Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

Ali Khamenei Kritik Gaya Diplomasi Hasan Rouhani

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei
Ayatollah Seyyed Ali Khamenei

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Pemimpin Spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mengkritik gaya diplomasi Presiden Hasan Rohani yang menelepon Presiden AS, Barack Obama, membahas program nuklir Iran.

Pembicaraan telepon lima belas menit itu adalah sebuah hubungan diplomatik tertinggi antara dua negara sejak Revolusi Iran 1979.

Meski mendukung pembicaraan dengan Barat, Ali Khamenei tak optimistis dengan negosiasi itu. Ali Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa dipercaya.

Dia melihat Amerika Serikat adalah negara pembohong, sombong, tak logis dan sering melanggar janji.

''Pemerintahan (Amerika Serikat) telah dikuasai jaringan zionisme internasional,'' kata Ali Khamenei dalam pidatonya di depan taruna dan komandan militer pada Sabtu (5/10) waktu setempat.

Ucapan Ali Khamenei ini seakan menjawab sebuah pernyataan Obama ketika bertemu Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, beberapa hari lalu.

Obama saat itu menegaskan bahwa AS belum menghilangkan opsi militer dari meja perjanjian untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran. Pemerintah Teheran menilai ucapan Obama tersebut tak menunjukkan semangat rekonsiliasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, berusaha menjawab kekhawatiran Ali Khamenei. Javad Zarif mengatakan pembicaraan dengan Gedung Putih sudah membuka peluang negosiasi saling menguntungkan.

Sebuah kesepakatan yang memungkinkan Teheran tetap menjalankan program pengayaan nuklirnya. Kesepakatan yang memberi jaminan kepada Barat bahwa program nuklir Iran untuk kepentingan damai.

Wednesday, October 2, 2013

Hasan Rouhani Berencana Buka Penerbangan Iran-AS

Presiden Iran Hasan Rohani
Presiden Iran Hasan Rohani

BERITA TERKINI, TEHERAN--Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran Hamid Reza Pahlavani Rabu (2/10) mengatakan organisasi kini mempertimbangkan pembukaan kembali penerbangan langsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Mengacu pada keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Hassan Rohani pada pembukaan penerbangan langsung antara Iran dan AS, ia mengatakan organisasinya kini mempelajari masalah ini.

Organisasi Penerbangan Sipil Iran siap menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara, katanya. Saat ini, ada sejumlah besar penerbangan internasional ke dan dari Iran, katanya, dan menambahkan bahwa pendirian atau pembukaan kembali penerbangan adalah salah satu tanggungjawab negara-negara Organisasi Penerbangan Sipil.

Sementara itu anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis (Parlemen) Iran, Hossein Naqavi Hosseini, menggambarkan pembentukan penerbangan langsung antara Iran dan kota-kota di AS sebagai langkah positif.

Anggota parlemen ini menekankan bahwa tindakan tersebut akan memainkan peran kunci dalam membina hubungan timbal balik antara kedua negara. Sejumlah besar warga Iran yang tinggal di AS tertarik untuk melakukan perjalanan ke tanah air mereka, katanya.

Wednesday, September 25, 2013

Pasca Pertemuan Obama-Rouhani, Ketegangan AS-Iran Akan Berakhir?

Hassan Rouhani
Hassan Rouhani

BERITA TERKINI, NEW YORK---Mencairnya hubungan antara pemerintah Amerika dan Iran tidak terjadi secepat yang tadinya diharapkan sejumlah pihak, dengan harapan adanya pertemuan Obama dan Rouhani yang batal di markas PBB.

Baik Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Rouhani hari Selasa berpidato di sidang Majelis Umum PBB. Tetapi tidak ada tindakan nyata, dan dunia hanya melihat retorika yang optimistis tetapi berhati-hati.

Presiden Iran Hassan Rouhani berpidato untuk pertama kali di hadapan Majelis Umum PBB. Ia terdengar penuh harapan mengenai hubungan yang lebih baik dengan Amerika. Ia mengatakan, “Kita bisa mencapai sebuah kerangka untuk mengatasi berbagai perbedaan.”

Dan presiden Iran itu lalu mengeluarkan kata-kata yang sudah sering terdengar mengenai posisi Iran. “Satu-satunya jalur menuju hal itu adalah dengan menerima dan menghormati hak untuk memperkaya uranium di dalam negeri Iran dan untuk menikmati hak-hak lainnya terkait teknologi nuklir,” tambah Rouhani seperti dilansir voa.

Pidato Rouhani mengikuti nada suram yang sebelumnya disuarakan Presiden Amerika Barack Obama. “Kami terdorong karena Presiden Rouhani mendapat mandat dari rakyat Iran untuk mengambil jalur yang lebih moderat. Banyak hambatan mungkin terlalu berat, tetapi saya sangat yakin cara diplomatik harus diusahakan,” tutur Obama.

Kata-kata Obama dipilih secara hati-hati, menurut Joe Cirincione dari Ploughshares Fund – sebuah yayasan yang mengusahakan pemusnahan senjata nuklir di dunia.“Saya pikir presiden Amerika jelas-jelas mengulurkan tangannya kepada Iran dan berharap mendapat sambutan,” ujar Cirincione.

Sebelumnya ada harapan keduanya akan berjabat tangan dalam acara makan siang di PBB. Para pejabat Amerika mengatakan mereka menawarkan melakukan pertemuan tetapi Iran menolaknya, karena katanya hal itu “terlalu rumit.”

Tuesday, September 24, 2013

Pertemuan Presiden Iran-AS Di PBB Batal

Hasan Rohani
Hasan Rohani
 
BERITA TERKINI, JAKARTA--Pejabat Amerika mengatakan Presiden Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Rohani tidak akan mengadakan pertemuan ketika keduanya berada di New York untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB.

Mereka hari Selasa (24/9) mengatakan pertemuan semacam itu akan terlalu rumit untuk dilakukan bagi delegasi Iran.

Tidak ada jadwal pertemuan antara kedua pemimpin itu, tetapi pejabat Amerika tadinya tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan itu meski hanya untuk berjabat tangan. Para pemimpin Amerika dan Iran belum pernah bertemu sejak sebelum revolusi Islamis tahun 1979 yang menggulingkan Shah Reza Pahlevi dukungan Amerika.

Rohani berpidato di Majelis Umum PBB hari Selasa sore, sementara Obama lebih dahulu berpidato pada pagi harinya. Rohani hari Senin mendesak para pemimpin Barat berdialog dengan Iran dan melonggarkan sanksi-sanksi ekonomi yang memberatkan negaranya.

Sementara, Obama mengatakan bahwa ia mengarahkan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dalam upaya mencapai kesepakatan diplomatik mengenai program nuklir Iran. Obama menambahkan ia dengan tegas yakin bahwa “jalur diplomatik harus diuji.” 

Wednesday, September 18, 2013

Presiden Iran Nyatakan Tak Bangun Senjata Nuklir

Hassan Rouhani
Hassan Rouhani

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Presiden baru Iran, Hassan Rouhani mengatakan negaranya tidak akan pernah membangun senjata nuklir. Rouhani juga mengatakan punya otoritas untuk menegosiasikan program pengayaan uranium dengan negara barat.

Baru-baru ini, Iran membebaskan 11 tahanan politik termasuk pengacara HAM Nasrin Sotoudeh. Delapan wanita dan tiga pria juga termasuk politisi reformis Mohsen Aminzadeh. Dalam kampanye pemilihan awal tahun ini, Rouhani berjanji membebaskan tahanan politik. Dia juga berjanji lebih moderat dan terbuka pada hubungan internasional. Dia dijadwalkan mengunjungi New York pekan depan untuk bertemu dengan PBB.

Laporan BBC menyatakan Rouhani memutuskan berbicara dengan kantor berita AS untuk menunjukkan pentingnya pemerintah Iran rekonsiliasi dengan Washington. "Ini bisa menjadi langkah halus dan kecil untuk masa depan yang sangat penting," ujar Rouhani.

Iran masih berada di bawah sanksi PBB dan negara Barat karena program kontroversial nuklir. Mereka mengatakan program pengayaan uranium untuk tujuan damai namun AS dan koalisinya menuduh Iran mencoba membangun senjata nuklir.

Gedung Putih pada Rabu kemarin mengatakan ada surat menyurat antara Presiden Obama dan Rouhani. "Dalam suratnya presiden mengindikasikan bahwa AS siap untuk memecahkan masalah nuklir dengan jalan yang mengizinkan Iran menunjukkan program nuklir untuk tujuan damai," ujar juru bicara gedung putih, Jay Carney. 

Monday, September 9, 2013

Jika AS Berani Serang Suriah, Iran Bersiap Culik Anggota Keluarga "Gedung Putih"

Pasukan Pembebasan Suriah (FSA)
Pasukan Pembebasan Suriah (FSA)

BERITA TERKINI, WASHINGTON -- Seorang ahli strategi Iran memperingatkan salah satu anak perempuan Presiden Barack Obama akan diculik dan diperkosa jika Amerika Serikat menyerang Suriah.

Alirezi Forghani, mantan gubernur Provinsi Kish di selatan Iran mengancam bakal ada pembunuhan dan penculikan massal warga AS jika Negeri Paman Sam itu menyerang Suriah.

"Hanya dalam waktu 21 jam setelah serang Suriah, anggota keluarga setiap menteri AS, duta besar AS, komandan militer AS di seluruh dunia akan diculik. Dan 18 jam kemudian, video amputasi mereka akan tersebar," ancamnya dikutip Al-Arabiya, Senin (9/9).

Berdasarkan laporan media pekan lalu, AS menyadap sebuah perintah dari pejabat di Iran yang meminta militan Irak menyerang kepentingan As di Baghdad jika serangan ke Suriah terjadi.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan tengah pekan lalu yang meminta warga AS menghindari bepergian ke Irak. AS mempersiapkan serangan militer ke Suriah, mengevakuasi staf non-esensial kedutaan besarnya di Beirut.

Mereka juga memperingatkan warganya untuk tidak pergi ke Lebanon dan selatan Turki. Obama masih menunggu izin Kongres setempat untuk melakukan serangan militer terhadap Suriah.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/09/09/msv7zx-iran-ancam-culik-anak-obama-jika-suriah-diserang 

Saturday, August 31, 2013

Dukungan Suriah, Delegasi Iran Kunjungi Damaskus

 Tentara Suriah berjalan di antara bangunan yang hancur akibat perang saudara yang melanda negara tersebut.
Tentara Suriah berjalan di antara bangunan yang hancur akibat perang saudara yang melanda negara tersebut.

BERITA TERKINI, DAMASKUS -- Ketua Kebijakan Luar Negeri dan Komisi Keamanan Nasional Iran, Alaeddin Boroujerdi, mengatakan Majelis Iran memimpin delegasi parlemen negara itu tiba di Damaskus pada Sabtu. Kunjungan ini sebagai tanda solidaritas dengan pemerintah Suriah.

Delegasi Iran akan bertemu dengan Ketua Parlemen Suriah, Mohammad Jihad Al Laham, untuk membahas perkembangan terbaru di Suriah.

Delegasi terdiri anggota parlemen Boroujerdi, Javad Karimi Qodosi dan Fathollah Hosseini mengunjungi Suriah untuk menyuarakan solidaritas Iran dengan bangsa dan pemerintah Suriah terhadap masalah yang sedang mereka hadapi.

Delegasi parlemen Iran akan meninjau perkembangan terbaru di Suriah dan mempelajari cara jalan keluar dari masalah saat ini selama pertemuan mereka dengan para pejabat tinggi Suriah.

Setelah kunjungan ke Suriah, delegasi Iran akan mengunjungi Lebanon untuk berunding dengan para pejabat tinggi Lebanon serta para anggota parlemen Lebanon membahas perkembangan regional.

Iran mengecam cara-cara Washington dalam berurusan dengan negara-negara Muslim dan berbicara dengan bahasa pemboman dengan kaum muslimin yang menyebabkan pertumpahan darah tak berdosa pria, wanita dan anak-anak.

Washington menginvasi Irak pada tahun 2003 dan menewaskan beberapa ratusan ribu Muslim Irak untuk menghukum presiden Saddam Hussein atas dugaan memiliki senjata pemusnah massal. Tuduhan yang dijadikan dasar pembenaran atas pertumpahan darah yang terbukti kemudian tidak berdasar.

Sumber: Republika Online

Friday, August 30, 2013

Sistim Anti Rudal S-300 Untuk Iran Dihancurkan, Mengapa?

Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.
Sistem rudal pertahanan udara s-300 buatan Rusia untuk Iran.

BERITA TERKINI, MOSKOW -- Satu pabrik senjata penting Rusia, Kamis (29/8), mengatakan bahwa sistem-sistem rudal pertahanan udara S-300 yang diproduksi untuk Iran telah dibongkar dan dibuang. Hal itu dilakukan setelah tekanan Barat untuk membatalkan kontrak itu.

"Perangkat keras untuk Iran itu tidak ada lagi," kata direktur umum pabrik senjata Rusia Almaz-Antev, Vladislav Menshhikov, kepada Wartawan. "Kami telah membongkarnya dengan tuntas. Peralatan yang dapat digunakan telah dimanfaatkan," katanya.

Dia menambahkan bahwa beberapa bagian lainnya telah dihancurkan. "Ini adalah informasi yang dapat dipercaya," katanya yang dikutip kantor berita Interfax dan AFP, Jumat (30/8).

Kontrak Rusia untuk menjual kepada sekutu Irannya rudal-rudal darat ke udara yang mutakhir diperkirakan mencapai sekitar 800 juta dolar AS.

Pada tahun 2010, Rusia membatalkan kontrak itu setelah mendapat tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Israel agar tidak menjual sistem-sistem senjata itu,yang menimbulkan protes keras dari Teheran.

Rusia, yang adalah sekutu penting Iran dan telah membangun pusat listrik tenaga nuklir pertamanya di kota Busher, Iran selatan, mengatakan pihaknya akan mengganti uang muka yang telah dibayarkan Iran sesuai perjanjian kontrak itu. 

Sumber: Republika Online

Sunday, August 11, 2013

Aktivitas Ahmadinejad Pasca Lengser dari Presiden Iran

Mahmoud Ahmadinejad
Mahmoud Ahmadinejad

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Setelah terpilihnya presiden Iran yang baru dari tokoh konservatif moderat Hassan Rouhani, Ahmadinejad segera akan lengser menjadi rakyat biasa. Ia pun sudah menyiapkan sejumlah aktivitas menemani hari-hari pensiunnya dari kursi orang nomor satu Iran itu.

Disinyalir, pria yang telah memimpin Iran selama delapan tahun itu akan mengajar di Universitas Pascasarjana Iran. Anggota Dewan Tinggi Iran, Muhammad Hussein Yadegari mengatakan, kenginan untuk mengajar itu telah ditunggu-tunggu Ahmadinejad sejak lama. Ia ingin terus berkiprah untuk bangsanya terutama di bidang pendidikan.

Ahmadinejad sendiri memang jebolan dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor. Ia sendiri menyelesaikan S3 dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

Seperti dilansir dari BD Live, Ahad (11/8), ia berencana akan membuka universitas yang disinyalir akan dinamakan Universitas Iran. Di hari-hari terakhir kelengserannya dari kursi presiden, Ahmadinejad sibuk mengurusi izin pendirian universitas tempat akhirnya ia berkiprah. Yadegari menyebutkan, izin dan persetujuan pemerintah telah didapatkan Ahmadinejad. Berikutnya, Universitas itu akan dikelola dan didanai oleh pemerintah.

Pembangunan Universitas Pascasarjana itu akan dibangun di Teheran, Ibukota Iran. Mengenai nama 'Universitas Iran' yang diinginkan Ahmadinejad, saat ini masih dalam proses lobi dengan beberapa pihak. Ajudan Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei mengatakan beberapa pihak sedang dilobi Ahmadinejad agar setuju dengan nama itu. 

Sumber: Republika Online

Zimbabwe Menjadi Negara Pemasok Uranium ke Iran

Fasilitas nuklir Iran
Fasilitas nuklir Iran

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Zimbabwe yang disebut-sebut pendukung program nuklir Iran disinyalir secara rahasia mengadakan kesepakatan dengan negri Para Mullah itu. Isinya, Zimbabwe bersedia menjadi pemasok uranium ke Iran.

Hal itu dipaparkan salah satu surat kabar Inggris, The Times of London yang terbit Sabtu (10/8) kemarin. Klaim itu berdalil dari pemimpin oposisi Zimbabwe yang juga sebagai wakil menteri pertambangan dinegri itu, Gift Chimanikire.
Dalam satu pernyataannya, Chimanikire mengatakan bahwa negaranya sebenarnya telah memulai sebuah kerjasama dalam bidang pengiriman uranium. "Nota kesepahaman dwipihak ekspor uranium itu ditandatangani pada tahun lalu, namun belum dilaporkan," ujar Chimanikire seperti ditulis dalam surat kabar tersebut, seperti dilansir dari AFP, Ahad (11/8).

Selain pernyataan Chimanikire, sikap mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang pada 2010 silam pernah mendukung penuh program nuklir Iran juga dijadikan alasan. Secara terbuka, Mugabe pernah menyatakan dukungannya bagi Ahmadinejad dalam pengayaan uranium dan program nuklir di Iran.

Namun pengamat Internasional masih belum meyakini soal impor uranium tersebut. Mereka masih mempertanyakan apakah Iran pernah menerima kiriman uranium dari Zimbabwe. Selain belum adanya bukti pengiriman uranium dari Afrika ke Timur Tengah, ketersediaan uranium di Zimbabwe masih diragukan untuk bisa memasok ke Iran.

Jika apa yang diklaim surat kabar Inggris tersebut benar, tentu hal ini sudah melanggar peraturan PBB. Kedua negara bisa dikenakan sanksi baru, selain sanksi yang pernah dijatuhkan PBB dahulunya. Iran terkena sanksi karena program nuklirnya. Sementara Zimbabwe karena Rezim Mantan Presiden Mugabe yang pernah mendapatkan sanksi HAM karena dinilai otoriter. 

Sumber: Republika Online

Sunday, July 14, 2013

Iran Bebaskan Diplomatnya dengan Jaminan

Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu.
 
BERITA TERKINI — Seorang diplomat senior Iran yang menjadi bagian kaum reformis Iran dibebaskan dengan uang jaminan dari sebuah penjara di Teheran, Minggu (14/7/2013), setelah ditahan selama empat bulan. Demikian kata sejumlah sumber yang dekat dengan kasus itu.

Diplomat itu, Bagher Asadi, yang telah menjadi diplomat senior misi Iran di PBB di New York dan baru-baru ini menjadi direktur sekretariat kelompok negara berkembang D8 di Istanbul, ditangkap pertengahan Maret di ibu kota Iran. Demikian kata sejumlah sumber kepada kantor berita Reuters pada April. Sumber-sumber yang sama, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat nama-namanya tidak boleh diungkapkan, mengatakan bahwa laporan media Iran yang dipublikasikan Minggu tentang pembebasan Asadi benar adanya.

Mereka mengatakan bahwa masih belum jelas mengapa Asadi ditangkap dan apa status kasus terhadap dirinya. Sumber-sumber itu mengatakan, mereka ragu pembebasan Asadi mencerminkan langkah Pemerintah Iran untuk melonggarkan yang oleh para analis dan diplomat Barat gambarkan sebagai tindakan keras terhadap para pembangkang Iran menjelang pemilihan presiden Juni lalu.

Misi PBB Teheran merespons permintaan dari kantor berita Reuters dengan merujuk ke laporan pembebasan Asadi yang disiarkan kantor berita mahasiswa Iran, ISNA.

Diplomat berusia 61 tahun itu ditahan di Penjara Evin, sebuah penjara terkenal di Teheran, di dalam sel isolasi selama berbulan-bulan dan tanpa akses ke pengacara. Demikian kata sumber-sumber itu kepada Reuters.

Kaum reformis Iran tersingkir setelah Mahmoud Ahmadinejad, mantan wali kota konservatif Teheran, memenangkan pemilu presiden tahun 2005. Ahmadinejad menggantikan tokoh reformis Mohammad Khatami. Ahmadinejad akan segera turun dari tampuk kekuasaan. Hassan Rohani, seorang pragmatis yang konservatif secara luas dilihat relatif moderat, telah memenangkan pemilu presiden bulan lalu. 
 
Sumber: kompas.com

Israel Akan Dahului AS Gebuk Iran

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu

BERITA TERKINI, WASHINGTON---Iran bergerak "semakin dekat" untuk membangun senjata nuklir dan Israel mungkin harus bertindak sebelum Amerika Serikat, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Mereka (Iran) merayap hingga ke garis merah. Mereka belum melewatinya," kata Netanyahu dalam acara berita CBS.

"Mereka semakin dekat dengan bom. Dan mereka harus diberitahu secara tegas bahwa itu tidak akan diizinkan terjadi," katanya.

Netanyahu mengatakan bahwa Israel memiliki jadwal yang lebih sempit dibandingkan Washington, yang mengisyaratkan bahwa tindakan sepihak harus diambil untuk menghentikan program nuklir kontroversial Iran. "Jam kami berdetak pada kecepatan yang berbeda. Kami lebih dekat dibandingkan Amerika Serikat. Kami lebih rentan. Karena itu kami akan menyikapi hal itu bagaimana menghentikan Iran, mungkin sebelum yang dilakukan Amerika Serikat," ujarnya.

Netanyahu mengatakan Tehran telah membangun centrifugal lebih cepat yang memungkinkan mereka melompati garis, mungkin pada tingkat yang jauh lebih cepat yaitu dalam beberapa minggu ke depan. Netanyahu mengatakan kebijakan nuklir Iran kemungkinan tidak berubah di bawah persiden selanjutnya, yaitu Hassan Rouhani ulama moderat dan mantan negosiator nuklir yang akan memegang kekuasaannya pada 3 Agustus. "Dia mengkritik pendahulunya (Presiden Mahmoud Ahmadinejad) untuk menjadi serigala berbulu serigala. Strateginya adalah menjadi srigala berbulu domba. Tersenyum dan membangun bom," kata Netanyahu.

Sumber: Republika Online

Friday, July 12, 2013

Dituduh Bangun Fasilitas Nuklir Baru, Iran Membantah

fasilitas nuklir Iran
fasilitas nuklir Iran

BERITA TERKINI, DUBAI---Iran membantah tuduhan kelompok oposisi di pengasingan bahwa negara Islam itu diam-diam membangun fasilitas nuklir bawah tanah baru.

Kelompok pembangkang Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), Kamis, mengatakan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi yang dapat "diandalkan" tentang keberadaan kompleks terowongan yang sedang dibangun di daerah pegunungan dekat Kota Damavand, sebelah timur ibukota Teheran. "Berita itu sama sekali tidak benar dan dibantah," menurut kantor berita Mehr mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Republik Islam itu mengatakan bahwa program energi nuklirnya sepenuhnya bertujuan damai dan menolak tuduhan Amerika Serikat dan Israel jika program itu bertujuan untuk membuat senjata nuklir. Kelompok NCRI yang berbasis di Paris mengungkap fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz dan fasilitas air berat (air dengan isotop hidrogen H-2) di Arak pada tahun 2002. Namun para analis mengatakan jika kelompok itu memiliki rekam jejak yang beragam dan sebuah agenda politik.
Tuduhan baru itu mendapat tanggapan hati-hati dari dunia internasional pada Kamis - pengawas nuklir PBB dan Perancis - salah satu dari enam kekuatan dunia yang mencoba penyelesaian diplomatis sengketa nuklir Iran - hanya mengatakan mereka akan mengkaji hal tersebut. NCRI, yang berusaha mengakhiri pemerintahan teokratis Islam di Iran, adalah sayap politik dari Organisasi Rakyat Mujahidin Iran (PMOI), yang berjuang bersama pasukan Saddam Hussein dalam perang Iran-Irak pada 1980-an.

Sumber: Republika Online

Tuesday, July 9, 2013

Cegat Budaya Sekuler Barat, Iran Buatkan Imel Untuk Semua Warga

Alamat imel (Ilustrasi)
Alamat imel (Ilustrasi)

BERITA TERKINI, TEHERAN -- Iran menetapkan alamat imel individu bagi semua warga negara. Menteri Komunikasi setempat mengatakan imel itu akan membantu interaksi antara otoritas negara dan rakyatnya. Belum jelas apakah langkah itu akan menambah peraturan tentang penggunaan internet yang dikenakan kepemimpinan Islam konservatif. Mereka khawatir pengaruh budaya sekuler dari Barat.

Presiden terpilih Hassan Rowhani, seorang moderat yang akan diangkat bulan depan, menyerukan pelonggaran intervensi negara dalam kehidupan pribadi orang. Termasuk longgarnya penyaringan internet dan kontrol media. Setengah dari 75 juta penduduk Iran menggunakan internet. Namun, pemerintah mencoba membatasi akses tersebut. Termasuk membuat filter yang memblok banyak situs dengan alasan menyinggung atau kriminal.

Menteri Komunikasi Mohammad Hassan Nami tidak mengatakan apakah alamat imel nasional menjadi keharusan. Atau apakah dapat mempengaruhi penggunaan alamat email pribadi. Namun, dia mengatakan resmi tersebut harus digunakan untuk komunikasi elektronik dengan lembaga pemerintah. "Untuk saling interaksi dan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, mulai sekarang setiap warga Iran akan menerima alamat imel khusus," ujarnya dikutip Al-Arabiya.

Alamat imel dengan domain mail.post.ir tersebut dinilai akan menjaga privasi warga. Pusat data yang akan dibentuk di seluruh Iran akan mendukung sistem baru tersebut. Otoritas juga mengumumkan rencana perubahan ke jaringan internet domestik yang akan mengisolasi sebagian besar situs dari world wide web.

 Sumber: Republika Online

Wednesday, June 26, 2013

Ancaman Utama Israel adalah Iran, Bukan Suriah

Israel-Iran
Israel-Iran

POHUWATO ONLINE, TEHERAN -- Ketakutan Israel pada Iran lebih kuat dibanding Alqaidah. Demikian juga halnya dengan pergolakan yang berlangsung di Suriah.

Israel lebih suka Suriah dikuasai oleh Alqaidah dengan menangnya pejuang oposisi ketimbang Suriah dikuasai kembali oleh Rezim Bashar al Assad yang disokong penuh oleh Iran.

Hal itu disampaikan Menteri Urusan Strategis Israel Sima Shine. Ia mengtakan siapapun yang akan menggantikan kepemimpinan Assad tidak menjadi persoalan bagi Israel, bahkan Alqaidah sekalipun.
Justru yang dikhawatirkannya jika rezim Assad tetap bercokol di Suriah dengan intervensi Iran. Baginya, ancaman Israel yang sesungguhnya adalah Iran, bukan Suriah.

"Ancaman strategis Israel yang utama adalah Iran, bukan Suriah. Jadi Israel harus memusatkan perhatiannya terhadap 'apa yang bisa menjadi ancaman bagi Iran'," kata Shine seperti dilansir dari Al-Alam, Rabu (26/6).

Selain karena kuatnya intervensi Iran dan milisi Hizbullah yang bergabung bersama pasukan Assad, pertikaian militernya dengan militer Suriah juga selalu memanas di Dataran Tinggi Golan yang menjadi perbatasan dua negara.

Israel mengkhawatirkan, jika militer Suriah berhasil merebut Dataran Tinggi Golan dengan bantuan Iran, tempat yang menjadi perbatasan Suriah- Israel tersebut menjadi tempat empuk bagi Iran meletakkan rudal serta misilnya untuk menyerang Israel.

Sumber: Republika Online

Thursday, June 20, 2013

Pasukan Iran Tahan Dua Kapal Nelayan UAE di Teluk Persia

Bendera Iran  (ilustrasi)
Bendera Iran (ilustrasi)

POHUWATO ONLINE, DUBAI -- Iran menangkap dan menahan dua kapal yang berisi 12 warga Uni Emirat Arab (UEA) dan satu warga India di wilayah perairan yang diklaim Iran di Teluk.

"Pasukan (Iran) di Pangkalan Patroli Laut Abu Musa mendeteksi dua kapal UEA saat mencari ikan di perairan Teluk Persia dan mengeluarkan perintah untuk menangkap mereka," kata Press TV mengutip komandan pangkalan Kolonel Ali Vesali.

Vesali mengatakan, mereka yang ditangkap dikirim ke dermaga militer, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Hubungan-hubungan politik tegang antara dua negara kaya minyak yang saling berhadapan di seberang Teluk.

Tiga pulau Abu Musa dan lebih besar dan Greater serta Lesser Tunb diklaim oleh kedua negara tetapi telah dikuasai Iran sejak 1971, tak lama sebelum tujuh emirat Teluk memperoleh kemerdekaan penuh dari Inggris dan membentuk UAE, yang sekarang bersekutu dengan Washington.

Pada Mei, Uni Emirat Arab mengritik kunjungan anggota parlemen Iran ke pulau-pulau yang disengketakan itu.

Sumber: Republika Online

Monday, June 17, 2013

Hasan Rohwani: Program Nuklir Iran Akan Lebih Transparan

Iranian presidential candidate Hasan Rowhani, the country's former top nuclear negotiator, casts his ballot in the presidential election at a polling station in downtown Tehran, Iran, Friday, June 14, 2013.
Iranian presidential candidate Hasan Rowhani, the country's former top nuclear negotiator, casts his ballot in the presidential election at a polling station in downtown Tehran, Iran, Friday, June 14, 2013.

POHUWATO ONLINE, TEHERAN -- Presiden Iran terpilih Hasan Rowhani berharap, Iran dapat membuat kesepakatan baru dengan kekuatan barat. Khususnya, untuk program Nuklir. Dia pun menyatakan, siap untuk lebih transparan dengan prinsip saling percaya.

"Idenya untuk menjalin negosiasi yang lebih aktif dengan 5+1 - lima anggota tetap DK PBB ditambah Jerman - karena isu nuklir tak bisa diselesaikan tanpa negosiasi,"ujar Rowhani, seperti dikutip Aljazeera, Senin (17/6).

Dia pun menegaskan, sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk Iran tidak adil. "Banyak cara untuk membangun kepercayaan dengan barat,"ujarnya. Iran bakal lebih transparan untuk memperlihatkan aktivitas nuklirnya yang sudah sesuai dengan aturan internasional.

Dia menegaskan, program nuklir Iran sudah transparan. Akan tetapi, pemerintahannya akan membuat program tersebut semakin transparan sehingga bisa menjelaskannya kepada dunia bahwa langkah yang diambil Iran sudah sesuai dengan aturan internasional.

"Saya mengharapkan seluruh negara bisa menggunakan kesempatan ini (program nuklir),"ujarnya. Meskio demikian, Rowhani secara khusus menjelaskan, perundingan dengan Amerika Serikat harus memiliki sejumlah syarat.

Yaitu para pejabat AS tak boleh mencampuri urusan dalam negeri Iran, mereka mesti mengakui semua hak Iran termasuk hak nuklir, dan Amerika Serikat mesti menghentikan tindakan sepihak terhadap Iran.

Sumber: Republika Online

Sanksi Anti-Iran Gagal Pengaruhi Program Nuklir Iran

Kepala IAEA, Yukiya Amano dalam pertemuan di Wina, Austria
Kepala IAEA, Yukiya Amano dalam pertemuan di Wina, Austria

POHUWATO ONLINE, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan sanksi internasional yang dikenakan terhadap Teheran telah gagal untuk mempengaruhi negara program energi nuklir Iran.

Reuters melaporkan, Dirjen IAEA, Yukiya Amano Senin (17/6) mengatakan sanksi internasional tampaknya tidak akan memperlambat program energi nuklir Iran. Kini Tehran, ujar Amano, membuat "kemajuan yang mantap" dalam mengembangkan kegiatan energi nuklirnya.

Kepala Badan nuklir PBB itu menambahkan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk berdialog dengan Iran. Pada 15 Mei lalu, Iran dan IAEA menggelar pembicaraan terakhir mereka di Wina, Austria. Organisasi nuklir dunia itu gagal memberikan bukti mengenai tudingan terjadinya pengalihan potensial dalam program nuklir Iran dari tujuan sipilnya.

Sumber: Republika Online

Thursday, June 13, 2013

Google: Peretas Bermuatan Politik Marak Di Iran

delapan calon presiden Iran yang dijadwalkan akan mengikuti
delapan calon presiden Iran yang dijadwalkan akan mengikuti "Debat Capres Iran 2013" Jumat 31 Mei 2013 (dari kiri atas, searah putaran jarum jam): Mohammad Gharazi, Mohsen Rezaei, Mohammad Bagher Qalibaf, Gholam Ali Haddad Adel, Hasan Rowhani, Mohammad Rez

POHUWATO ONLINE, CALIFORNIA -- Google mengatakan pihaknya mendeteksi ribuan serangan siber yang menarget aku email pengguna di Iran menjelang pemilihan presiden 14 Juni.

Dalam sebuah pernyataan online, perusahaan mengatakan telah melihat kegiatan peretasan yang jumlahnya melonjak dalam tiga pekan terakhir. Waktu dan terget serangan tersebut bermotif politik.

Jajak pendapat pada Jumat pekan lalu dilakukan pertama kali sejak 2009 ketika Presiden Mahmoud Ahmadinejad memenangkan masa jabatan kedua. Pemilihan itu memicu protes dengan menuduh Ahmadinejad mencurangi hasil jajak pendapat.

Wakil Presiden Teknik Keamanan Google, Eric Grosse mengatakan serangan siber berasal dari dalam Iran. Upaya tersebut untuk mendapatkan pasword dan informasi lainnya yang mengarahkan pengguna ke situs web palsu.

"Selama hampir tiga minggu, kami telah mendeteksi dan menghentikan kampanye berbasis email yang bertujuan memiliki akun puluhan ribu pengguna Iran," ujarnya dilansir BBC.

Grosse mengatakan korban serangan itu menerima email yang berisi link ke halaman web yang mengaku memelihara akun. Jika mereka mengklik link tersebut, mereka dibawa ke akun palsu Google yang akan mencuri username dan password.

Dia memperingatkan pengguna Iran untuk mengambil langkah ekstra melindungi akun mereka dari serangan tersebut.

Sumber: Republika Online

Wednesday, June 12, 2013

Hubungan Iran-Mesir Meningkat Signifikan Pasca Revolusi Mesir

Bendera Iran-Mesir/ilustrasi
Bendera Iran-Mesir/ilustrasi

POHUWATO ONLINE, Deputi Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian mengatakan, Tehran bersedia menawarkan bantuan kepada Kairo dengan tangan terbuka.

Hal itu disampaikan Amir Abdollahian dalam pertemuannya dengan delegasi media Mesir di Tehran seperti dilansir kantor berita IRNA.

Ia menandaskan, Iran baru mulai membantu Mesir setelah revolusi di negara ini sebab Mesir sebelumnya dikuasai oleh Husni Mubarak yang disponsori oleh Amerika Serikat dan Israel.

Ami Abdollahhian menambahkan, Republik Islam Iran menyambut hubungan Mesir dan meningkatkan hubungan itu ke tingkat duta besar. Lebih lanjut wakil Menlu Iran urusan Arab dan Afrika menegaskan status penting Mesir di dunia Arab dan Islam.

Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir setelah Revolusi Islam  tahun 1979 karena Kairo telah menandatangani perjanjian damai Camp David dengan Tel Aviv dan menawarkan suaka kepada monarki terguling Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Sumber: Republika Online