekarang. Banyak orang mencari bahkan berani  “membeli” jabatan yang pada jabatan itu terbuka peluang untuk mendapatkan banyak hadiah.

Di samping hal diatas ada pula bentuk hadiah lain sebagaimana dikisahkan dalam riwayat ini.

Al-Asy’ats bin Qais dan Jarir bin Abdullah datang menemui Salman Al Farisi di Khush.  Ketika diterangkan mereka datang dari tempat Abu Ad Darda, Salman yang oleh Rosulullah SAW dipersaudarakan dengan Abu Ad Darda ini bertanya: “Mana hadiahnya ?”.

Kedua orang itu bingung lalu menjawab:” Kami tidak membawa hadiah apapun, wahai Salman”.  Dengan rasa tidak percaya Salman berkata lagi: “Bertakwalah kepada Allah, tunaikan amanat, setiap orang yang datang dari Abu Ad Darda lalu menemuiku selalu membawa hadiah !”. Karena semakin tak mengerti mereka lalu berkata lagi “Jangan mempertanyakan itu, kami masih punya harta, jika engkau mau ambillah!”

Salman tetap menginginkan pada hadiah yang mereka bawa.  Ketegangan memuncak. Mereka bersumpah tidak membawa hadiah apa-apa, kata mereka Abu Ad Darda hanya mengatakan “Di tengah  kalian ada seorang laki-laki yang apabila Rosulullah SAW sedang berdua dengannya beliau tidak mencari yang lainnya. Jika kalian menemuinya, sampaikan salamku !”

Setelah mendengar pesan itu Salman baru berkata, “Itulah hadiah yang kalian bawa yang aku inginkan! Adakah hadiah yang lebih mulia dari pada salam?”

Dengan kisah ini maka jelas disamping hadiah menghadiahi dalam bentuk barang, juga yang lebih berharga bagi seorang muslim adalah hadiah salam. Maka tebarkanlah salam! 

Monday, September 16, 2013

Teladan Dari Rasulullah SAW Dalam Memuliakan Istri

Rasulullah
Rasulullah
 
HIKMAH, "Cara Rasulullah SAW Memuliakan Istrinya" Oleh M Husnaini

Siapa tidak mendamba pasangan setia dan selalu mesra? Siapa pula tidak jengah hidup dengan pasangan yang durhaka lagi gampang marah? Faktanya, menjadi pasangan setia dan mesra sungguh tidak mudah.

Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliput berkah dan bertabur cinta. Panutan umat sejagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

Beliau biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak tersanjung dipanggil demikian oleh suaminya.

Di tengah kesibukan mengurus umat, Rasulullah juga mampu menjaga keintiman bersama istri. Perhatikan penuturan Aisyah berikut. “Aku pernah mandi janabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air. Tangan kami bergantian mengambil air.” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah juga pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau pernah makan daging yang sudah digigit Aisyah (HR Muslim).

Kemesraan bahkan tetap dilakukan Rasulullah ketika istri sedang dalam keadaan haid. Simak penuturan Ummu Salamah. “Ketika aku rebahan bersama Rasulullah di lantai, tiba-tiba aku haid. Aku keluar mengambil pakaian haidku. Beliau bertanya, ‘Mengapa kamu, apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau lalu memanggilku, dan aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

Rasulullah memang begitu memuliakan istri. Boleh jadi sebagian suami lebih nyaman keluar rumah bersama rekan, meninggalkan istri di rumah. Perhatikan sikap Rasulullah, sebagaimana kesaksian Aisyah. “Ketika hendak melakukan sebuah perjalanan, Nabi biasa membuat undian di antara para istri beliau. Siapa yang namanya keluar undian, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian pula ketika beliau menyaksikan hiburan. Aisyah berkisah, “Pada suatu hari, orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi sendiri yang berkata padaku, apakah aku ingin melihatnya. Aku menjawab, ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakang beliau. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata, ‘Teruskan permainan kalian, Wahai Bani Arfidah (julukan orang Habasyah)!’ Hingga ketika aku merasa bosan, beliau bertanya, ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku menjawab, ‘Ya.’ Beliau lalu berkata, ‘Kalau begitu, pergilah!’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Itulah sosok suami sejati. Kendati demikian, sebagai manusia normal, tentu saja rumah tangga Rasulullah tidak bebas dari konflik. Perselisihan dalam rumah tangga adalah bumbu cinta. Namun, ketika berselisih, Rasulullah tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, beliau berkata, “Tutuplah matamu!” Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Nabi berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, “Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR Ibnu Sunni).

Semua kita pasti berharap memiliki rumah tangga yang sakinah dan penuh berkah. Rasulullah telah mengajarkan suami bagaimana memuliakan istri. Seperti sabda beliau, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Sumber: Republika Online

Kisah Orang Taat Ibadah Berujung Neraka, Mengapa?

Gurun pasir (ilustrasi)
Gurun pasir (ilustrasi)

HIKMAH, "Kisah Penghuni Pertama Neraka" Oleh Afriza Hanifa

Tiga orang menanti sidang dengan kepercayan diri yang sangat. Ketiganya yakin betul akan diputuskan menjadi penghuni surga.

Namun pengadilan Allah jauh berbeda dengan pendadilan manusia. Allah Maha Tahu segala hal meski ukurannya seberat dzarrah. Allah pun memiliki sifat Maha adil yang memutuskan setiap perkara tanpa dzalim.

Tiga orang yang merasa menjadi calon penghuni surga ini pun tergelak. Mereka yang terdiri dari orang-orang shalih itu justru berakhir di neraka. Mereka diseret dengan kasar ke dalam api yang membara. Apa gerangan yang terjadi? Rupanya mereka hanyalah shalih di pandangan manusia, namun tak mentauhidkan Allah dalam niat amal mereka.

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikat yang diberikan Allah padanya. Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?”

Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya.

Allah ta’ala pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian,” firmanNya. Mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahannam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran pada manusia. Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?”

Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari dan mengajarkannya Alquran karena Engkau,” ujarnya.

Namun Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Alquran agar kamu disebut sebagai seorang qari,” Allah, mengadili. Sang alim ulama pun menyusul si mujahid, masuk ke neraka yang apinya menjilat-jilat.

Orang ketiga pun dipanggil. Kali ini ia merupakan seorang yang sangat dermawan. Sang dermawan dianugerahi Allah harta yang melimpah. Allah pun menanyakan tangung jawabnya atas nikmat itu, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmatKu” firmanNya.

Sang dermawan menjawab, “Saya tidak pernah meninggalkan sedeqah dan infaq di jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau,” jawabnya.

Dia pun tak jauh beda dengan dua orang sebelumnya. “Kau berdusta,” firman Allah. “Kau melakukannya karena ingin disebut sebagai seorang dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu,” firmanNya.

Sang dermawan yang riya ini pun diseret dan dilempar ke neraka, bergabung denan dua temannya yang juga menyimpan sifat riya di hati.

Di mata manusia, ketiganya merupakan seorang yang taat beribadah dan diyakini akan menjadi penduduk surga. Namun hanya Allah yang mengetahui segala isi hati hambaNya. Ketiganya tak pernah mengikhlaskan amalan untuk Allah, melainkan agar diakui manusia. Mereka pun berakhir di neraka dan menjadi penghuni pertama neraka.

Kisah pengadilan akhirat tersebut terdapat dalam hadits Rasulullah dari Abu Hurairah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i, Imam Ahmad dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim.

Di akhir hadits, Abu Hurairah bahkan membaca firman Allah yang menjadi hikmah pelajaran atas kisah tersebut. “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan,” (QS Hud: ayat 15-16).

Thursday, September 5, 2013

Apa Makna Sakit Itu?

Sakit
Sakit

HIKMAH, "Merenungi Makna Sakit" Oleh: "Muhammad Arifin Ilham"

Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya.

Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.

Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah. Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta. Dan atas kenyataan sejarah tersebut, hari ini cobalah bercermin kepadanya.

Hari ini pula kita bisa bercermin kepada sosok-sosok mulia yang pernah juga sakit. Sakit, yang di ujung penggal kehidupan mereka yang ditemukan adalah kemuliaan serta terus bertambah derajat kemuliaanya di mata Allah SWT.

Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.

Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

Sakit itu istighfar. Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. Sakit itu tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.

Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.

Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

Sakit itu gugur dosa. Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya. Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoaka oleh mereka.

Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.

Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama.

Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.

Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit. Wallahu A’lam.
 
Sumber: Republika Online

Monday, September 2, 2013

Yusuf Mansur: Jangan Anggap Enteng Uang Rp.500 Ribu

Ustaz Yusuf Mansur
Ustaz Yusuf Mansur

HIKMAH, "Jangan Anggap Enteng" Oleh Ustaz Yusuf Mansur

Seorang ibu, ketika agenda sosialisasi Indonesia Berjamaah, dengan programnya Ekonomi Berjamaah, ditanya. "Apa ibu ada uang cash?"

Ibu itu menjawab sambil tersipu. Beliau tidak pede. Bisa ditebak. Sebab beliau merasa uangnya tidak banyak. "Rp 500 ribu paling Ustadz," Kata ibu ini sambil tersenyum malu.

Saya kemudian mengingatkan ibu ini dan jamaah semua, jangan anggap enteng duit Rp 500 ribu itu. Benar tidak cuma Rp 500 ribu? Duit itu di bank ada jutaan orang yang duitnya Rp 500 ribu. Bila 10 juta orang? 5.000.000.000.000. Atau senilai lima Triliun Rupiah.

Apa artinya lima Triliun Rupiah itu? Rp 5 T itu buesar dan buanyak buanget. Satu hotel bintang dua, dengan kira-kira 50-100 kamar, kira-kira Rp 40-50 milyar.

Itu berarti 100 hotel. Malah dengan skema DP duluan, kerja-kerjasama, maka bisa bangun 300-500 hotel. Bila satu hotel 50-100 karyawan, itu artinya puluhan ribu orang bisa bekerja. Subhaanallaah.

Apa artinya Rp 5 Triliun? Satu pesawat boeing 737-500 dengan engine baru, interior baru, plus beberapa cost operasional awal, kira-kira Rp 75 miliar.

Anggap Rp 100 Miliar. Maka duit ibu tadi, yang bergabung dengan 10 juta ibu-ibu yang lain, dapat 50 pesawat. Padahal, satu maskapai yang sudah berusia 10 tahun di Indonesia, baru punya 38 pesawat.

Dan uang itu bisa dipecah-pecah jadi berbagai usaha strategis, menguntungkan, aman, dan safety. Bisa masuk ke industri rumah sakit, farmasi, pertanian, perkebunan, properti besar lain, dll.

Apalagi, kenyataan, belum tentu uang ibu ini hanya Rp 500 ribu. Belum tentu. Ibu ini ternyata pake gelang, cincin, kalung, dari emas. Nilainya kira-kira Rp 2-5 jutaan plus tabungan kira-kira Rp 5 juta. Itu uang cash.
Belum lagi motornya. Belum lagi suaminya, mungkin juga anaknya. Ibu ini punya anak, yang kalau dilucuti emasnya, ya ada juga Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta atau Rp 2 juta.

Iseng saya paparkan, ternyata secara bercanda, dari model ibu seperti yang saya tanya, bisa dapat Rp 55 Triliun. Artinya apa? Sektor ekonomi akan bergerak. Ekonomi riil.

Dan dengan spirit gotong royong, potensi dana ibu ini, tidak dipakai untuk membiayai orang-orang kaya hingga semakin kaya, tapi ibu ini dan jutaan orang lain, akan mendapatkan peluang lebih dari kekuatan dananya.

Yusuf Mansur tidak punya teori kebanyakan. Cuma melihat potensi ini, dan mengajak kawan-kawan untuk bersatu, bergerak, dan menggerakkan.

Dan kita tetap bisa bekerjasama dengan yang lain. Hanya, dalam keadaan kita bukan lagi sebagai obyek. Tapi sudah setara. Sama-sama punya peluang dan kesempatan. Insya Allah berkah.

Maka tidak salah jika saya menyeru diri saya dan sebanyak-banyaknya orang, bersatulah. Berjamaahlah. Insya Allah kita akan jadi kuat dan bisa punya peran dan manfaat lebih. 

Sumber: Republika Online

Sunday, September 1, 2013

Krisis Mesir dan Suriah Berkepanjangan, "Zeonis Israel Kegirangan"

Ikhwanul Kiram Mashuri
Ikhwanul Kiram Mashuri

HIKMAH, Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri

Siapa yang paling diuntungkan dengan terjadinya kudeta militer di Mesir dan konflik berkepanjangan di Suriah sekarang ini? Jawabannya tentu saja Zeonis Israel. Dengan kata lain, mereka kini sedang kegirangan. Mereka girang karena tanpa perang dan mengeluarkan dana besar, lawan-lawan mereka yang paling tangguh di kawasan Timur Tengah satu per satu bertumbangan. Atau paling tidak para musuh mereka dalam kondisi yang sangat lemah sehingga tidak memungkinkan lagi mengangkat senjata untuk melancarkan perlawanan terhadap Zeonis Israel.

Mesir, misalnya. Sejak kudeta militer pada 3 Juli lalu, Ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam politik lainnya yang berkuasa secara demokratis selama setahun tidak lagi dianggap berbahaya bagi keamanan Israel. Selama Muhammad Mursi--presiden yang berasal dari Ikhwanul Muslimin dan terpilih oleh rakyat secara demokratis--berkuasa, Israel dibuat tidak nyaman. Apalagi, ketika Mursi berhubungan erat dengan kelompok pejuang Palestina, Hamas, yang secara de facto berkuasa di Jalur Gaza.
Hamas selama ini dikenal sangat tangguh dalam perjuangan bersenjata melawan Zeonis Israel. Beberapa kali mereka berhasil memukul mundur ekspansi militer Israel di Jalur Gaza.

Atas dasar kesamaan ideologi politik, yaitu sebagai gerakan Islam politik, pemerintahan Presiden Mursi lebih dekat dengan Hamas dibanding kelompok Fatah. Yang terakhir ini dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak almarhum Yasir Arafat menjabat sebagai presiden Palestina dan kemudian digantikan oleh Mahmud Abbas, lebih memilih perjuangan diplomasi daripada perjuangan bersenjata/konfrontasi. Secara de jure Mahmud Abbas yang berasal dari kelompok Fatah memang sebagai Presiden.

Namun, secara faktual Fatah sebenarnya hanya berkuasa di Ramallah. Sedangkan, kawasan Jalur Gaza diperintah oleh Hamas.  Kedekatan Ikhwanul Muslimin dengan Hamas juga dibuktikan dengan pembukaan perbatasan Mesir dengan Palestina di Rafah begitu Mursi terpilih menjadi presiden. Rafah selama ini merupakan jalur darat satu-satunya untuk menyalurkan berbagai bantuan dari luar ke Jalur Gaza, baik bantuan makanan, bahan bangunan maupun lainnya. Termasuk, konon, penyelundupan senjata. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh penguasa Israel.

Kekhawatiran itu semakin meningkat karena menurut analisis intelijen Zeonis Israel, sebagaimana ditulis Aljazirah.net, Presiden Mursi berencana membatalkan Perjanjian Camp David. Yang terakhir ini adalah perjanjian damai antara Israel dan Mesir pada 1978 yang ditandatangani Presiden Anwar Sadat dan PM Israel Menachem Begin, disaksikan oleh Presiden Jimmy Carter yang sekaligus menjadi fasilitator.

Karena itu, tidak mengherankan ketika terjadi kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Mursi, salah satu pihak yang menyambut baik adalah pemerintah Zeonis Israel. Sebagaimana ditulis New York Times, seorang sumber dekat dengan PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Israel merupakan pihak yang gembira dengan tumbangnya Presiden Mursi dan kekuasaan Ikhwanul Muslimin. Ia menyebut, kudeta militer merupakan perkembangan yang sangat baik bagi Mesir dan kawasan Timur Tengah, termasuk Israel. Penggulingan Mursi juga dianggap akan memperlemah kekuatan dan pengaruh Hamas.

Bukan hanya menyambut baik, PM Netanyahu, menurut media Israel, Maariv, juga mengutus beberapa jenderal dan senior di pemerintahannya untuk melobi AS dan beberapa negara Eropa. Intinya, agar mereka--AS dan beberapa negara Eropa--tidak menghentikan bantuannya ke Mesir. Bagi Netanyahu, bantuan itu sangat diperlukan supaya pemerintahan kudeta militer tidak ambruk. ‘’Bila pemerintahan Mesir sekarang jatuh, akan sangat membahayakan bagi keamanan Israel,’’ katanya.

Israel selama ini menganggap Mesir sebagai negara yang sangat strategis dan paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Oleh sebab itu, mereka sangat berkepentingan dengan rezim penguasa di negara itu. Dengan kudeta militer yang menggulingkan kekuasaan Ikhwanul Muslimin, Mesir bisa dipastikan akan mengikuti kebijakan pemerintahan sebelumnya. Minimal, akan menjamin berlangsungnya Perjanjian Camp David yang mendekatkan militer Israel, Mesir, dan AS. Dengan begitu, keamanan Israel tidak akan terancam.

Di sisi lain, perkembangan di Suriah juga secara tidak langsung telah memihak pada kepentingan Israel. Perkembangan itu adalah rencana serangan AS ke basis-basis kekuatan Presiden Bashar al-Assad. Meski ada kekhawatiran bila Suriah diserang AS maka mereka akan mengarahkan senjata kimianya ke Israel, namun kemungkinan itu sangat kecil. Yang justru akan terjadi, serangan itu akan menggulingkan kekuasaan rezim Presiden Assad, sebagaimana terjadi pada Muammar Qadafi di Libya, Saddam Husein di Irak, dan rezim Taliban di Afghanistan. Atau paling tidak, kekuatan militer Suriah akan mandul sebagaimana juga terjadi di tiga negara tersebut.

Dengan penggulingan Assad, maka aliansi kekuatan antara Suriah-Iran-Hizbullah di Lebanon Selatan diperkirakan akan berantakan. Aliansi ketiga pihak selama ini sangat ditakutkan oleh Israel. Mereka sering mengancam keamanan nasional Zeonis Israel. Hizbullah sendiri beberapa kali telah berhasil menahan dan bahkan menggempur militer Israel yang mencoba menyerang Lebanon.

Bila skenerio ini berjalan dengan baik, yakni penghancuran kekuatan militer Suriah dan pelemahan gerakan Islam politik di Mesir yang dipresentasikan oleh Ikhwanul Muslimin, maka bisa diprediksi yang akan berpengaruh di Timur Tengah adalah negara-negara yang beraliran moderat. Yang terakhir ini diwakili oleh negara-negara kaya Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara yang dianggap tidak membahayakan bagi keamanan Zeonis Israel lantaran kedekatannya dengan Barat yang pro-Zeonis Israel. Wallahu a’lam bisshawab. 

Sumber: Republika Online

Saturday, August 31, 2013

Apa itu "Sogokan Setan"?


Harta atau uang (ilustrasi).
Harta atau uang (ilustrasi).
HIKMAH, Oleh Muhbib Abdul Wahab
    
Di kalangan Bani Israil ada seorang ahli ibadah (‘abid). Ia didatangi kaumnya yang menginformasikan bahwa ada sekelompok orang yang menyembah pohon besar.

Mendengar pohon disembah, ahli ibadah itu merasa kesal dan marah, lalu mengambil kapak untuk menebang dan menumbangkan pohon itu.

Dalam perjalanan menuju pohon itu, ia bertemu dengan  Iblis (setan) yang menyerupai seorang syeikh. "Hendak kemana kau pergi?" tanya Iblis. "Saya akan menebang pohon yang telah menyesatkan banyak orang itu?" jawabnya.
   
Setan berdiri di depan pohon itu untuk menghalangi sang ahli ibadah agar tidak mendekatinya seraya berkata: "Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon ini. Apa urusanmu dengan mereka. Biarkanlah mereka bebas menyembah apa yang mereka inginkan."

Ahli ibadah itu menyergah: "Bagaimana aku membiarkan mereka tersesat; sementara tugasku adalah membebaskan mereka dari kemusyrikan menuju ketauhidan."
Keduanya kemudian terlibat duel. Ahli ibadah mampu mengalahkan setan. Karena kelelahan, ia tidak jadi menebang pohon itu, lalu pulang ke rumah. Pada hari berikutnya, ia kembali membawa kampak untuk menebang pohon.
Iblis kembali muncul dengan wujud seorang syeikh, dan kembali mengalanginya untuk menebang. Iblis tahu ahli ibadah itu miskin. Iblis lalu merayunya untuk tidak menebang pohon  kemusyrikan itu dengan iming-iming uang.
"Hai ahli ibadah, sebaiknya engkau tidak usah menebang pohon. Sebagai gantinya, engkau akan kuberi dua dinar setiap hari. Engkau miskin. Dengan dua dinar itu engkau dapat memenuhi kebutuhanmu sehari-hari," rayu Iblis.
   
Keduanya pun mencapai kata sepakat. Ahli ibadah itu menerima dua dinar pada hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga, ia gigit jari karena Iblis tidak lagi memberinya dua dinar. Ia kembali marah dan menghunuskan kampak.
"Aku harus menebang pohon ini sampai akar-akarnya," gumam ahli ibadah. Iblis kembali muncul menghalanginya. "Kali ini engkau tidak akan bisa menebang pohon itu, wahai ahli ibadah!" Maka terjadilah perkelaihan, dan kali ini ahli ahli ibadah bertekuk lutut di hadapan Iblis.
   
Ahli ibadah itu bertanya, "Kenapa engkau kali ini bisa mengalahkanku, padahal sebelumnya aku dengan mudah dapat mengalahkanmu?"

"Kemarin lusa engkau dapat mengalahkanku lantaran engkau marah semata-mata karena Allah. Allah melindungimu dan memberimu kemenangan karena engkau ikhlas. Kali ini engkau kalah sebab engkau marah karena tidak lagi menerima dua dinar dariku."
    
Sepenggal kisah tersebut memberi pelajaran berharga bagi kita bahwa Iblis (setan) tidak akan pernah tinggal diam ketika melihat manusia berbuat kebaikan. Ia selalu menggoda, merayu, dan menyesatkan.

Sogokan setan terhadap ahli ibadah yang miskin tersebut tidak hanya menyurutkan langkah dakwahnya untuk memerangi kemusyrikan, tetapi juga menyebabkannya menjadi pecundang.
    
Sogokan setan itu luar biasa dahsyat dan memikat. Setan akan mengiming-imingi harta jika calon korban itu miskin atau rakus harta; merayu dengan kenikmatan perempuan jika yang disogok itu gila perempuan, ditawari jabatan jika yang dirayu itu gila jabatan, dan sebagainya.

Jika manusia sudah terperangkap sogokan setan, hatinya menjadi buta. Nuraninya mati, dan hidupnya menjadi pengabdi setan.

Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: "Bukankah Aku telah memerintahkanmu wahai Bani Adam agar kamu tidak menyembah setan? Setan itu sungguh musuh yang nyata bagimu. Dan hendaklah kamu beribadah kepada-Ku. Inilah jalan yang lurus." (QS Yaasin [36]: 60-61).

Setan selalu menggoda manusia dari segala penjuru: depan-belakang dan kanan-kiri. Cara untuk membentengi diri dari sogokan setan yang selalu membisikkan kejahatan dalam diri manusia (QS an-Nas [114]: 5) adalah meluruskan niat (ikhlas semata-mata karena Allah), karena segala perbuatan itu sangat ditentukan oleh niatnya (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ingatlah bahwa proyek besar setan adalah menyesatkan manusia kecuali segelintir hamba Allah yang mukhlis (yang kebal sogokan setan) (QS Al-Hijr [15]: 39-40).

Keikhlasan niat dan amal perbuatan, semata-mata mencari ridha-Nya, akan memancarkan sinar dan sinyal Ilahi (nurani) yang senantisa menyuarakan dan menyerukan kepada jalan yang benar.

Ketidakikhlasan dalam berniat, berbuat, dan beramal merupakan  salah satu pintu masuk sogokan setan. Karena itu, tidak mengherankan, jika para politisi yang suka pamrih, pencitraan diri, kampanye, dan sebagainya –yang semuanya itu berbiaya tinggi—  itu setelah terpilih menjadi pejabat publik kemudian menyalahgunakan kekuasaannya dengan melalukan korupsi.

Artinya korupsi itu merupakan salah satu implikasi dari sogokan setan.   Semoga kita semua tidak mudah terperangkap oleh sogokan setan yang menyesatkan! Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: Republika Online

Thursday, August 29, 2013

Tanggung Jawab Pemimpin

Pemimpin harus berjiwa besar. Ilustrasi
Pemimpin harus berjiwa besar. Ilustrasi

HIKMAH, Oleh; Imam Nur Suharno

Suatu hari, usai mengurus pemakaman jenazah Sulaiman bin Abdul Malik, sang khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah untuk istirahat sejenak. Tiba-tiba Abdul Malik bin Umar, putra sang khalifah, menghampirinya.

Ia bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang mendorong Anda membaringkan diri di siang hari seperti ini?” Umar bin Abdul Aziz tersentak campur kaget tatkala sang putra memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan ayah, sebagaimana biasanya.

Ini isyarat, putranya tengah meminta pertanggungjawaban ayahnya sebagai pemimpin negara, bukan sebagai kepala keluarga. Umar menjawab pertanyaan putranya, “Aku letih dan butuh istirahat sejenak.

Pantaskah engkau beristirahat, padahal masih banyak rakyat yang teraniaya?” kata sang anak dengan bijak. “Wahai anakku, semalam suntuk aku menjaga pamanmu. Nanti usai Zhuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya,” jawab Umar.

Wahai Amirul Mukminin, siapakah yang dapat menjamin Anda hidup sampai Zhuhur jika Allah menakdirkanmu mati sekarang?” kata Abdul Malik. Mendengar ucapan anaknya itu, Umar bin Abdul Aziz semakin terperangah.

Lalu, ia memerintahkan anaknya untuk mendekat, diciumlah anak itu sembari berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan kepadaku anak yang telah membuatku menegakkan agama.”

Selanjutnya, ia perintahkan juru bicaranya untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat, “Barang siapa yang merasa terzalimi, hendaknya mengadukan nasibnya kepada khalifah.”

Subhanallah. Kisah di atas memberikan pelajaran (ibrah) berharga kepada kita dan para pemimpin di negeri ini setiap pemimpin di level manapun akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya di hadapan manusia (di dunia) dan di hadapan Allah kelak (di akhirat).

Rasulullah SAW menegaskan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Yang pasti, seorang pemimpin tidak akan dapat menghindarkan diri dari tanggung jawab atas kepemimpinannya. Boleh jadi seorang pemimpin dapat berkelit dari pertanggungjawaban di dunia. Namun, ia tidak akan dapat berlari dari pertanggungjawaban (pengadilan) di akhirat kelak. 

Sumber: Republika Online

Wednesday, August 28, 2013

Merendahkan Perempuan

Gaya hijab cantik
Gaya hijab cantik

HIKMAH, Oleh: KH Didin Hafidhuddin

Banyak ayat dan hadis yang menjelaskan kaum perempuan memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat manusia. Dalam Alquran terdapat surah an-Nisa/surah perempuan yang sebagian besar isinya menggambarkan tentang kedudukan keluarga.

Artinya, ini isyarat pemeran utama dalam membangun keluarga adalah kaum perempuan atau ibu. Anak dan keturunan yang saleh dan salihah pada umumnya adalah hasil dari belaian dan didikan ibunya. Al-uum al-madrasatul uula (ibu adalah sekolah pertama).

Karena itu, penghormatan kepada ibu melebihi penghormatan kepada bapak. Meskipun, memang keduanya harus dihormati dan disayangi. Apalagi, ketika keduanya sudah memasuki usia tua atau uzur. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman dalam surah al-Israa ayat 23-24.

Dan, Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kami mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentah mereka serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan, rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’”

Dalam tata cara berpakaian, perempuan diperintahkan menutup aurat. Ini bagian dari penghormatan dan penghargaan Islam terhadap mereka. Sekaligus, mereka akan merasa terjaga dan terpelihara kehormatan dirinya.

Perempuan yang berusaha menutup auratnya, di samping melaksanakan perintah agama, menghormati dirinya, juga memperlihatkan identitas dirinya sebagai Muslimah. Dalam surah al-Ahzab ayat 59, Allah menegaskan hal tersebut.

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal karena itu mereka tak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

Berbeda dengan paham dan sikap dari golongan materialis dan sekuleris. Dengan mengatasnamakan kebebasan, kemerdekaan, dan hak asasi dinyatakan tak ada keharusan bagi perempuan menjaga kehormatan dirinya. Apalagi, menutup aurat.

Menutup aurat, bagi mereka, mengekang kebebasan berekspresi bagi perempuan dan menghambat aktualisasi diri. Karena itu, apa yang akan dilakukan sekelompok orang dengan menyelenggarakan Miss World di Indonesia yang mayoritas Muslim, dianggap sah-sah saja oleh mereka.

Padahal, ini cerminan dari perilaku yang merendahkan martabat perempuan. Ini juga menjatuhkan derajat mereka ke derajat yang paling rendah. Kegiatan ini, jika betul-betul dilaksanakan, hanyalah akan mengundang amarah dan kutukan dari Allah SWT.

Allah berfirman dalam surah al-A’raf ayat 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.’” Wallahu a’lam. 

Sumber: Republika Online

Monday, August 26, 2013

Dai Bertarif

Seorang dai memberikan ceramah agama di masjid.  (ilustrasi)
Seorang dai memberikan ceramah agama di masjid. (ilustrasi)

HIKMAH, Oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA

Pada akhir tahun 1980-an seorang psikiater kondang Prof Dr H Ayyub Sani Ibrahim menulis sebuah artikel di sebuah
koran nasional berujudul Dai Berbulu Musang.

Artikel ini dimaksudkan untuk menasehati dan mengkritisi para dai yang prilaku kesehariannya bertentangan dengan
materi dakwah yang ia sampaikan. Sebagai sebuah nasehat, semoga Allah SWT telah memberikan pahala kepada beliau.

Namun fenomena dai berbulu musang pada masa berikutnya justru kian bermunculan, bahkan lebih parah daripada
sekadar dai berbulu musang.

Muncul oknum dai yang berani memungut imbalan alias upah dari masyarakat yang didakwahinya. Alias Dai Walakedu  (jual ayat kejar duit).
   
Berangkat dari fenomena ini Ittihadul Muballigin, organisasi para dai yang dipimpin shahibul fadhiilah KH
Syukron Ma’mun pada tanggal 25-28 Juni 1996 dalam musyawarah nasional (Munasnya yang ke-4), yang dihadiri 350 peserta, para ulama dan dai seluruh Indonesia merumuskan enam butir kode etik dakwah.

Diantara kode etik dakwah itu, dai tidak boleh memungut imbalan dari masyarakat yang didakwahi. Apa yang
dirumuskan Munas Ittihadul Muballigin mendapat apresiasi masyarakat termasuk Menteri Agama ketika itu Dr Tarmizi Taher.
   
Kendati demikian, fenomena dai berbulu musang maupun dai yang memungut imbalan tidaklah surut jumlahnya, bahkan belakangan jauh lebih parah, karena berkembangnya dai-dai yang masang tarif dalam berdakwah.
   
Kami sungguh sangat kenyang menerima pengaduan masyarakat tentang kekecewaan mereka terhadap oknum-oknum dai yang memasang tarif dalam berdakwah.

Banyak masyarakat yang gagal mendatangkan seorang dai karena setelah tawar menawar seperti layaknya berdagang sapi mereka tidak mampu membayar tarif yang diminta dai yang bersangkutan.
   
Masyarakat juga banyak yang bertanya kepada kami, apa hukumnya memasang tarif dalam berdakwah dan memberikan uang sebesar itu kepada dai bertarif.

Dalam kajian fiqh memang ada tiga pendapat yang berkembang, yang pertama: pendapat yang mengharamkan secara mutlak, baik ada perjanjian sebelumnnya maupun tidak, pendapat ini memiliki dalil-dalil yang kuat baik dari al-Qur’an maupun Hadis.

Pendapat kedua yang membolehkan  berdakwah dengan memungut imbalan, pendapat ini berlandaskan kepada Hadis riwayat Imam Bukhori, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling berhak diambil upahnya adalah al-Qur’an.

Dalil ini memang kuat, namun penggunaan (Istidlal) hadis ini untuk membolehkan memungut imbalan dalam berdakwah sangat lemah, karena berdasarkan sabab wurud hadis ini, hadis ini tidak berkaitan dengan berdakwah melainkan berkaitan dengan mengobati orang yang sakit dengan pengobatan Ruqyah (membacakan surah al-Fatihah).
   
Sementara pendapat ketiga, dan inilah yang diambil oleh Munas ke-4 Ittihadul Muballigin tahun 1996 adalah
pendapat yang mengatakan, apabila ada perjanjian sebelumnya seorang dai akan menerima upah dalam dakwahnya hal itu tidak dibolehkan. Sedangkan apabila tidak ada perjanjian apa-apa kemudian dai diberi uang saku, hal itu dibolehkan.
   
Dakwah adalah sebuah kewajiban agama, seperti halnya shalat dan puasa, kendati tidak menjadi rukun Islam. Surah al-Baqarah ayat 159 mengancam orang-orang yang tidak mau berdakwah, mereka akan dilaknat Allah SWT dan para makhluk yang melaknat.

Orang yang tidak mau berdakwah kecuali diberi imbalan sama artinya dia tidak mau berdakwah kalau tidak ada
imbalan. Fenomena memungut imbalan ini belakangan sungguh sangat memprihatinkan karena banyak dai yang dalam dakwahnya memakai cara berdagang sapi dengan tawar menawar, perjam, pertitik dan sebagainya.
   
Sepanjang pengamatan kami, tarif termahal dalam berdakwah ini adalah Rp 100 juta satu kali ceramah (satu
titik) dan yang paling murah adalah Rp 10 juta.

Wajar bila masyarakat mengeluh terhadap fenomena pasang tarif ini, karena uang yang mereka kumpulkan adalah uang sumbangan dari orang-orang miskin yang mengumpulkan dengan memeras keringat kemudian dirampok begitu saja oleh oknum dai berbulu musang itu.

Dai seyogianya adalah orang yang memecahkan masalah umat bukan orang yang membuat masalah bagi umat. Dai adalah orang yang meringankan beban umat bukan orang yang membebani umat.

Dai-dai yang kepingin cepat kaya lebih baik berdagang sapi saja, karena terbukti banyak orang yang berdagang
sapi mendapatkan uang ratusan milyar rupiah, mobil pun banyak dan istri pun berderet-deret.

Bersyukurlah dai yang dibuka aibnya oleh Allah SWT di dunia karena ia masih punya kesempatan untuk bertaubat.
Dan celakalah dai ketika aibnya dibuka oleh Allah SWT di akhirat karena dia tidak punya kesempatan lagi untuk
bertaubat.
 
Sumber: Republika Online

Monday, August 12, 2013

"Nabi Khidir" Adalah Keturunan Seorang Raja

HIKMAH, Banyaknya tokoh-tokoh sufi serta hamba Allah yang bergelar Walisanga pun menurut riwayat pernah bertemu dengan Nabi Khidir as ini. Beliau seorang anak cucu Nabi Adam as yang ditangguhkan kematiannya.

Dalam blog kisah islami ini akan diceritakan pula pertemuan beberapa tokoh sufi dan para Nabi yang telah mendapatkan pelajaran berharga dari Nabi Khidir as.
Insya Alloh akan ditulis secara bertahap agar mudah dalam membacanya.

Keturunan Raja.
Dari sebuah riwayat dari Asabath, Ibnu Akatsir, dikisahkan oleh As-Sayyidi.
Nabi Kihidir adalah putera seorang raja yang sangat tekun melakukan ibadah kepadaAllah SWT. Ia melarikan diri dari keluarganya di istana karena tidak mau dikawinkan oleh ayahnya dengan seorang gadis yang disukai oleh semua sanak kerabatnya. Ia menolak perjodohan itu hingga selama kurang lebih satu tahun lamanya ia tidak pernah menjumpai calon istrinya.

Setelah raja mengetahui bahwa Khidir meninggalkan istana dan pergi ke suatu tempat, maka diperintahkanlah seluruh punggawa kerajaan untuk mencarinya.
Seluruh pelosok negeri yang menjadi kekuasaannya telah didatangi, namun pencarian itu sia-sia saja.
Khidir tidak pernah ditemukan lagi.

Nama Lain Nabi Khidir as.
Nabi Khidir memiliki nama lain, yaitu Khadir, Al-Khadir atau Al-Khidir.
Sebenarnya nama ini hanyalah gelar yang biasa disebut orang dan diidentikkan dengan nama Allah SWT yang menyerupai malaikat. Bisa diungkapkan sebagian orang kalau dia berkenan walaupun tidak semudah siapa yang menginginkan pertemuan dengannya.

IbnuAskir dan sahabat-sahabatnya meriwayatkan bahwa hamba Allah SWT ini digelari "Khidir" karena perubahan warna di sekitarnya menjadi kehijauan bila dia shalat di suatu tempat. Sementara itu, sahabat Nabi yang bernama Ikrimah meriwayatkan bahwa dia digelari Khidir karena bila dia duduk di suatu tempat maka cahaya di sekitar itu berubah menjadi kehijauan.

Sedangkan riwayat Imam Bukhari bahwa jika Nabi Khidir duduk di atas tumpukan jerami yang telah kering maka jerami tersebut akan menjadi hijau kembali.

Siapa Nabi Khidir as.
Dari beberapa sumber ulama yang menjelaskan nama-namanya ada yang memanggilnya Khidir.

Inilah beberapa pendapat tentang Asal usul Nabi Khidir.
1. Riwayat Ibnu Abbas.
Khidir adalah nama seorang cucu Nabi Adam as yang taat beribadah kepada ALlah SWT dan ditangguhkan ajalnya.
2. Kitab Fthul Bari, Al Bidayah wan Nihayah serta Ruhul Ma'ani.
Ibnu Khidir berasal dari Romawi sedangkan bapaknya keturunan bangsa Persi.
3. An-Nawawi.
Dari Al-Alusi menyebutkan bahwa Khidir adalah putera seorang raja.

 
Sumber: http://kisahislamiah.blogspot.com

Monday, August 5, 2013

Empat Keuntungan Iktikaf

Suasana iktikaf (ilustrasi).
Suasana iktikaf (ilustrasi).

HIKMAH, Oleh Dr Muhammad Hariyadi MA

Setiap ibadah mengandung hikmah, kerahasiaan dan tujuan, sebab semua ibadah meniscayakan manfaat fisik dan jiwa, keihlasan hati, perbaikan perilaku, dan manfaat bagi kehidupan. Jiwa manusia seringkali terpaku pada fenomena dan lupa pada tujuan.

Inilah jiwa yang lupa dan dilupakan oleh setan akan tujuan, sehingga sibuk dengan fenomena dan kehilangan tujuan.

Jiwa macam ini memerlukan penenang guna membersihkan dan mensucikannya dari kelupaan. Dan fungsi pembersihan tersebut ada pada i'tikaf, yang intinya menyucikan isi hati dari sifat-sifat negatif, mengevaluasinya untuk tidak bersemayam di relung hati, menghadirkan kemuliaan dan keagungan Tuhan, mengisi hati dengan berbagai sifat kebajikan.

Inilah reposisi jiwa untuk meletakkan hati pada relnya yang benar, menyemaikannya dengan aneka kebajikan dan meletakkan mesin evaluasi yang bekerja sepanjang hayat agar jiwa dapat bertanya: "Kemana kita menuju, kepada Tuhan atau penciptaan?" Kalau kepada penciptaan, maka di alam kubur nanti pertanyaan malaikat bukan "Siapa engkau?", "dari mana datangmu?", dan "siapa yang mengenalmu?", melainkan "siapa Tuhanmu?", "siapa nabimu?", dan "apa agamamu?". 

Inilah kisaran hati orang-orang yang beriktikaf yang mengembalikan posisinya pada awal penciptaan manusia dan penyadaran bahwa pada hakekatnya semua makhluk tunduk dan bertasbih kepada-Nya. (QS. Ar-Ruum: 26). Dunia adalah fenomena yang sering membuat lupa hati manusia hingga saat sakaratul maut tiba. Tanpa fase sakaratul maut, dunia mampu melupakan fitrah manusia yang tunduk dan bertasbih kepada Allah SWT, sama dengan fitrah alam semesta lainnya.

Membersihkan hati dengan perenungan akal dan hati dan menyucikan jiwa dengan ilmu, zikir dan ketaatan telah menjadi tradisi Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW melakukan I'tikaf pada sepuluh hari Ramadhan hingga beliau wafat. (HR. Bukhari-Muslim). Bahkan kegiatan serupa yang dikenal dengan Khalwah (Tahanuts) telah beliau lakukan di gua Hira sebelum diangkat sebagai Rasul.

Keuntungan beriktikaf sebagaimana dikemukakan Dr. Khalid Abdul Kareem antara lain:

1.    Iktikaf yang benar akan memberikan perbaikan dan buah di hati serta menumbuhkan sifat ikhlas dan penyucian jiwa. Hal tersebut karena inti dari semua perbuatan terletak di hati dan hati yang baik akan membuahkan perbuatan yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda: "Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam fisik manusia terdapat sekerat daging, jika baik (keratan itu) maka baiklah fisik secara keseluruhannya, dan jika buruk (keratan itu) maka buruklah semuanya. Ketahuilah bahwa (sekerat daging tersebut) adalah hati." (HR. Bukhari-Muslim).

2.    Mereka yang beriktikaf di akhir Ramadhan adalah orang-orang yang mencari Lailatul Qadr dan jika pencarian itu lengkap sepuluh hari terakhir, maka  Allah SWT akan memberikan ampunan atas-dosa-dosanya.

3.    Orang-orang yang beriktikaf adalah pribadi-pribadi yang menghidupkan sunah Rasul SAW dan barang siapa menghidupkan sunahnya maka mereka menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yang balasannya adalah ampunan dan surga. Allah SWT berfirman: "Katakan (Muhammad)!, Jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imrah: 31).

4.    Dengan beri'tikaf, seseorang telah memelihara diri dari kelupaan kepada Allah; menjaga diri dari perbuatan haram; menjauhkan panca indera dari perbuatan dosa dan maksiyat. Semua itu merupakan hakekat peribadatan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan Iktikaf kita di akhir Ramadhan sebagai Iktikaf yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sehingga membuahkan perubahan kebaikan secara pribadi maupun sosial. Wallahu A'lam. 

Sumber: Republika Online

Thursday, August 1, 2013

Bagian (1) Memahami Makna Batin Alquran Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi).
Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi).

HIKMAH, Oleh Prof Nasaruddin Umar

Ada isyarat dalam Alquran yang menekankan Jibril menyampaikan Alquran dengan menggunakan bahasa Arab yang jelas.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.  (QS al-Qadr [97]:1-5).

Redaksi yang digunakan surah al-Qadr ini menarik untuk dikaji. Pertama, yang perlu diperhatikan, mengapa menggunakan kata ganti (dhamir) “hu” yang kemudian para ulama tafsir memaknainya dengan Alquran dan ada juga dengan Jibril.

Lalu, mengapa menekankan al-qadr, bukan lailat al-qadha’? Mengapa penekanan pada malam (lailat al-qadr), bukan nahar al-qadr, bukankah justru di siang hari kita menunaikan puasa, salah satu rukun Islam? Apa sesungguhnya makna lailat menurut bahasa, jumhur ulama, dan kalangan sufi?
  
Kalangan ulama tafsir mengatakan bahwa yang turun pada malam Lailatul Qadar (LQ) ialah turunnya Alquran ke langit bumi secara sekaligus (al-inzal), kemudian turun berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan jibril.

Ketika wahyu Alquran masih menjadi Kalam an-Nafs atau  Kalam adz-Dzati, belum disebut Alquran. Nanti disebut Alquran ketika sudah ditransformasikan menjadi Kalam al-Lafdz, ketika sudah menggunakan huruf-huruf dan tanda baca yang berbahasa Arab. Saat masih dalam bentuk Kalam Nafs, tak seorang pun tahu wujudnya seperti apa dan menggunakan bahasa apa.

Dari Kalam an-Nafs ada yang pernah ditransformasi menjadi Taurat dengan menggunakan bahasa Hebrew (Ibrani) karena dialamatkan kepada Nabi Musa yang sehari-harinya menggunakan bahasa Hebrew.

Ada juga ditransformasikan ke bentuk Injil dengan menggunakan bahasa Suryani karena dialamatkan kepada Nabi Isa yang sehari-harinya menggunakan bahasa Suryani. Ketika ditransformasikan menjadi Alquran yang dialamatkan kepada Nabi Muhammad, otomatis menggunakan bahasa Arab karena bahasa sehari-hari Nabi Muhammad adalah bahasa Arab.

Pertanyaanlebih lanjut, siapa yang “menghewbrewkan” Taurat atau “menyuryanikan” Injil dan “mengarabkan”Alquran? Apakah kitab-kitab tersebut sejak dari dulu menggunakan deretan bahasa itu atau Jibril yang berperan mengartikulasikannya kepada nabi-nabi tersebut sesuai dengan bahasanya masing-masing. Atau, Nabi yang menerima wahyu itu yang mengartikulasikannya ke dalam bahasa kaumnya. Kita belum mendapatkan informasi yang jelas tentang hal ini.

Ada isyarat dalam Alquran yang menekankan Jibril menyampaikan Alquran dengan menggunakan bahasa Arab yang jelas.

“Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS asy-Syura [26]:192-195).
  
Sedangkan, ayat lain mengisyaratkan Alquran sejak zaman azalinya sudah menggunakan bahasa Arab, sebagaimana dipahami di ayat berikut. “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Alquran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alquran dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya.” (QS Yusuf [12]:1-2).
  
Dalam ayat lain Allah SWT mengisyaratkan Alquran turun dengan menggunakan cita-rasa Arab (lisanan ‘arabiyyan). “Dan sebelum Alquran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Alquran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang lalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS al-Ahqaf [46]:12).

Antara kata “qur’anan ‘arabiyyan” (Alquran  yang berbahasa Arab) dan “lisanan ‘arabiyyan” (Alquran  yang bercita rasa Arab) aksentuasinya berbeda. Yang pertama lebih menekankan Alquran menggunakan bahasa Arab secara ketat dan yang kedua menekankan Alquran menggunakan cita rasa Arab.

Namun, ada satu hadis dari Aisyah menerangkan bahwa wahyu yang paling berat diterima Nabi Muhammad ialah yang turun dalam bentuk bunyi lonceng. Kadang-kadang Nabi berkeringat di musim dingin. Begitu beratnya menerjemahkan suara bunyi lonceng itu ke dalam bahasa Alquran sebagaimana adanya sekarang. Hadis ini bisa dipahami seolah-olah yang membahasaarabkan Alquran ialah Nabi Muhammad Saw. Allahu a’lam.(bersambung) 

Sumber: Republika Online

Wednesday, July 31, 2013

Tukang Becak Sumbang Rp472,5 Juta Ke Yayasan, Hingga Wafat

LUAR BIASA - Menolong dan memberi biasanya lebih mudah dilakukan saat kita punya kemampuan berlebih. Lain soal bila kita pun dalam kondisi 'minus' maka akan berpikir dua-tiga kali sebelum menolong.

Tak ada yang salah dengan sikap ini. Tetapi yang menjadi soal adalah bukan kemampuan berlebih, melainkan niat menolong. Itulah yang menjadi tanda kebersihan dan ketulusan hati. 
 
Mungkin, kita memang harus banyak belajar hal ini.  Seperti misalnya cerita tentang seorang tukang becak bernama Bai Fang Li dari Tianjin, China.

Hidup sebagai tukang becak membuat Bai Fang Li harus 'mengencangkan ikat pinggang'. Tinggal dalam gubuk sederhana, makan seadanya sesuai dengan penghasilan yang didapat. Bahkan, seringkali ia harus mengais makanan dari hasil memulung. Padahal, upah dari menarik becak cukup untuk makan sehari-hari.

Ternyata, Bai Fang Li menggunakan hampir semua penghasilannya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

 
Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya.

Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh.

Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.

Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.
 
Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut.
 
Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.
 
Sumber: spicaku.blogspot.com

Tuesday, July 30, 2013

Detail Bahaya Pornografi Amat Perlu Anda Tahu

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. 
Just it ???

Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya.

Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu, Akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa ! Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar! Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebookan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu! Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke?

Kita Mulai !!!

Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya mengikuti seminar sehari yand diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati yang ” dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi. Pembicaranya adalah : Ibu Elly Risman,Psi  dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D

Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini. Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana.

Fotonya Dr. Randall F. Hyde,Ph.D yang diatas. Kalau Ibu Elly fotonya yang disamping kanan. Jangan ketuker :P
Dia ( Dr. Randall F. Hyde,Ph.D ) berkata :
“Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kita sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran.”

“Negara kita dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kita bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – 0bat dengan penelitian ilmuwan kami.”
“Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya.”

Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam.

Ya ! anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara.
Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya!

“Maka dari itu saya datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang.”

Dia juga berkata :
“I love your country, I love your people”
( Saya sempat terharu mendengarnya )
2 detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan :
“I love your cendol too”


Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja.
( Tenang bagi yang agak alergi dengan istilah biologi…. meskipun nanti ada istilah biologi, akan dijelaskan secara santai kok ^_^ )

Ada 4 hormon yang yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal. Akan menguntungkan kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan dan terus menerus.

Inilah “daging” dari artikel ini !

* Dopamine *

Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan…
Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,…..
YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah !

Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !
Sepertu itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.
Eits… tunggu dulu…,
Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ???

Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.
NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi :
1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )
2. eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,
3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “
4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil.

Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…,
Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.
Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ???
Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk  ! Bener banget !

Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa.

Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh.
Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual.

Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks.
Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut.
Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.
Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.
Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !

* Neuropiniphrin *

Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan.
Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik.
Instingnya ke bisniiiiis mulu !

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi.
Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi.
Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain.

Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu )

Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahala perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !
Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Serign terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.
Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.

* Serotonin *

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok.
Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya rokok ! )
Itulah efek kerja dari hormon serotonin.

Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.
Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.
Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man…..
Efeknya ????!!!!

setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.
Sedih ya ??? yaiyalah… 

Kalo  orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep !
Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren !

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet dan langsung searching xxx ??? yalkkk !

* Oksitosin *

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ?
Karena hormon oksitosinlah jawabannya.
Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya.
Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu !
Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut !
Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.
Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi.
Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ?
Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut.
Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.
Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !
Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???
 
Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.
Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !
Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!
Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.
Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.
Oia, terakhir nih….,
Saat sebelum seminar ini dimulai, saya diminta oleh Bu Elly Risman untuk melakukan hal ini!
Sampaikan apa yang kalian dapatkan selama seminar ini kepada minimal 3 orang. Dan katakan kepada orang yang anda sampaikan,  untuk menyampaikan kepada minimal 3 orang juga.
Saya menuliskan di blog saya ini, saya rasa yang membaca sudah lebih dari 3 orang. So amanah dari Bu Elly Risman sudah saya jalankan. Nah buat Anda yang sudah baca sampai sini, saya memberikan amanah kepada anda untuk meneruskannya lagi kepada minimal3 orang.
Boleh anda ceritakan dari satu mulut ke mulut, pajang di tautan facebook anda ( Di bawah ada tombol ” Share On facebook ” ), anda kirim ke email teman anda,  copy paste di blog anda. Kalau anda mau copy paste bulet bulet di blog anda  juga gak papa. Anda cantumkan sumber dan linknya ya bagus. Gak mencantumkan juga gak papa.
Yang penting pengetahuan ini bisa tersebar kepada seluruh penduduk Indonesia. Mari bersama – sama berjuang untuk melawan pornografi yang sedang merebak di negeri kita ini. Dari diri kita, anak – anak kita, untuk sekitar dan teman – teman kita. Dan untuk negera kita tercinta.
Sumber : http://khalidabdullah.com/bahaya-pornografi-sesungguhnya-secara-detail-yang-sangat-amat-perlu-anda-tahu