Showing posts with label Yordania. Show all posts
Showing posts with label Yordania. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

Sekitar 9.000 Pengungsi di Yordania Kembali ke Suriah Bulan ini

 Pengungsi Suriah melaksanakan shalat Idul Fitri di Amman, Yordania, Ahad (19/8). (Ali Jarekji/Reuters)
Pengungsi Suriah melaksanakan shalat Idul Fitri di Amman, Yordania, Ahad (19/8). (Ali Jarekji/Reuters)

POHUWATO ONLINE, AMMAN-- Hampir 9.000 pengungsi Suriah di Jordania bulan ini meninggalkan kerajaan tempat mereka mengungsi untuk pulang ke rumah mereka.  Dengan demikian  jumlah pengungsi yang kembali ke negeri mereka menjadi 68.000 dalam dua tahun terakhir, kata pemerintah, Selasa (25/6).

"Sebanyak 8.974 pengungsi Suriah secara suka rela kembai ke negeri mereka pada Juni, kebanyakan adalah pengungsi yang berada di kampung Zaatari," kata Anmar Hmud, Juru Bicara Pemerintah Suriah untuk urusan pengungsi kepada AFP.

"Dengan demikian jumlah pengungsi yang pulang menjadi 68.373 jiwa dalam dua tahun ini," ujarnya. Mesi Hmud mengatakan pengungsi yang ingin memasuki Yordania masih mengular menyeberang ke perbatasan Jordania.

"Masih ada pengungsi yang terus melarikan diri ke Jordania. Sekitar 12.200 warga Suriah mencari tempat pengungsian di Jordania dalam bulan ini," ia menambahkan.

Jordania hingga menampung lebih dari 540 ribu pengungsi Suriah, dimana 150 ribu di antaranya berada di kampung pengungsian Zaatari, di dekat perbatasan Suriah.

Pada April, Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) melaporkan bahwa lebih banyak lagi orang Suriah yang memilih pulang kampung dari Jordania dengan berbagai alasan, termasuk keamanan yang membaik di sejumlah desa perbatasan dan untuk melindungi hak milik mereka.

Sebagian lagi memilih kembali untuk berkumpul bersama keluarga atau untuk menjemput kerabat mereka dan membawa mereka ke Jordania.

Lebih dari 1,6 juta orang Suriah mengungsi ke Lebanon, Turki dan Jordania sejak kekacauan terjadi menentang kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011, menurut PBB.

Sumber: Republika Online

Sunday, June 23, 2013

Yordania Peringatkan Konsekuensi Krisis Suriah

Raja Abdullah II
Raja Abdullah II

POHUWATO ONLINE, AMMAN -- Raja Abdullah II dari Yordania, Ahad (23/6), memperingatkan mengenai konsekuensi dari krisis berkepanjangan di Suriah.

Setelah pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande, yang sedang berkunjung, Raja Abdullah mengatakan Yordania dan Prancis sedang berusaha keras untuk mewujudkan penyelesaian politik bagi krisis Suriah.

Yordania menampung lebih dari setengah juta pengungsi Suriah, yang dikatakan Raja Abdullah menimbulkan tekanan sangat besar bagi negerinya, demikian laporan Xinhua.

Sementara itu, Hollande mengatakan oposisi Suriah memerlukan bantuan dan dukungan. Namun, katanya, perlu ada penjelasan mengenai hubungan antara oposisi Suriah dan kelompok radikal.

Pemimpin Prancis tersebut juga menyerukan bantuan lebih banyak buat Jordania guna menangani arus pengungsi Suriah.

Sumber: Republika Online