Sejumlah perempuan Mesir bergabung dengan aksi unjuk rasa menolak kudeta dan mendukung Presiden Mursi di luar Masjid Rabiah Al Adawiyah, Nasr City, Kairo, Rabu (31/7). (AP / Khalil Hamra)
BERITA TERKINI, KAIRO -- Ikhwanul Muslimin Mesir menyerukan apa yang disebut "pawai jutaan kemarahan" secara nasional setelah shalat Jumat untuk memprotes penumpasan kekerasan pasukan keamanan baru-baru ini terhadap para demonstran di mana ratusan orang tewas.
"Meskipun rasa sakit dan kesedihan karena kehilangan para syuhada kami, kejahatan pembuat kudeta terbaru telah meningkatkan tekad kami untuk mengakhiri mereka," kata kelompok Islam itu dalam satu pernyataan pada Jumat.
Lebih dari 500 pendukung Ikhwanul Muslimin tewas dalam kekerasan itu. Kelompok Islam menuduh militer menggelar kudeta ketika mereka menggulingkan pemimpinnya, Presiden terpilih Mohamed Moursi bulan lalu. Para aktivis liberal dan pemuda yang mendukung militer melihat gerakan itu sebagai respon positif terhadap tuntutan rakyat.
"Meskipun rasa sakit dan kesedihan karena kehilangan para syuhada kami, kejahatan pembuat kudeta terbaru telah meningkatkan tekad kami untuk mengakhiri mereka," kata kelompok Islam itu dalam satu pernyataan pada Jumat.
Lebih dari 500 pendukung Ikhwanul Muslimin tewas dalam kekerasan itu. Kelompok Islam menuduh militer menggelar kudeta ketika mereka menggulingkan pemimpinnya, Presiden terpilih Mohamed Moursi bulan lalu. Para aktivis liberal dan pemuda yang mendukung militer melihat gerakan itu sebagai respon positif terhadap tuntutan rakyat.
Sumber: Republika Online
No comments:
Post a Comment